Antara Cinta Dan Sahabat (Cinta Segi Tiga)

Antara Cinta Dan Sahabat (Cinta Segi Tiga)
Acara pertunangan...


__ADS_3

Acara pertunangan yang di selenggarakan oleh Papah Bagas pun berjalan lancar, Reyhan yang sempat menolaknya mati-matian untuk menolak permintaan papahnya pun tidak di dengar olehnya. Papah Bagas yang begitu tegas saat melayangkan permintaan pada putranya yang harus menuruti kemauannya yang tidak boleh di bantah.


sempat Reyhan ingin kabur di acara tersebut selalu gagal dan gagal, Reyhan hanya memikirkan tentang keadaan Mentari dan Mentari. Papahnya yang mengancam akan menghabiskan nyawa Mentari pun tidak kuasa untuk menolaknya keinginannya demi Mentari. Ia akan melakukan apapun demi cintanya yang selalu aman dari Papahnya yang akan berbuat nekad pada wanita yang ia cintai itu.


Dengan wajah yang kacau dan berantakan, Reyhan mengikuti langkah kaki orang tuanya yang beberapa kali memanggil untuk segera datang ke tempat yang sudah di selenggarakan.


Dengan langkah gontai, Reyhan melangkah dengan lesu ia tidak bersemangat lagi dalam hidupnya sekarang. Cintanya begitu tulus pada Mentari harus terhalang oleh restu dari Papahnya sendiri.


Ia bisa saja nekat untuk keluar dari keluarga yang sudah membesarkan dirinya hingga sekarang ini. Tapi, lagi dan lagi Papahnya selalu mengancam atas nama Mentari. Ia yang tidak ingin terjadi sesuatu pada wanita pujaannya harus mengikuti kemauan yang di inginkan Papahnya.


"Sabar, Rey. Ini juga demi kebaikan kamu juga," ucap Mama Sarah yang selalu meyakinkan sang putra agar tidak kacau lagi. Karena pertunangannya akan di mulai sebentar lagi.


"Kenapa, Mah. Kenapa harus begini, Reyhan sayang sama Mentari, Reyhan sudah berjanji akan menjaganya dan melindunginya," lirih Reyhan yang mengingat janjinya pada Mentari waktu pemakaman ibu Mentari.


"Mungkin dia bukan jodoh mu, Rey. Kalau jodoh pasti akan dipertemukan lagi," ucapnya lagi untuk menenangkan putranya.

__ADS_1


"Aarghh... Papah selalu egois, selalu mementingkan dirinya sendiri tanpa memperdulikan perasaan Reyhan, Mah." teriak Reyhan yang ada di dalam kamar hotel tempat dimana diselenggarakan acara tunangannya bersama dengan Vina.


"Sabar sayang, kamu harus terima semua ini, demi orang yang kamu cintai juga,"


"Tapi Reyhan tidak cinta sama Vina, Mah. Reyhan hanya mencintai Mentari hanya Mentari." ucapnya yang memohon pada Mamanya agar bisa membantu untuk keluar dari masalah ini. Ia ingin segera menemui Mentari yang lagi sedih.


Didalam kos'an, Mentari mengurung diri saat pulang dari kampusnya. Ia belajar pun tidak fokus saat menerima surat undangan dari mantan sahabatnya itu. Hatinya sakit dan perih, ia yang akan berjuang bersama-sama demi mendapatkan restu dari Papahnya Reyhan pupus sudah. Harapan tinggal harapan sekarang. Ia tidak bisa lagi menahan dan memiliki Reyhan yang sebentar lagi akan berstatuskan menjadi tunangan mantan sahabat itu.


"Kamu jahat, Rey. Mana janji-janji kamu yang akan memperjuangkan ku," lirih Mentari dengan derai air matanya.


Ia meringkuk di atas kasur lantai dengan wajah yang kacau dan sembab. Beberapa kali Reyhan menghubungi tapi Mentari tidak merespon dan mengangkatnya.


Ia hanya ingin menenangkan pikiran dan hatinya yang lagi sakit dan merasakan perih saat melihat surat undangan tersebut yang tercantum nama kekasihnya dan mantan sahabat itu.


Di gedung pencakar langit milik keluarga yang terpandang siapa lagi kalau bukan milik Pak Bagas Ayah dari Reyhan yang sedang merayakan acara tunangan Putra satu-satunya pewaris tunggal perusahaan yang ia pimpin.

__ADS_1


Dengan wajah sedih, Reyhan masih mengikuti langkah orang tuanya yang lagi menghimpit dirinya menuju tempat dimana acara di selenggarakan.


Sudah ada Vina berserta orang tuanya yang sudah siap dan para rekan-rekan yang hadir untuk memeriahkan acara tersebut.


Vina begitu bahagia saat melihat Reyhan sudah ada di tengah-tengah mereka, ia merasa menang saat ini bisa mendapatkan Reyhan seutuhnya tanpa sudah-sudah untuk memisahkan antara Mentari dan Reyhan.


Masa bodoh dengan penolakan cinta dari Reyhan, ia yang sudah bahagia mendapatkan raga Reyhan walaupun tidak dengan cintanya.


Perlahan ia akan mendapatkan cintanya juga setelah memiliki raganya, perlahan Vina akan masuk kedalam hatinya dan menggeser nama Mentari di sana.


Acara demi acara pun berlangsung dengan lancar begitu pun dengan pertukaran cincin kedua belah pihak. Semua bertepuk tangan atas pasangan yang begitu cantik dan ganteng ini.


Vina bahagia sekarang, kini ia sudah bisa memiliki Reyhan seutuhnya tanpa harus melakukan berbagai macam untuk memisahkan mereka. Vina meraih tangan Reyhan untuk ia genggam. Tapi, lagi dan lagi Reyhan menolak dengan kasar.


Walaupun kamu memiliki ragaku, tapi tidak dengan cinta ku, aku akan selalu mencintai Mentari hanya Mentari camkan itu...

__ADS_1


__ADS_2