Antara Cinta Dan Sahabat (Cinta Segi Tiga)

Antara Cinta Dan Sahabat (Cinta Segi Tiga)
keputusan Mentari...


__ADS_3

"Maaf, Vin. Aku tetap akan memilih Mentari," ucap Reyhan dengan tegas, ia tidak ingin kehilangan wanita yang ia cintai itu lagi. Sudah cukup baginya yang selalu bikin orang yang ia. cintai menderita karena ulah orang tuanya yang egois karena mementingkan dirinya dan perkejaan.


"Tidak bisa kayak gitu, Rey. Aku malu dan sekarang kita lanjutkan ya," mohon Vina, ia tidak perduli dengan harga dirinya yang memohon pada seorang pria yang ia cintai itu.


Suasana semakin riuh dengan perdebatan antara kedua keluarga tersebut. Mentari hanya bisa terdiam. Ia sebenarnya sudah mengikhlaskan Reyhan untuk menikah dengan Vina. Tapi lagi lagi Om Bagas yang berubah pikiran dan baik padanya yang mendukung dirinya untuk kembali pada Reyhan.


Saat kejadian kecelakaan itu, om Bagas menolak kehadirannya dan membencinya dengan terang terangan.


Tapi sekarang Om Bagas mendukungnya dan memerintahkan untuk kembali dan menjadi menantunya. Perkataannya pun membuat Mentari yang ingin mati-matian untuk mendapatkan restu pun seolah ingin berhenti. Ia juga tidak ingin menjadi istri dari Reyhan yang begitu sempurna dan dirinya hanya seorang wanita yang banyak kekurangan dan tak berdayanya hanya duduk di atas kursi roda.


Apa karena kasihan, apa karena balas budi karena telah menyelamatkan nyawanya dari maut sejak itu.


Rasa tak percaya diri dalam diri Mentari seolah ia akan jadi beban dalam hidup Reyhan yang sekarang ini. Bukannya ia yang melayani suaminya malah dirinya yang dilayani seperti orang lumpuh.


Kaki Mentari hanya lumpuh sementara, Mentari yang harus sering kontrol dan terapi akan memudahkan dirinya untuk berjalan kembali.


Berbaringnya di atas ranjang pasien selama satu bulan, Mentari berjuang hidup untuk melawan takdirnya yang sedang menghampiri. Ia hanya ingin mewujudkan impian mendiang ibu yang ingin dirinya sukses.

__ADS_1


"Lanjutkan saja, Rey. Kasihan Vina, dia lebih membutuhkan kamu dari pada aku," sahut Mentari yang memecahkan perdebatan antara dua keluarga. Mentari hanya ingin hidup tenang jauh dari masalah yang selalu ia hadapi.


Reyhan yang kaget dengan perkataan Mentari langsung berlutut kembali, ia ingin memastikan langsung pendengarannya itu tentang apa yang tadi mentari ucapkan.


"Bagus lah kalau kamu tau diri dengan keadaan kamu ini, kamu hanya wanita yang membawa sial," ujar Vina yang menghina mantan sahabatnya itu. Saat dulu Vina selalu membela Mentari dari orang orang yang jail dan iseng mengerjainya. Vina akan menjadi punggung dari orang orang yang tidak suka pada sahabatnya itu.


Tapi apa sekarang, Vina yang dulu dan sekarang jauh berbeda. Mentari tidak mengakui perlakuan Vina yang berubah 98% sekarang membencinya.


Reyhan genggam tangan halus Mentari, ia akan meyakinkan ucapan Mentari salah.


"Kamu tidak bercanda kan, Tar. jawab jangan bikin aku kecewa," tanya Reyhan, takut hal itu benar Reyhan begitu kecewa dengan sikap Mentari yang tak pernah peka dengan kesungguhan dirinya yang serius ingin menjadi Mentari wanita satu-satunya didalam hatinya dan hidupnya.


Reyhan menggelengkan kepalanya, ia tidak perduli semua itu. Yang ia inginkan hanya kehadiran Mentari dan menjadi miliknya seutuhnya. Reyhan yang menerima Mentari apa adanya yang sudah ia tekatkan sejak ia melamar Mentari di depan makam mendiang ibunya.


"Aku yang akan mengurus mu, Tar. Percayalah aku menerima keadaan kamu seperti apapun," yakinkan Reyhan pada Mentari, tidak ingin kehilangan untuk kedua kalinya. Reyhan akan menahan Mentari untuk tidak pergi lagi dari kehidupannya selama ini.


"Om juga sudah merestui kalian," sahut Om Bagas.

__ADS_1


"Kamu dengar kan, Tar. Kita berhasil meruntuhkan tembok tinggi itu untuk mendapatkan restu itu. Jadi, ku mohon mau kah menikah dengan ku," mohon Reyhan yang melamar Mentari kedua kalinya. Kali ini Reyhan yang malu dan keberatan melamar di ruangan tempat ia akan berlangsung pernikahan dengan Vina yang sudah berantakan.


Mentari melihat sekeliling, ia tidak ingin melihat kehancuran dari Vina yang begitu mencintai sosok pria yang sama ia cintai. Dan ia selalu mengalah soal pria yang selalu suka padanya, tapi apa ia harus egois dan lebih mementingkan dirinya sendiri. Mentari melihat ke arah Mamah Sarah dan dirinya menganggukkan kepalanya tanda mengizinkan untuk menerima lamaran putranya ini.


Mamahnya Vina yang tersulut emosi saat lamaran Reyhan untuk wanita lain didepan acara berlangsungnya proses ijab kabul putrinya yang sebentar lagi akan sah menjadi istri dari putra sahabatnya itu.


Saat ingin protes sang suami mencegahnya dan menahan istrinya untuk diam, ia yang sudah jahat memisahkan kedua orang yang sedang saling cinta itu. Ia tidak ingin rumah tangga putrinya berantakan karena cinta putrinya bertepuk sebelah tangan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Aku, aku mau. Tapi sampai aku sembuh dulu...


__ADS_2