Antara Cinta Dan Sahabat (Cinta Segi Tiga)

Antara Cinta Dan Sahabat (Cinta Segi Tiga)
Ungkapan perasaan..


__ADS_3

"Permisi, Apa yang kalian lakukan di dalam?" pertanyaan seorang ibu kos'an yang datang bersama seseorang wanita yang tak lain adalah Vina.


Sedari tadi Vina membututi Mentari dan Reyhan sampai ke sini, ia bahagia saat Mentari keluar dari rumahnya. Tapi, ia tidak bisa membiarkan Mentari hidup tenang bersama pria yang ia cintai. Vina akan lakukan apapun demi mendapatkan cinta dari Reyhan.


"Saya sama Mentari lagi makan, Bu," jawab Reyhan dengan apa adanya.


"Benarkah? Kenapa lama sekali?" tanya Bu kos'an lagi.


"Saya tidak mau ada orang yang berbuat yang tidak-tidak tempat saya," sambungnya lagi dengan sebuah ancaman.


"Saya tidak berbuat apapun, Bu. Saya hanya makan saja," jelas Reyhan.


"Bohong, Bu. Jangan percaya, mana mungkin dua orang yang tidak ada ikatan apapun di dalam kos'an seperti ini," ucap Vina yang memanasi suasana.


"Jangan macam-macam ku, Vin," sahut Reyhan yang tidak terima.


"Terus apa dong, kalau tidak berbuat apa-apa? Jangan munafik kamu, Rey?" balas Vina tidak kalah emosi.


"Sudah sudah, ngapain kalian ribut di sini, dan saya tidak mau kalau ada orang yang berbuat mesum di tempat kos'an saya, mengerti?" ucap Bu kos kos'an itu lalu meninggalkannya.


"Bu... Bu... Urusan belum selesai," teriak Vina yang memanggil Bu kos'an itu.

__ADS_1


"Rencana mu tidak akan berhasil, Vin. Sampai kapan pun aku tidak akan meninggalkan Mentari hanya karena kamu," ancam Reyhan melihat Vina dengan tatapan marah.


"Dan aku akan pastikan kamu akan berlutut di hadapanku, untuk meminta belas kasih cintaku." balas Vina lagi, lalu meninggalkan Reyhan.


Didalam kamar kos'an, Mentari yang penasaran di depan pintu depan kos'an yang ia dengar ada keributan entah itu apa! Ia juga penasaran ingin melihatnya.


"Ada apa, Rey?" tanya Mentari yang sudah ada di samping Reyhan yang lagi melamun.


"Eh, iya. Kamu sudah makannya?" tanya Reyhan yang mengalihkan pertanyaan Mentari. Ia tidak ingin Mentari tahu dengan kedatangan Vina barusan.


"Siapa yang datang, Rey?" tanya Mentari lagi.


"Salah tempat, Tar. Tadi ada sales kirim," alesan Reyhan, ia berbohong karena takut Mentari membahas tentang masalah kemarin lagi.


Mentari pun menurut saat tangannya di tarik oleh Reyhan, ia duduk bersama Reyhan sambil membukakan makanan yang tadi di pesan oleh Reyhan.


"Makan yang banyak ya," titah Reyhan yang tersenyum.


Mentari pun mengangguk dan membalas senyuman Reyhan, ia bahagia masih bisa tersenyum di saat hati dan pikirannya lagi kacau. Dan ia beruntung Reyhan selalu ada di sampingnya dan menemaninya di saat lagi terpuruk.


Selesai makan, keduanya mengobrol masalah tadi yang sempat di perbincangkan oleh Reyhan. Ajakan Reyhan yang ingin Mentari menjadi istrinya itu tidak main-main.

__ADS_1


"Kamu mau kan? Aku serius, Tar." pinta Reyhan lagi.


"Tapi, Rey. Gimana dengan keluarga kamu terutama Papah kamu, Rey. Aku tidak mau jadi beban masalah di kemudian hari, kalau kita lanjutkan hubungan ini," lirih Mentari, ia juga merasakan perasaan yang bimbang saat ajakan Reyhan begitu serius.


"Kita hadapi bersama-sama, Tar. Kita tunjukkan cinta pada Papah ku, pasti papah akan merestui kita," ucap Reyhan yang meyakinkan sang kekasihnya sambil menggenggam tangannya.


Mentari terdiam, ia bingung dengan ajakan Reyhan yang begitu serius. Ia juga ingin bersama Reyhan dan membina hubungan lebih lanjut lagi. Tapi, ia kepikiran tentang keinginan sang ibu untuk terakhir kalinya untuk dirinya menjadi orang sukses dan membanggakannya.


"Aku ingin mewujudkan impian ibuku dulu, Rey. Kamu ngerti ya," tolak Mentari dengan secara lembut, ia bukannya menolak tapi ia masih takut dengan ancaman Papahnya Reyhan yang beberapa hari mengancam dirinya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Kalau kita jodoh pasti Tuhan akan memberikan kemudahan tentang hubungan kita, jadi bersabarlah dan tetap seperti ini jika hubungan kita harus berhenti di sini...


__ADS_2