Antara Cinta Dan Sahabat (Cinta Segi Tiga)

Antara Cinta Dan Sahabat (Cinta Segi Tiga)
Flashback


__ADS_3

Flashback ...


Selesai pertemuannya dengan pak Bagas Mentari yang lagi menunggu ojek online yang ia pesan tadi. Rasa kesalnya pada Papah Reyhan menginginkan dirinya untuk pergi dari kehidupan Reyhan, sempat Mentari memohon untuk meminta restu padanya. Tapi, apa yang Mentari dapat hanya cacian dan hinaan yang ia dapat, begitu menjijikan kah dirinya menjadi bagian dari keluarganya.


Tapi, Mentari tidak bisa memungkiri memang hidup penuh dengan kekurangan dalam hal keluarga,ia hanya memiliki ibu saja sudah pergi untuk selamanya. Lantas Mentari harus berbuat apa untuk masa depannya sekarang.


Sekarang ia akan memikirkan hidupnya sendiri, mengubur cintanya bersama dengan Reyhan.


Saat ia menoleh ke kiri, ada mobil dari belakang yang ingin


menabrak pak Bagas. Mentari yang cemas melihatnya pun segera berlari untuk menyelamatkan pak Bagas itu.


"Awas, Pak." dorong Mentari, untuk menyelamatkan pak Bagas dari kecelakaan itu.


Dan, seketika tubuh yang tergeletak dan darah bercucuran dari tubuh Mentari yang sudah menyelamatkan pak Bagas.


Bergegas pak Bagas menghampiri dan melihat kondisi wanita yang di cintai oleh putranya. Ia begitu syok dan cemas melihat keadaan Mentari yang tak berdaya. Segera Pak Bagas mengangkat lalu membawanya ke rumah sakit terdekat.


Supir yang melihatnya juga begitu ayok, ia melihat Tuannya yang sedang memberi kode agar segera menjalankan mobilnya.


.


.


.

__ADS_1


Sampai di rumah sakit, Mentari segera di tindak lanjutkan langsung ke ruangan UGD. Mentari mulai kritis saat dokter datang memeriksanya.


Satu jam sudah Mentari di tangani oleh dokter di dalam, belum ada kabar ataupun dokter keluar sekedar menyampaikan informasi.


Tak berlangsung lama, seorang suster keluar dengan wajah begitu panik dan menghampiri keluarga pasien.


"Dengan keluarga pasien?" tanya suster itu pada Pak Bagas.


"Bukan, Sus. Saya hanya menolongnya," jawab pak Bagas yang enggan mengakui sebagai orang terdekat atau sekedar kenal.


"Pasien kritis, butuh darah secepatnya. Tolong segera adakan," ucap suster itu lalu meninggalkannya dan masuk kedalam lagi.


Pak Bagas menarik napasnya lalu membuangnya perlahan, ia kasihan melihat kondisi wanita yang tak berdaya. Ia takut hal ini sampai putranya tahu, kalau orang yang ia cintai sedang kritis karenanya.


"Cepat carikan pendonor darah yang di inginkan olehnya, cepat." titah Pak Bagas pada supir yang tadi menemaninya.


"Reyhan tidak boleh tahu soal ini, aku harus mencari cara agar tidak ada yang tahu dan wanita itu seakan pergi jauh," gumam Pak Bagas, ia akan mencari cara agar Reyhan tidak curiga padanya.


Beberapa menit kemudian, seorang dokter keluar dengan wajah muramnya. Ia menghampiri orang yang membawa pasien itu.


"Pasien yang bernama Mentari sekarang, koma." ucap seorang dokter pada pria paruh baya yang tadi membawa pasien.


Deg...


Begitu syok saat mendengar pertuturan dari seorang dokter yang baru keluar dari ruangan darurat itu. Apa ia merasakan senang?

__ADS_1


Tentu tidak, ia begitu menyesal karena ulahnya seorang wanita yang tidak punya siapapun lagi di dunia ini harus mengalami semua ini.


"Tapi, masih di sembuhkan, dok?" tanya pak Bagas yang takut hal terjadi pada diri Mentari. Ia takut putranya marah, sedih, kecewa pada dirinya yang telah melukai wanita yang ia cintai itu. Memang ia sudah berjanji tidak akan melukai dan menganggu wanita itu.


"Kemungkinan itu kecil, Tuan. Kondisi pasien yang parah dan banyak mengeluarkan darah," jelas pria berjas putih itu.


Pak Bagas mengusap tengkuknya, ia harus bagaimana. Apa ia harus memberitahukan kepada putranya atau menyembunyikan semua ini darinya.


"Boleh saya temui dia?" tanya Pak Bagas ingin memastikan dan melihat kondisinya yang sekarang.


Dokter itu mengangguk. "tidak boleh lama-lama, Tuan." ucap dokter itu.


Pak Bagas mengangguk paham, ia melangkah dan membuka pintu itu dengan pelan. Dan masuk kedalam ruangan dengan adanya Mentari yang tengah berbaring di atas ranjang dengan alat-alat yang menempel pada tubuhnya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Aku berjanji akan menyembuhkan mu, dan mengembalikan Reyhan untuk mu...


__ADS_2