Antara Cinta Dan Sahabat (Cinta Segi Tiga)

Antara Cinta Dan Sahabat (Cinta Segi Tiga)
bertemu yang tidak sengaja


__ADS_3

Pulang dari kampus, Mentari langsung masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya dengan baju lebih santai, ia hanya ingin rebahan di tempat tidurnya.


Tiba-tiba bunyi ketukan pintu membuat Mentari menoleh ke arah benda persegi panjang yang berwarna putih itu, ia melangkah dan membukakan pintunya. Vina yang berdiri di depan pintunya membuat ia bertanya-tanya, pasti ada maunya dan ingin sesuatu yang ia inginkan saat ini.


"Ada apa, Vin?" tanya Mentari.


Vina tak menjawab ia langsung masuk ke dalam kamar Mentari yang setiap saat ia inginkan.


"Aku udah putusin Rio, Tar. tadi pagi." ucap Vina yang merebahkan tubuhnya di atas ranjang milik Mentari.


"Kenapa?" tanya Tari yang heran dengan sikap Vina, bukannya ia sangat mencintai sosok Pria bernama Rio. Orang tuanya saja ia bantah untuk meninggalkan Pria itu, kenapa tiba-tiba Vina memutuskannya.


"Karena aku gak cinta lagi sama dia," ucap Vina yang santai.


"Alasannya?"


"Karena aku sadar, cintaku hanya sebuah sebatas ingin memilikinya saja, tanpa bertanya tentang perasaanku saat ini. Kenyamanan dengan saja tak pernah aku rasakan," Jelas Vina.


"Bukannya kamu sayang banget sama dia, Vin."


"Itu dulu, Tar. Sebelumnya ia tak pernah memperjuangkan kita kami, hanya aku saja yang mempertahankannya, tapi.." ucap Vina yang menundanya.


"Tapi kenapa?" tanya Mentari yang penasaran.


"Dia sibuk dengan urusan, Tar. Tidak pernah ada waktu untuk aku. Apa itu yang dinamakan cinta, aku yang disini berjuang sendirian, meminta restu pada orang tuaku, Tar."


"Mungkin ada alasan lain, Vin. Yang ia sembunyikan dari mu,"


"Apa? Tar, aku udah menyerah, dan aku sudah memiliki hati lain terhadap seseorang."


"Siapa?"

__ADS_1


"Reyhan, aku jatuh cinta pada pandangan pertama, Tar."


Deg....


Kenapa hati mentari begitu sakit saat mendengar ungkapan perasaan sahabatnya terhadap Pria yang selalu bikin ia marah dan kesal, ia tidak ingin mendengar ucapan itu lagi, walau pun Pria itu bukan siapa-siapa bagi dirinya.


"Kamu kenapa, Tar?" tanya Vina pada sahabatnya yang sedang melamun.


Mentari membuyarkan lamunannya, ia tidak boleh punya perasaan itu terhadap Pria yang kemarin pagi pengungkapan perasaannya, walau pun dengan candaan.


"Tidak apa-apa," ucap Mentari yang gugup.


"Terus gimana, Tar? Aku harus bagaimana?"


"Iya aku juga tidak tahu, Vin. Aku juga dengarnya kaget banget, kalau kamu sudah putus dengan Rio, bukannya kamu cinta mati banget sama dia."


"Cinta kan bisa berubah, Tar. Aku tak tahu, kenapa bisa berpaling dengannya,"


Obrolan itu semakin membuat kedua sahabat menikmati waktu dengan larut malam, tak sengaja Vina ketiduran di kamar Mentari. Saking asyiknya curhat dan mengungkapkan perasaannya terhadap seorang pria yang baru ia kenal beberapa hari lalu.


.


.


.


.


Keesokan harinya, keduanya sudah bangun dari tidurnya, Vina segera beranjak dan pergi ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.


Mentari masuk ke dalam kamar mandi, ia akan menghampiri ibunya yang sedang memasak untuk sarapan pagi ini.

__ADS_1


Ia keluar untuk menghampiri ibunya, tiba-tiba Mama Vina memanggilnya untuk datang ke kamarnya. Segera Mentari melangkah menuju tempat dimana Mama Vina berada.


Tok... tok... tok...


Cek lek.


"Pagi, Mah." ucap Mentari.


"Tari, tolong bantuin Mama ya," ucap Mama Vina.


"Bantu apa, Mah?" tanya Mentari.


"Tolong ambilkan baju yang sudah Mama pesan dari teman Mama yang punya butik di pertigaan di seberang sana, soalnya Mama hari ini ada keperluan mendadak. Jadi tolongin Mama ya,"


"Baik, Mah. kirim saja alamat ke ponsel Tari, Mah."


"Iya," ucap Mama Vina sambil masuk lagi ke kamarnya.


Mentari buru-buru masuk ke kamarnya lagi untuk bersiap pergi ke tempat yang sudah di kirim oleh Mama Vina, ia akan mengambil pesanan yang di sebutkan oleh Mama Vina.


Setelah selesai mengganti pakaian, ia langsung ke tempat itu, dengan kendaraannya. Pagi hari ini jalanan yang tak padat membuat Mentari sampai tujuan. Ia turun dan melangkah ke butik yang begitu besar, setibanya di dalam ia bertemu dengan..


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Kamu, kenapa ada di sini? Kamu ngikutin aku ya...


__ADS_2