Antara Cinta Dan Sahabat (Cinta Segi Tiga)

Antara Cinta Dan Sahabat (Cinta Segi Tiga)
Mencari lagi..


__ADS_3

Perkataan papahnya membuat Reyhan seketika menoleh ke arahnya. Ia tidak suka dengan keputusan sepihak tanpa bertanya lagi pada dirinya. Sudah cukup ia menuruti kemauannya bertunangan dengan wanita yang tidak ia cintai, dan sekarang ia di kejutkan dengan keputusan yang membuat Reyhan syok.


"Jangan bercanda, Pah. Ini terlalu cepat, Reyhan belum bisa menerima semua ini. Tolong kembalikan Mentari dulu," pinta Reyhan yang memohon pada Papahnya agar mengembalikan wanita yang ia cintai.


"Sudah ku bilang, papah tidak menyembunyikan wanita itu," sahut Papah Bagas.


"Terus kemana Mentari, Pah? Dia menghilang tanpa jejak," ucapnya lagi yang sudah frustasi.


"Mungkin dia sudah menyadari keadaannya hanya seorang--," belum Papah Bagas melanjutkan perkataannya Mamah Sarah menimpali percakapan antara suami dan anaknya.


"Kembalikan Mentari, Pah. Kasihan Reyhan," sahut Mamah Sarah.


Keduanya menoleh berbarengan, sahutan Mamah Sarah mengejutkan Papah Bagas dan Reyhan yang menatap Papahnya penuh dengan selidik.


"Pah..," panggil Reyhan yang ingin meminta penjelasan dari perkataan Mamah yang tahu tentang keberadaan kekasihnya.


Ia pun sudah menduga semua ini adalah rencana Papahnya yang memisahkan wanita yang ia cintai itu.


"Jangan asal menuduh kamu, Mah. Mana buktinya?" tanya Papah Bagas yang menatap kearah istrinya.


"Aku mendengar percakapan Papah lewat telepon, dan membicarakan tentang Mentari. Apa itu kurang jelas kalau Papah telah menyembunyikan Mentari," jawab Mamah Sarah. Ia yang sudah pasrah dengan amukan sang suami padanya. Lebih sakit harus melihat sang putra yang sudah kacau atas hilangnya orang yang ia cintai itu.


"Jadi benar tuduhan ku, Pah. Papah yang telah menyembunyikan Mentari? Sekarang dimana dia, Pah?" tanya Reyhan yang penuh ketegasan.


"Yang sopan kamu, Rey. Jangan kurang ajar sama papah," bukannya menjawab pertanyaan putranya ia mengalihkan pertanyaan Reyhan tentang Mentari.

__ADS_1


"Jawab, Pah. Bukannya Papah sudah berjanji untuk tidak menyentuh dan mengganggu Mentari. Tapi apa, Pah. Papah mengingkari dan sekarang Mentari pergi," teriak Reyhan mengeluarkan kekesalannya pada orang tuanya yang tega memisahkan antara ia dan Mentari.


Tanpa menjawab pertanyaan putranya, ia pergi meninggalkan kamar Reyhan sambil menyeret istrinya untuk masuk kedalam kamarnya.


"Lepasin, Pah." iba Mamah Sarah yang tahu dengan amukannya. Demi membela sang putra ia rela mendapatkan hukuman dari sang suami.


Melihat Mamahnya di seret seperti itu Reyhan tidak terima, sudah cukup papahnya menghilangkan Mentari, ia tidak ingin terjadi sesuatu pada wanita hebatnya.


"Lepaskan, Pah. Mau di bawa kemana Mamah?" tanya Reyhan yang tak kalah garang melihat kelakuan Papahnya yang emosional.


Papah Bagas tidak menghiraukan panggilan Reyhan, ia terus menyeret istrinya untuk masuk kedalam kamarnya. Yang sudah menggagalkan rencananya demi berjalannya proses pernikahan yang sebenar lagi akan berlangsung.


Brak....


Pintu kamar terbanting dengan keras, Reyhan yang telat menyelamatkan Mamahnya dari amukan sang Papah yang telah egois mementingkan dirinya sendiri.


Reyhan mengetuk pintu dengan keras, ia tidak terima dengan perlakuan Papahnya pada Mamahnya begitu.


"Buka, Pah. Kalau terjadi sesuatu pada Mamah, Reyhan akan melakukan hal yang tak pernah Papah bayangkan seumur hidup Papah," ancam Reyhan yang sudah geram dengan kelakuan Papahnya.


Di dalam kamar, Papahnya menghempaskan tubuh sang istri di atas ranjang dan menatapnya dengan tajam.


"Apa maksud mu, hah. Memberitahukan pada Reyhan tentang Mentari? Kamu mau menggagalkan rencana ku, hah." ucap Papah Bagas dengan suara tinggi.


"Sudah cukup, Pah. Kasihan Reyhan, dia yang menderita di sini, jangan egois, Pah." jawab Mamah Sarah yang menatap wajah suaminya.

__ADS_1


"Sekarang kamu sudah berani pada suami mu ini, Hem," tanya Papah Bagas.


"Bukan gitu, Pah. Apa salahnya kita mengalah demi kebahagiaan Reyhan, Pah. Mentari juga wanita baik," kata Mamah Sarah untuk menyadarkan suaminya yang selalu menjunjung tinggi kekayaan dan kekuasaan.


"Tahu apa kamu tentang wanita itu, dia itu wanita yang tidak pantas untuk Reyhan, apa kata orang-orang kalau wanita itu tidak memiliki seorang ayah," balas Papah Bagas yang tak kalah dengan istrinya.


Mamah Sarah terdiam, ia yang sudah kehabisan perkataan hanya tertunduk. Jika saja ia bisa membantu Reyhan dengan cara lain akan ia lakukan demi putra satu-satunya itu.


.


.


.


Di luar, Reyhan pergi untuk mencari keberadaan kekasihnya. Ia akan mengandalkan otaknya untuk mencari sesuatu agar sang Papah mengembalikan wanita yang ia cintai itu.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Akan ku pastikan kamu selalu ada di samping ku, Tar. Kita akan bahagia selamanya...


__ADS_2