Antara Cinta Dan Sahabat (Cinta Segi Tiga)

Antara Cinta Dan Sahabat (Cinta Segi Tiga)
kehamilan Vina


__ADS_3

Ucap Rio yang terbata, ia kelepasan nyatanya hanya ingin mencairkan suasana malah ia sendiri membuat suasana semakin mencekam.


"Apa maksud mu?" tanya Papah Ibrahim, ia langsung menghampiri pria yang sejak dulu tak pernah ia suka. Pergaulan yang bebas membuat pak Ibrahim enggan putrinya berhubungan dengannya dan menjadi mantunya.


Vina sekarang merasakan takut, takut karena rahasia akan terbongkar dengan kedatangan Rio. Pria yang sudah menghamilinya yang dulu pernah menjadi kekasihnya itu. Pergaulan bebas yang dulu Vina lakukan kini membuahkan hasil dengan adanya jabang bayi yang ada di dalam perut Vina.


Rio terdiam, dulu saat ia masih berpacaran dengan Vina sempat Rio akan bertanggung jawab atas perbuatannya. Sebejat-bejatnya Rio, dia akan bertanggung jawab atas perbuatannya karena bayi itu tidak bersalah melainkan kedua orang tuanya yang sudah terjun dengan kesenangan sesaat


Di saat itu, Vina yang terbuai dengan rayuan Rio pun menyerahkan mahkota berharga pada orang yang ia cintai itu. Dan saat kedatangan Reyhan Vina berubah sampai 98% pada Rio dan memutuskan hubungannya yang sudah lama berjalin.


Vina sempat tak percaya dengan adanya si cabang bayi beberapa minggu. Vina tidak seperti wanita hamil lainnya yang merasakan morning sickness dan mual-mual di awal kehamilannya.


Waktu mengetahui ia sedang hamil, Vina sempat memukul perutnya agar bayi itu keluar tidak menggangu rencananya untuk mendapatkan Reyhan.Dan terlintas lah pikiran itu untuk memuluskan rencananya.


Rio pernah meminta bertemu dengan Vina untuk membahas tentang kehamilannya dengan dirinya. Rio akan bertanggung jawab dan membesarkan anaknya dengan Vina dan berjanji akan berubah.

__ADS_1


Tapi, lagi dan lagi ia di kecewakan karena Rio di tolak mentah-mentah oleh Vina. Kalau dirinya akan menikah dengan Reyhan yang ia cintai.


Sempat Rio meyakinkan Vina dan kembali padanya, keputusan Vina tetap sama akan melanjutkan menikah dengan Reyhan. Setelah pembicaraan itu Vina berlalu meninggalkan Rio seorang diri dengan rasa bingungnya.


"Kamu sedang hamil Vina?" pertanyaan itu di layangkan oleh pak Ibrahim pada putri satu-satunya yang ia miliki.


Vina terdiam, ia harus jawab apa nyatanya tidak bisa di sembunyikan lagi karena pria yang sudah menghamilinya telah buka suaranya dan seketika rencananya hancur berantakan karena Rio.


"Jawab, Vina? Jangan bikin Papah marah dan kecewa pada mu," bentak pak Ibrahim, ia sangat malu jika itu benar adanya dan putrinya sudah menipu semua orang terutama Reyhan yang harus menanggung kesalahan orang lain.


"Jangan di dengar dia, Pah. Rio bohong hanya ingin kembali pada Vina saja," alasan Vina, ia takut dengan amukan sang Papah jika tahu soal ini. Belum saatnya Vina ketahuan ia tidak ingin mempermalukan dirinya dan keluarganya yang ramai menatapnya.


Vina semakin kesal dan membenci Ayah dari anaknya yang sedang ia kandung. Ingin rasanya ia membunuhnya yang sudah menggagalkan rencananya yang sudah ia susun dengan rapih.


Rio pun memutar rekaman dari ponselnya, percakapan antara ia dan Vina yang sedang membahas masalah Vina yang memberitahukan jika dirinya sedang hamil.

__ADS_1


Sempat Rio menolak dan tidak percaya dengan ucapan Vina, lagi dan lagi Vina meyakinkan dan memberikan sebuah alat panjang yaitu alat tes kehamilan.


semua orang mendengar dengan seksama, ada rasa kecewa yang dirasakan kedua orang tuanya yang sudah lalai menjaga putri satu-satunya. Harapannya hancur dan malu karena aib itu sudah ketahuan oleh orang lain.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Kamu tega, Vina. Papah malu sama kamu...


__ADS_2