Antara Cinta Dan Sahabat (Cinta Segi Tiga)

Antara Cinta Dan Sahabat (Cinta Segi Tiga)
Patah hati...


__ADS_3

"Kamu tidak pantas, Mentari." teriak Vina yang menghampiri keduanya.


Semua orang menoleh, dan mendengar perkataan yang diucapkan Vina barusan, membuat semua orang bertanya-tanya


Melangkah dengan angkuhnya, Vina mendekati Reyhan yang sedang berlutut dihadapan Mentari.


"Dia tuh gak pantas, Rey. Kamu jangan pernah mengungkapkan perasaan kepada Mentari, dia tuh gak cinta sama kamu." adu Vina dengan muka tidak suka.


"Apa maksudmu, Vin?" tanya Reyhan yang bangun.


"Aku punya buktinya," dengan pedenya Vina berkata seperti itu.


"Bukti apa?" tanya Reyhan lagi.


Segera Vina mengeluarkan ponselnya, ia membuka dan mencari rekaman yang tersimpan didalam ponselnya. Vina langsung memutarnya tanpa bertanya lagi.


'Oh, iya. Tar. Lu suka sama Reyhan?' tanya Vina.


'Suka sama cowok nyebelin seperti dia, gak. Amit-amit deh kalau gue jatuh cinta sama dia..' jawab Mentari.


Deg...


Jantung Reyhan seketika berhenti berdetak, hatinya sakit saat ungkapan perasaan wanita yang ia cintai tidak mencintainya. Reyhan yang begitu tulus mencintainya tanpa memandang status perbedaan antara dirinya dan dengannya. Tapi, apa yang ia dengar barusan adalah sebuah pernyataan bahwa wanita dihadapannya tidak mencintainya, cinta hanya bertepuk sebelah tangan. Hatinya kecewa, pengorbanan yang telah ia lakukan selama ini sia-sia.

__ADS_1


Vina tersenyum, ia mematikan rekaman tersebut, dan mendekati Reyhan dengan wajah yang tidak bisa digambarkan dengan kekecewaan ini.


Mentari merasa syok dengan apa yang ia dengar barusan, Vina merekam sejak kapan? Ia mengingat-ingat sesuatu yang pernah ia ucapkan. Baru ia akan mengungkapkan perasaannya untuk pria yang ia cintai itu. Tapi, sebuah kenyataan membuat dirinya merasa malu.


"Rey..," panggil Mentari yang memegang tangan Reyhan untuk menjelaskan sebuah rekaman itu.


"Aku yang terlalu berharap, Tar. Mungkin ini terlalu buru-buru untuk ungkapan cintaku," ucap Reyhan dengan kekecewaannya.


Mentari menggelengkan kepalanya, ia ingin berbicara tapi dihalang oleh Vina sahabatnya.


"Kamu tidak tahu diri ya, Tar. Udah dikasih enak juga malah nusuk aku dari belakang. Kamu tau kan kalau aku sayang banget sama Reyhan, kenapa seolah-olah kamu mengkhianati kepercayaanku, kurang apa aku sama keluarga aku sampai kamu tega berbuat seperti ini." ucap Vina dengan muka sedihnya dan air mata yang menetes.


"Hu...," sorak mahasiswa dan mahasiswi yang mendengar ucapan Vina barusan.


"Iya yah. Muka aja so polos tapi bermuka dua, so alim." ucap mahasiswi itu.


Semua orang yang berkerumunan membubarkan masing-masing, ia yang tadi ingin menyaksikan kedua pasangan yang akan menyatakan perasaannya gagal karena insiden yang baru ia dengar, semua mahasiswa dan mahasiswi mencibir Mentari yang tidak-tidak, setelah ucapan Vina barusan membuat semua orang berpikir kalau Mentari memanfaatkan keadaan.


Reyhan juga meninggalkan Mentari seorang diri di susul oleh Vina dari belakang.


Mentari sendirian, semua orang meninggalkan dengan tatapan yang berbeda. Hatinya sakit sebelum ia menerima cinta Reyhan, ia kecewa pada dirinya sendiri saat mengatakan itu, disaat ia belum ada perasaan sama Reyhan, sekarang ini berbeda. Ia merasakan apa itu artinya cinta, ia juga merasakan perasaan yang sama seperti Reyhan padanya.


Tapi, ini sudah terlambat, semua sudah terjadi, Reyhan sudah meninggalkannya tanpa menghiraukan ucapan atau pun alasan ia berbicara seperti itu di rekaman ponsel Vina.

__ADS_1


Tidak menyangka apa yang dilakukan oleh Vina, mempermalukan dirinya ditempat umum seperti ini, semua orang memandang dengan tatapan aneh. Mentari mengusap air matanya yang tak henti mengalir tanpa ia tahan.


"Kamu pasti kuat, Tari. Semangat.." batin Mentari yang menyemangati dirinya sendiri.


Ia berlalu meninggalkan tempat yang begitu indah, hiasan bunga yang indah dihias demikian rupa. Ini adalah momen yang terindah berujung kesedihan menurut Mentari.


Mentari melangkah masuk ke dalam kelas, semua orang menatapnya dengan sinis dan kecewa. Mentari adalah mahasiswi yang pintar dan polos, wanita cantik dengan segudang prestasi yang diperoleh oleh Mentari.


Mentari duduk tidak jauh dari Vina sahabatnya, ia ingin membuka tasnya untuk mengambil buku, tapi suara Vina membuat ia mematung.


"Aku tidak mau lagi menjadi sahabatmu," ucap Vina yang beranjak dari kursinya, ia akan berpindah kursi dekat Reyhan.


Reyhan terdiam, ia tidak menanggapi ucapan orang-orang, ia hanya ingin mengoptimalkan perasaannya terhadap Mentari.


"Rey, boleh kita bicara?" ucap Mentari dengan wajah yang tertunduk, ia takut dengan tatapan Reyhan padanya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Tolong jangan ganggu aku dulu...


__ADS_2