Antara Cinta Dan Sahabat (Cinta Segi Tiga)

Antara Cinta Dan Sahabat (Cinta Segi Tiga)
Permintaan Vina..


__ADS_3

"Mentari tidak ikut?" tanya Mama Sarah yang melihat sekeliling mencari seseorang.


Semuanya mengernyitkan dahinya tanda tidak paham dengan pertanyaan wanita paruh baya yang masih cantik.


"Maksud kamu?" tanya balik Mama Lita.


"Iya, Mentari yang itu loh, jeng. Yang pernah ke butik saya," jelas Mama Sarah pada semua orang.


"Oh, gak ikut, dia kan bukan anak saya jeng, dia hanya anak pembantu saya," jawab Mama Lita yang mulai tidak suka dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh temannya.


Mama Sarah mengangguk dan tidak bertanya lagi, ia mempersilahkan tamunya masuk dan langsung ke ruangan makan yang sudah disediakan sejak tadi.


"Silahkan jeng," ajak Mama Sarah pada tamunya.


Keluarga pak Ibrahim pun mengangguk dan menempati tempat duduk masing-masing untuk memulai makan bersama.


"Saya panggilkan suami saya dan anak saya dulu ya," ucap Mama Sarah pada keluarga pak Ibrahim.


Semuanya mengangguk dan tersenyum, Mama Sarah berlalu meninggalkan tempat makan untuk memanggil suaminya dan anaknya.


Beberapa menit, Pak Bagas dan keluarga turun menghampiri mereka yang sudah duduk di kursinya masing-masing.


"Selamat malam, Pak Ibrahim," sapa Pak Bagas.


Pak Ibrahim pun menoleh dan beranjak dari kursinya, ia menghampiri dan bersalaman.


"Malam juga, Pak Bagas. Terimakasih sudah mengundang keluarga kami untuk makan malam bersama di kediaman anda," sahut Pak Ibrahim.


"Sama-sama, Pak Ibrahim. Anggap ini adalah silaturahmi buat keluarga kita," balas Pak Bagas.


"Ayo silahkan duduk lagi," ajak pak Bagas pada tamunya.


Pak Ibrahim pun mengangguk dan duduk kembali.


"Oh, iya. Jeng. Anak kamu gak ada ya?" tanya Mama Lita melihat sekeliling tidak menemukan sosok anak dari temannya.


"Bentar lagi juga turun, jeng. Dia baru saja nyampe, ayo di makan makanannya,"

__ADS_1


Mama Lita mengangguk dan tersenyum, ia melanjutkan makan malam bersama dengan keluarga temannya. Tak berapa lama Reyhan pun turun dengan setelah santainya, ia menghampiri Mama, Papa dan teman keluarga Mamanya.


"Selamat malam, maaf saya telat." ucap Reyhan yang memecahkan keheningan.


Semua orang menoleh dan melihat kearah Reyhan, Vina terkejut dan seketika bangun dari duduknya.


"Rey," panggil Vina yang kaget dengan keberadaan Reyhan yang ada di kediaman ini.


"Kamu kenal, Vin." bisik Mama Lita pada anaknya.


"Iya, Mah. Vina kenal sama Reyhan, dia kan teman Vina di kampus yang Vina sukai, Mah. Dia adalah pria yang selalu Vina ceritakan pada Mama, dia orang yang kami sebutkan," sahut Vina yang merasa senang dan bahagia bisa bertemu dengan pria yang ia cintai.


Reyhan mematung, ia juga kaget dengan keadaan ini. Ia kaget ketika melihat Vina ada di sini bersama keluarganya. Berarti Vina adalah anak yang di ceritakan oleh Mamanya yang akan makan malam bersama.


"Ternyata ini loh, putra kamu jeng, ganteng banget," ucap Mama Lita memuji anaknya dari temannya, ia baru paham dan mengerti, ternyata anaknya yang mengejar-ngejar pria yang di rebutan oleh Vina dan Mentari yang begitu ganteng dan mapan dari keluarga yang berada dan sudah pasti akan terjamin masa depannya kelak.


"Iya, jeng. Ini putra saya satu-satunya," sahut Mama Sarah.


"Sini duduk, Rey. Malah bengong, kenalin ini keluarga teman Mama dan ini anaknya, namanya siapa?" tanya Mama Sarah pada Vina, ia lupa karena baru mengenalnya.


"Wah, seneng dong, kalian sudah saling kenal dan satu kampus juga," sahut Mama Lita yang tersenyum, ia akan membantu anaknya untuk mendapatkan pria dari anak temannya.


"Iya, iya. Jeng. Saya juga senang banget dengernya,"


Makan malam bersama pun dilakukan kedua keluarga dengan nikmat, dengan iringan obrolan yang begitu hangat.


Setelah selesai, dua keluarga pun di lanjutkan dengan obrolan yang tertunda di meja makan, semua duduk di ruang tamu dengan berbagai cemilan yang sudah di sediakan.


"Terimakasih ya, Jeng. Sudah repot-repot menyiapkan segala hal untuk kita," ucap Mama Lita.


"Sama-sama, Jeng." balas Mama Sarah.


"Vin, boleh kita bicara," ajak Reyhan yang ingin bertanya.


Vina pun mengangguk dan beranjak dari duduknya. Ini adalah kesempatannya untuk dekat dengan pria yang ia sukai.


Reyhan melangkah meninggalkan ruang tamu, ia akan mengobrol dengan Vina agar keluarganya tidak tahu tentang ia yang akan menanyakan tentang keberadaan kekasihnya yang hilang sampai sekarang belum ada kabarnya.

__ADS_1


Setelah sampai di depan rumah, kedua duduk hanya terhalang oleh meja.


"Mau bicara apa, Rey." tanya Vina yang semangat.


"Aku ingin bertanya kepada kamu, tentang Mentari yang menghilang sampai sekarang tidak ada kabarnya, mungkin kamu tau tempat yang Mentari kunjungi di saat seperti ini," tanya Reyhan membuat Vina membulatkan kedua bola matanya. Ia dengar pedenya kalau Reyhan sudah mulai menerimanya dan menjadi pengganti sosok sahabatnya yang entah dimana keberadaannya dari siang sampai malam tidak melihatnya.


"Kamu memanggil aku, hanya untuk menanyakan tentang keberadaan Mentari, Rey. Kamu punya hati dan perasaan gak Rey, aku di sini dan kamu tau kalau aku sangat mencintai kamu, tega kamu Rey, kurang aku apa di mata kamu hingga memilih Mentari yang jelas-jelas banyak kekurangannya di bandingkan sama aku," jawab Vina yang tidak terima kalau Reyhan selalu menanyakannya.


Reyhan terdiam, ia yang harus bagaimana untuk menjelaskan tentang masalah ini. Begitu rumit dan hilangnya kekasihnya yang tanpa ada kabar sedikit pun, membuat ia khawatir selalu memikirkannya.


"Kamu pasti tau, Vin. Dia berada di mana, hanya kamu satu-satunya teman yang terdekat nya Tari,"


"Walaupun aku tau keberadaan Mentari, aku tidak akan memberitahukan kepada kamu, biar Mentari pergi untuk selama-lamanya," sahut Vina dengan nada yang tinggi, ia berlalu meninggalkan Reyhan seorang diri dengan kebingungan dalam pikirannya.


Vina masuk dan menghampiri orang tuanya, ia menangis dan memeluk Mamanya.


"Kamu kenapa, sayang?" tanya Mama Lita yang penuh khawatir dengan keadaan anaknya yang baru balik setelah mengobrol dengan putra dari temannya.


"Reyhan jahat, Mah. Dia sudah keterlaluan sama Vina," adunya pada orang tuanya.


Semua orang mengernyitkan dahinya dan tidak paham dengan ucapan Vina barusan.


"Maksud gimana, sayang?" tanya Mama Lita lagi.


.


.


.


.


.


.


Aku mau Reyhan menjadi kekasihku, Mah, Pah. Vina sangat mencintainya, jadi tolong bantu Vina untuk mendapatkannya...

__ADS_1


__ADS_2