Antara Cinta Dan Sahabat (Cinta Segi Tiga)

Antara Cinta Dan Sahabat (Cinta Segi Tiga)
Ijab Kabul persi kedua...


__ADS_3

"Saya terima nikahnya Mentari binti Husen dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan di bayar tunai." ucap Reyhan dengan satu tarikan, ia menggenggam tangan pak penghulu itu dengan tatapan yang yakin dan mantap.


"Bagaimana saksi?" tanya pak penghulu itu yang telah menikah kan kedua pasangan pengantin baru tersebut.


***Sah...


Sah...


Sah***...


"Alhamdulillah," semua mengucapkan Alhamdulillah pada pasangan yang sudah resmi menjadi sepasang suami istri tersebut.


Reyhan mengusap wajahnya dan bersyukur karena telah menyandang status sebagai suami untuk istrinya yang ia cintai itu. Reyhan pun sempat melirik saat Pak penghulu itu membacakan doa di akhir acara tersebut agar kedua pasangan ini di berikan kebahagiaan dan menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah sampai Jannah-nya.


Reyhan pun menyematkan cincin berlian yang telah di siapkan oleh Mamah Sarah jauh-jauh hari, ia ingin yang terbaik untuk putra satu-satunya yang ia miliki setelah perginya suaminya untuk selamanya.


Begitu pun dengan Mentari, ia juga sama menyematkan cincin itu pada jari manis suaminya tersebut sambil menggenggam dan mencium tangan yang sudah sah menjadi pemimpin untuk rumah tangganya kelak.


Reyhan pun menarik Mentari untuk ia cium keningnya tanda ia sudah sah menjadi suaminya. Mentari memerah bagai buah tomat yang sudah Mateng karena di perlakukan dengan lembut dan penuh perhatian.


"Makasih ya, Rey. Sudah menunggu dan menjaga cintamu hanya untukku," ucap Mentari yang bahagia karena di cintai oleh pria yang begitu tulus dengannya.


"Aku yang harus terima kasih, Tar. Karena cinta tulus mu lah membuat aku bertahan untuk mempertahankan cinta ini untukmu," balas Reyhan yang tersenyum.

__ADS_1


Mentari tersenyum, dan saling menggenggam tangan untuk memberi kekuatan cintanya yang begitu besar. Pak penghulu tersebut membuyarkan lamunan keduanya untuk menyelesaikan tanda tangan dari berkas yang ada di depannya.


"Nanti saya senyum senyumannya, selesaikan dulu berkasnya," goda pak penghulu dengan terkekeh.


Membuat kedua pasangan pengantin baru tersebut dibuat salah tingkah dan malu.


"Kamu sih, Rey." ucap Mentari yang akan menyalahkan suaminya kini. Iya, Reyhan sudah menyandang status sebagai suami dari Mentari, gadis cantik yang beruntung tak seperti kehidupan sejak dulu.


Ya, Pak Husen adalah Ayah kandung Mentari, saat ibu Mentari sedang mengandung buah hatinya yaitu Mentari. Pak Husen telah meninggalkan istrinya yang sedang mengandung demi harta peninggalan keluarga besarnya.


Orang tua pak Husen yang tak merestui hubungan antara ibu Mentari dan pak Husen pun membuat pak Husen tekad untuk menikahi secara sembunyi tanpa ada yang tahu pernikahannya dengan wanita yang tak di restui itu.


Beberapa bulan pak Husen pergi dari rumah dan menjadi suami dari istri yang ia cintai ini. Satu tahun hubungan pernikahannya baik-baik saja dan bulan bulan kedepannya rumah tangganya sudah di ketahui oleh kedua orang tuanya Husen yang tak terima jika ibu Tiara menjadi menantunya.


Pak Husen pun di buatkan pilihan dari orang tuanya, yang pertama Husen harus pergi dan menceraikan istrinya karena orang tuanya akan mengancam Tiara tidak akan selamat dan akan membunuhnya. Dan yang kedua Husen harus pergi dari kehidupan Tiara dan menikah dengan pilihan orang tuanya.


.


.


.


.

__ADS_1


Selesai menandatangani beberapa berkas pernikahannya, kedua pasangan halal pun meminta restu dan doa agar pernikahan sampai Jannah-nya.


Reyhan dan Mentari menghampiri wanita yang sudah berumur yang masih cantik dan anggun siapa yang kalau bukan Mamah Sarah.


"Maafkan Rey, Mah. Dan doakan pernikahan Reyhan bahagia sampai maut memisahkan kita," ucap Reyhan yang meminta doa pada Mamahnya.


"Mamah selalu mendoakan kamu, Rey. Sebelum kamu minta pun Mamah akan berikan yang terbaik untuk mu," jawab Mamah Sarah dengan tulus sambil mengusap kepala putranya yang sudah menjadi suami dari wanita yang ia cintai itu.


Kini giliran Mentari yang bersimpuh di hadapan wanita yang selalu bertahta menjadi wanita hebatnya.


"Maafkan Tari, Mah. Tari selalu mengecewakan Mamah dan menyakiti hati Mamah," ucap Mentari dengan tulus.


Mamah Sarah tersenyum, ia tak perduli masa lalu kehidupan Mentari dan telah meninggalkan putranya sampai terpuruk. Tapi cinta mereka yang begitu kuat membuat Mamah Sarah dengan bahagia menerima Mentari sebagai mantunya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jadilah keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah ya kalian.. Kini kalian harus saling melengkapi dan menyempurnakan pernikahan yang sudah kalian bina saat ini..


__ADS_2