Antara Cinta Dan Sahabat (Cinta Segi Tiga)

Antara Cinta Dan Sahabat (Cinta Segi Tiga)
Berjuang mendapatkan restu


__ADS_3

Ungkapan balasan Mentari pun membuat Reyhan terdiam sesaat, jawaban Mentari yang begitu tenang tapi jawaban yang masih belum yakin. Ia ingin jawaban itu menerima lamarannya dan melanjutkan rencananya yang lebih serius.


"Kenapa?" tanya Reyhan lagi yang butuh kepastian dan keyakinan agar dirinya bisa memperjuangkan lagi cintanya pada seorang wanita yang ada di hadapannya sekarang.


Mentari tau apa yang di pikirkan oleh Reyhan sekarang ini. Bukannya ia menolak atau meminta Reyhan untuk menunggunya tetapi ada seorang yang harus Reyhan dahulukan yaitu tentang restu dari Papahnya yang lebih kuat lebih berhak atas Reyhan. Ia tidak ingin mengambil seseorang yang begitu berarti dalam hidupnya kecuali restu itu sudah ada di tangannya.


Mentari genggam tangan Reyhan dan memberikan senyum terbaiknya. Agar Reyhan tidak mengharapkan lebih padanya. Saat ini yang ada di pikiran Mentari hanya ingin fokus belajar dan belajar untuk mewujudkan impiannya bersama mendiang ibunya yang pernah mengharapkan dirinya menjadi orang sukses dan bikin bangga ibunya.


"Apa aku tidak meyakinkan, Tar. Aku sungguh-sungguh," ucap Reyhan di sela ia membalas genggaman tangan Mentari.


"Aku percaya dengan cinta tulus mu, Rey. Tapi restu dari Papah mu lah yang harus kita dapatkan. Dan aku tidak akan mengambil seorang yang berharga dalam hidupnya dengan paksa atau memaksa, aku ingin mengambilnya dengan restu tulus darinya." jawab Mentari yang begitu tulus dari dalam hatinya.


Hari pun semakin sore membuat Reyhan mau tidak mau pun harus pergi karena tidak enak selalu ada di dalam kos'an bersama dengan Mentari. Ia yang begitu khawatir saat meninggalkan Mentari seorang diri di tempat ini. Walaupun ia sudah menitipkan Mentari pada pemilik kos'an tersebut jika Mentari ada apa-apa dan terjadi sesuatu padanya.


"Aku pergi dulu ya?" pamit Reyhan yang enggan beranjak dari tempat ini.


" Kamu gak usah khawatir ya? Aku baik-baik saja," jawab Mentari yang meyakinkan sang kekasih agar tidak khawatir pada dirinya.

__ADS_1


Reyhan pun mengangguk pasrah, ia meninggalkan tempat ini walaupun dengan rasa khawatirnya pada Mentari. Berjalan menuju tempat dimana mobil berada tidak jauh dari tempat kos'an Mentari.


Masuk dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk sampai di rumahnya yang agak jauh dari tempat kos'an, memakan waktu sekitar satu setengah jam untuk sampai di kediamannya.


Sampai di rumah, Reyhan memarkirkan mobilnya dan masuk kedalam rumah dengan begitu tenang. Saat akan masuk ke dalam kamarnya ia di panggil oleh Papahnya yang ada di ruang tamu seorang diri.


Dan Reyhan pun harus menghampiri Papahnya yang ingin bicara serius dengannya. Reyhan sudah menduga kalau sang Papahnya ingin membicarakan tentang dirinya dan Mentari saat ini.


"Ada apa, Pah?" tanya Reyhan yang ia dudukkan bokongnya di sofa ruang tamu.


"Kamu pasti sudah tau maksud Papah untuk memanggil dirimu," ucap Papah Bagas yang begitu dingin dan datar.


"Tinggalkan Mentari atau Papah akan hapus kamu dari harta warisan yang Papah berikan walau kamu masih kekeh berhubungan dengan wanita itu," ancam Papah Bagas yang tidak main-main.


"Pah, Reyhan mohon kali ini saja, Reyhan hanya meminta ini saja. Biarkan Reyhan dan Mentari tetap berhubungan dan meminta restu Papah," ucap Reyhan yang mengiba pada Papahnya, semoga papahnya bisa memberikan doa restunya pada hubungannya dengan sang kekasih.


"Papah malu, Rey. Apa kata temen-temen Papah dan klien Papah jika Papah mempunyai seorang mantu yang tidak tau asal usulnya dan papahnya juga tidak jelas," sahut Papahnya yang begitu marah. Ia yang sudah emosi saat sang anak susah untuk di atur.

__ADS_1


"Reyhan selalu menuruti kemauan Papah dan mengikuti Apa yang di perintahkan oleh Papah, Reyhan cuma minta satu permintaan saja, Pah. Papah harus ngerti perasaan Reyhan kali ini. Cinta tidak bisa di paksakan,"


"Pokoknya kata Papah tidak boleh ya tidak boleh, jangan membantah ucapan Papah ," ancam lagi sambil berlalu meninggalkan Reyhan seorang diri.


Reyhan yang frustasi karena tindakan Papahnya yang seenaknya terhadap dirinya. Ia mengusap tengkuknya dengan kasar dan membuang napas dengan kasar. Ia harus berbuat apa lagi untuk meyakinkan bahwa hubungan dengan Mentari begitu tulus dari hatinya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Aku akan berjuang lagi untuk mendapatkan restu itu, aku tidak akan pernah melepaskan kamu Tari....


__ADS_2