
Ucapan Reyhan yang begitu lantang saat mengucapkan niatnya untuk meminang Mentari menjadi istrinya, membuat semua orang menoleh seketika terutama kedua orang tuanya yang juga menyaksikan pemakaman tersebut.
Di depan makam ibu Mentari, Reyhan pun mengungkapkan niatnya dan memantapkan hatinya untuk menjadikan Mentari menjadi pelengkap hidupnya dan menemaninya seumur hidupnya.
"Apa yang kamu katakan, Rey," ucap Papah Bagas yang tidak terima dan tidak bermusyawarah dulu sebelum memutuskan keputusannya.
"Pah," cegah Mamah Sarah yang tidak mau ada keributan di tempat pemakaman tersebut. Memang hanya ada keluarga Pak Ibrahim dan keluarga pak Bagas saja semua orang sudah membubarkan diri masing-masing.
"Lepaskan, Mah. Anak kamu tuh gak waras," oceh Papah Bagas yang masih tidak menerima Mentari yang menjadi mantunya. Ia ingin mencari mantu yang sederajat dengannya, dan mengetahui bebet bobot dan bibirnya ia tidak mau sembarangan memilih calon mantu kelak akan di pertanyakan oleh rekan bisnisnya. Mau di taruh di mana mukanya saat memperistri gadis yang bernama Mentari yang tidak tau asal usulnya Bapaknya di tambah lagi ibunya juga sudah tiada dan seorang anak pembantu.
"Jangan kayak gini, Pah. Malu ini tempat umum," sahut Mamah Sarah yang mencegah suaminya agar tidak ada keributan yang memancing warga untuk melihatnya.
Papah Bagas pun menghela napasnya panjang lalu membuangnya perlahan, ia menghampiri sang anak dan berkata.
"Papah tunggu di rumah, jangan pernah berhubungan lagi dengannya," ucap Papah Bagas sambil menunjuk kearah Mentari.
__ADS_1
Mentari hanya terdiam, ia enggan untuk menyahut ataupun membela dirinya yang lagi terpuruk dengan keadaan yang seperti ini. Sungguh Mentari takut hal ini terjadi pada dirinya yang tak pernah di anggap ataupun menerima kehadirannya sebagai anak yang tidak jelas asal usulnya. Hanya ibunya saja yang ia punya sekarang pun sudah meninggalkannya untuk selama-lamanya.
Mentari menyeka air matanya dan menatap kearah pusara makam sang ibu, ia hanya akan fokus pada ibunya tidak menghiraukan ucapan siapapun dan ajakan Reyhan untuk menjadi pendamping hidupnya.
Setelah berlalunya pasangan suami istri itu pun, Reyhan mendekati Mentari dan memegang bahunya untuk segera bangun. Tapi, Mentari bergeming tidak menghiraukan Reyhan yang ingin mengajaknya untuk pulang.
"Tinggal aku sendiri, Rey. Benar kata Papah kamu, aku hanya seorang wanita yang tidak jelas dan jangan membantah ucapan orang tuamu karena dia lebih berhak dari pada aku," lirih Mentari yang masih memandang ke arah depan.
"Tapi, Tar. Aku serius, walaupun papah tidak merestui kita, aku akan siap kalau Papah mengusir ku dari rumahnya," ucap Reyhan dengan mantap.
"Jangan, Rey. Ku mohon, jangan pernah lakukan itu, aku sangat membencimu kalau kamu sampe lakukan itu hanya karena aku," balas Mentari dengan lirih.
Reyhan tau apa yang di rasakan oleh Mentari, tidak mudah baginya untuk menjalani hidupnya yang seperti orang pada umumnya. Tidak memiliki wali nikah dan tidak tau rupa seorang ayah yang menghadirkannya kedunia ini.
Di sebelah kiri, Vina merasa bahagia karena hubungan antara Reyhan dan Mentari di tentang oleh Papahnya Reyhan sendiri, ia masih ada peluang untuk mendapatkan cinta Reyhan untuk dirinya. Tapi, di sisi lain ia cemburu dengan pandangan yang ada di depannya. Reyhan begitu kekeh ingin mempertahankan Mentari menjadi kekasihnya dan apa yang baru ia dengar, Reyhan pun melamar Mentari menjadi istrinya di depan makam ibunya Mentari.
__ADS_1
Itu tidak akan mungkin terjadi, Vina akan menggagalkan rencana itu. Dirinya saja yang harus menjadi istri satu-satunya di keluarga Reyhan. Ia masih bisa merebut perhatian Papahnya Reyhan untuk meyakinkan bahwa dirinya yang pantas menjadi mantu di keluarga itu.
Semuanya pergi hanya Mentari dan Reyhan yang ada di makam tersebut. Reyhan yang enggan untuk meninggalkan Mentari sendirian ia akan menemaninya sampai Mentari mau di ajak untuk pulang.
"Jangan kayak gini, Tar. Kasian ibu kalau kamu kayak gini terus, kita pulang ya," ajak Reyhan untuk kesekian kalinya, ia takut terjadi sesuatu dengan Mentari yang masih lemas.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Mau pulang kemana? Sekarang aku tidak punya rumah dan tujuan....