
"Selamat pagi menjelang siang, cantik. Jalan yuk?" ajak Reyhan yang tersenyum.
Mentari kaget dengan kedatangan Reyhan yang tiba-tiba, bukannya ia sudah bilang kalau ia tidak ingin keluar rumah ingin menemani ibunya seharian ini.
"Rey," gumam Mentari yang masih terdengar.
"Iya, cantik!" balas Reyhan.
"Kenapa ada disini?" tanya Mentari yang melihat sekeliling, takut Vina menghampirinya.
"Kamu kenapa?" tanya Reyhan melihat kekasihnya dengan aneh.
"Gak apa-apa, Rey." jawab Mentari yang keluar dari dalam dan menarik Reyhan agar jauh dari kediaman Vina.
"Kamu kenapa tarik aku kemari? Ada apa sih?" tanya Reyhan.
"Kok gak ngabarin aku dulu, kalau mau ke sini, aku kan udah bilang hari ini aku ingin bersama dengan ibu gak mau di ganggu," jelas Mentari yang kesal dengan Reyhan.
"Ya aku ingin kasih kamu suprise, Tar. Emang gak boleh ya?" tanya Reyhan yang merenggut kesal tanda ia merajuk.
"Bukannya gitu, Rey. Aku udah bilang sama kamu,"
"Aku kangen," jawab singkat Reyhan. Membuat Mentari merona seketika.
"Apaan sih," balas Mentari yang memukul tangan Reyhan.
"Cie, malu-malu tapi mau," goda Reyhan yang mencolek pipi Mentari karena gemas.
Ehemm...
__ADS_1
Ucap Vina yang menghampiri kedua orang yang bermesraan, dengan wajah yang tidak suka saat memandangnya.
Keduanya terdiam, melihat kearah Vina yang melangkah semakin dekat.
"Bagus ya kalian, bermesraan di rumah aku, gak tau malu banget, emang gak ada tempat lain apa!" tanya Vina yang penuh emosi.
"Bukan kayak gitu, Vin. Kita bisa jelasin sama kamu," sahut Mentari yang ingin menjelaskan tentang apa yang ia lihat barusan.
"Mau jelasin apa lagi ah, semua sudah jelas, kamu juga, Tar. Gak tau malu banget, sudah menumpang di rumah orang, mengambil gebetan orang, dan sekarang mesra-mesraan di rumah orang gak tau malu banget ya," oceh Vina yang penuh sindiran.
Deg...
Hati mana yang tak sakit saat ucapan itu dilontarkan oleh orang yang selalu dekat dengannya, selalu bersamanya, kemanapun selalu bersama. Tapi, apa yang ia dengar barusan sebuah penghinaan yang terucap dari bibir Vina secara langsung.
"Jaga ucapanmu, Vin. Tari gak merebut aku dari kamu, aku yang lebih dulu mengejarnya dan aku lebih dulu mencintainya, jangan paksakan cinta aku pada kamu," jelas Reyhan yang ingin melindungi orang yang ia cintai.
"Kamu cuma di tipu sama dia, Rey. Aku kan sudah kasih kamu bukti kalau dia gak mencintaimu, dia cuma manfaatkan kamu aja, Rey. Aku tau Mentari dari kecil di bandingkan dengan kamu," sahut Vina yang tak terima Reyhan membela Mentari dari pada dirinya, yang jelas-jelas lebih dari segalanya ia punya dari segi penampilan maupun harta yang lumayan cukup.
"Kalian jahat, terutama kamu, Tar. Kamu tega menghancurkan persahabatan kita demi seorang pria yang baru kamu kenal," teriak Vina yang berlalu meninggalkan keduanya yang mematung memikirkan sesuatu yang terjadi.
Mentari pagi ingin mengejarnya pun di tahan oleh Reyhan, ia menoleh saat tangannya di cekal oleh Reyhan.
"Rey, aku ingin menjelaskan pada Vina, aku takut hal yang akan terjadi pun terjadi juga, Vina membenciku, Rey. Aku harus gimana?" lirih Mentari yang meneteskan air matanya.
Reyhan pun langsung memeluknya, menenangkan kekasihnya yang menangis. Ia ke sini untuk memberikan surprise untuk kekasihnya. Tapi, apa yang terjadi ia justru yang menjadi suasana menjadi kacau dan melihat orang yang ia cintai menangis di dalam dekapannya.
"Maafkan aku, Sayang." bantuin Reyhan.
.
__ADS_1
.
.
Vina masuk sambil berlari, orang tuanya yang melihat anaknya berlari masuk sambil menangis, membuat ia bertanya-tanya kenapa dengan putrinya.
Pak Ibrahim dan Mama Lita saling pandang, meminta Jawaban atas pertanyaannya.
Segera Mama Lita berangkat dari duduknya dan menghampiri sang anak yang naik ke lantai atas masuk ke kamarnya.
Tok.. Tok.. Tok..
"Vin, ini Mama sayang, kamu kenapa? Jangan bikin Mama khawatir," teriak Mama Lita yang mengetuk pintu yang di kunci dari dalam, membuat Mama Lita khawatir dengan sang putrinya satu-satunya.
"Mama masuk ya? Buka pintunya Sayang, jangan kayak gini, bilang sama Mama siapa yang bikin anak Mama kayak gini?" tanya Mama Lita.
Tangis itu mulai terdengar nyaring, Vina menjerit agar sang Mama mendengar tangisannya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.......
Mentari jahat, Mah. Dia yang bikin Vina kayak gini, dia ambil punya Vina...