Antara Cinta Dan Sahabat (Cinta Segi Tiga)

Antara Cinta Dan Sahabat (Cinta Segi Tiga)
Perjuangan..


__ADS_3

Hari pertama Mentari masuk berkerja di butik ini, membuat ia merasa senang dan bimbang oleh rekan kerjanya. Ia hanya melayani orang yang akan membeli baju dan mengantarkan pesanannya.


Tante Rossa yang pemilik butik ini, merasa senang dengan kedatangan seorang gadis yang begitu ceria, kenapa ia langsung suka dan nyaman ketika kedatangan gadis tersebut.


"Siang, Bu. Maaf baru nyampe, habis dari kampus langsung ke sini." ucap Mentari yang tidak enak hati pada pemilik butik ini.


"Tidak apa-apa, kuliah kamu sudah bereskan?" tanya Rossa.


"Hari ini cuma ada satu kelas, Bu. Rencananya Tari hanya ingin masuk kelas pagi, kalau di setujui oleh dosen."


"Tidak apa-apa, Tar. Sepulangnya saja dari kampus."


"Terimakasih, Bu. Tapi, Tari gak enak Bu, baru juga diterima."


Wanita baya tersebut hanya tersenyum, ia sebenarnya ingin bertanya pada anak semata wayangnya. Kenapa menginginkan gadis ini untuk berkerja di butiknya, ini adalah suruhan sang anak agar ia gadis di hadapannya bisa berkerja di butiknya tanpa melamar dan interview. Membuat Mama Rossa merasa aneh dengan melakukan sang anak.


Tapi, ia juga begitu senang dengan kedatangan gadis ini. Membuat anaknya yang begitu dingin menjadi hangat dan banyak tersenyum.


"Kamu udah lama tinggal bersama jeng Lita?" tanya Mama Reyhan.


"Sudah lama, Bu. Semenjak ibu saya mengandung saya. Dan, menemukan ibu saya yang sedang kesusahan waktu itu sedang mengandung saya baru beberapa bulan" ucap Mentari yang jujur.

__ADS_1


Mama Reyhan yang mengerutkan keningnya, ia tidak paham dengan ucapan gadis di hadapannya.


"Memang kemana Papa kamu?" tanya Mama Rossa yang penasaran.


"Saya juga tidak tahu pasti, Bu. Ibu saya tidak pernah menceritakan dan memperlihatkan wajah sang Ayah pada saya." ucap Mentari yang begitu sedih atas dirinya sendiri yang tak punya sosok seorang Ayah di sisinya.


"Untungnya Pak Ibrahim yang menggantikan sosok itu di dalam kehidupan saya, sosok yang tak pernah ada di dalam kehidupan saya, melihat wajahnya saja saya belum tahu, seperti apa rupa wajah yang telah menghadirkan saya ke dunia ini." ucap Mentari yang mulai berkaca-kaca, ia langsung menghapus air matanya dan mulai menyadari apa yang ia ucapkan pada pemilik butik ini, begitu lancang ia menceritakan tentang kehidupannya pada orang yang baru ia kenal.


"Maaf, Bu. Saya tidak sopan dan lancang menceritakan tentang kehidupan saya, sekali lagi maaf, Bu." ucap Mentari yang tidak enak hati.


"Tidak apa-apa, kamu bisa menganggap saya sebagai teman." ucap Mama Reyhan yang begitu terharu dan sedih mendengar kisah kehidupan gadis ini.


"Ya udah sekarang kamu siap-siap ganti baju yang sudah di sediakan oleh rekan kerja yang lainnya."


Ia bertanya pada teman rekan kerjanya, apa yang harus ia lakukan di waktu pertama ia berkerja, rekan kerjanya yang begitu baik dan ramah, bisa menunjukkan dan memberikan arahan pada dirinya yang belum mahir di bidang ini.


Ada Pria ganteng masuk ke dalam butik ini, walau bukan Reyhan anak pemilik butik ini. Ia mengedarkan pandangannya untuk mencari wanita pujaannya yang sedang berkerja di butik Mamanya atas usulan ia. Ingin gadis pujaannya selalu ada di sampingnya dan bisa mengawasi setiap saat, di kampus dan di sini. Ia tidak mau ada seorang laki-laki yang mendekati dan meliriknya.


Walaupun ia bukan siapa-siapa atas dirinya. Tapi, Reyhan akan berjuang dan mendapatkan gadis pujaannya walaupun dengan cara begini. Ia melangkah menuju ruangan Mama berada, membuka pintu dan masuk ke dalam, ia melihat Mamanya yang sedang menelpon dengan seseorang. Segera Mamanya memutuskan telponnya dan menghampiri sang anak yang lagi duduk di sofa ruangan ini.


"Tumben ke butik Mama?" tanya Mamanya pada sang anak, ia tahu dengan maksud sang anak kemari.

__ADS_1


"Mama tidak membocorkan sesuatu kan pada Mentari?" tanya Reyhan pada Mamanya yang penuh selidik.


"Kapan Mama pernah bohong kepada kamu, Rey." tanya Mamanya.


"Awas aja kalau Mama kasih tahu pada Mentari." ancam Reyhan pada Mamanya.


"Memang kenapa? Kalau Mama kasih tahu Rey."


"Dia orangnya tidak mau di kasihani, Mah. Mentari orang mandiri, tidak mau di kasihani siapa pun termasuk keluarga teman Mama itu."


"Emang kamu segitu perhatiannya pada gadis itu, siapanya kamu?"


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bukan siapa-siapanya sih, masih dalam proses pede Kate, Mah.


__ADS_2