Baby Inseminasi

Baby Inseminasi
Pengenalan tokoh dan karakter


__ADS_3

Mahabbah Jasmine Arata


gadis berumur 20 tahun yang biasa dipanggil Maha, dia mahasiswa tahun ke tiga universitas terbaik di kota nya, bekerja sambilan di cafe milik sahabat ibunya sebagai penyanyi dengan diiringi gitar yang ia mainkan sendiri. Putri tunggal dari Arata Haru dan Maharani Sriayu


Arata Haru adalah pria keturunan Jepang Dan Maharani Sriayu adalah wanita pribumi. Maharani Sriayu ditinggal Arata Haru kembali ke negara nya pada saat Mahabbah berumur sepuluh tahun.


*****


Maha POV


"sayang mama berangkat kerja dulu, mama sudah memasak nasi goreng kesukaan mu, pulang kerja mama akan menjemput mu di cafe om Ben"


mama mencium kedua pipiku dan berpamitan pergi kerja, mama meneruskan usaha papa yang membuka mebel dan barang antik kemudian meng export nya ke luar negeri


"ma, jangan terlambat lagi menjemput ku"


"ok sayang" mama pun menyatukan ujung jari telunjuk dan jempol hingga membentuk isyarat setuju.


Akupun segera keluar dari kamar menuju dapur dan duduk di kursi meja makan, membuka tudung saji yang terdapat nasi goreng yang masih mengepul kan uap panasnya.


drttt...drttt getar suara ponsel ku beradu dengan meja maka ku.. Sarah calling


*morning maha Chan*


*apaan pagi pagi udah ngerayu aja, pasti ada maunya*


*hehehe... maha Chan bagaimana dengan tugasmu apakah sudah selesai*


*mengapa bertanya bila sudah tahu jawabannya*


*aku jemput ya*

__ADS_1


*hmm*


*arigato gozaimasu maha Chan*


segera kututup line phone ku, baru selesai aku makan sudah ada suara bel dari depan rumah. kuintip melalui door viewer atau kaca lubang intip, ternyata Sarah.


mama selalu berpesan agar aku berhati-hati saat dirumah sendiri, maka dari itu pintu rumah dan pintu gerbang selalu tertutup rapat, dunia bisnis mama terkadang memiliki resiko karena pada waktu berumur 5 tahun aku pernah diculik oleh rival papa dan mama.


aku pun membuka pintu dan berjalan kearah gerbang membuka kan pintu untuk Sarah


"maha chan aku parkir di luar aja ya, kan bentar lagi juga kita berangkat"


"suka suka kamu aja sar"


Sarah Amalia Azhari, sahabat ku yang selalu menemani ku, ia anak dari Azhari Ginting pengacara kondang di kota kami. Sarah anak yang mudah sekali bergaul, dia menjadi idola di kampus, ia pandai sekali bersolek bila didepan kaca tanganya seolah bergerak sendiri mencoret coret wajah yang bisa merubah siapa bebek menjadi angsa.


Sarah juga seorang super model yang sedang naik daun.


berbeda sekali dengan ku yang tidak pandai bergaul dan tidak pandai bersolek, jangankan bersolek sekedar memakai lipstik saja aku tak pernah paling aku hanya memoles bedak tipis tipis untuk melindungi kulit wajah ku. walaupun begitu kulit tubuh dan wajah ku bersih putih alami, warna bibirku juga merah natural, kulit tubuh ku merupakan keturunan dari papaku orang Jepang sedang kan mama yang warga lokal juga sama memiliki kulit yang putih walaupun tidak seputih kulit papa. untuk bibir ku setiap malam mama akan memaksaku untuk memakai masker madu. tubuh ku tidak lah tinggi namun padat berisi, dengan wajah cenderung mengikuti ras Jepang maka dari itu Sarah suka sekali memanggil ku maha Chan ia menganggap ku seperti anak kecil.


"Maha Chan hari ini kamu juga manggung di Bens Cafe?",tanya Sarah tangannya masih sibuk menyalin catatan beserta tugas dari Mr. Jonson, maha pun mengiyakan pertanyaan Sarah sambil memakan nasi goreng yang ada dihadapan nya. "iya sar, Senin hingga Jumat aku akan bernyanyi dikafe om Ben"


"aku antar ya Chan, aku dan Lily mau nongkrong di sana, cuci mata cari cowok bening" ucap Sarah ia tersenyum senyum sendiri membayangkan wajah cowok cowok ganteng dan atletis yang biasanya nongkrong di Bens Cafe.


Maha hanya menggeleng kan kepala nya melihat Sarah, yang pasti di otaknya hanya laki laki tampan dan atletis, yang punya tubuh kotak kotak mirip lary sang lobster teman si spoon berwarna kuning yang sering ia tonton ketika jenuh.


sedangkan Lily Allena dia anak pemilik butik gaun pengantin dan MUA terkenal dikotaku. Lily sama dengan Sarah berkecimpung didunia modeling namun dia lebih memilih menjadi foto model daripada menjadi peragawati yang berlenggak lenggok di catwalk. bila jalan bertiga memang kami selalu menjadi sorotan mungkin dua sahabat ku inilah yang menjadi sorotan karena mereka super model.


Sepulang dari kampus Sarah mengantar ku ke kafe om Ben ada juga Lily yang menemani kami, Om Ben adalah sahabat mama, sebenarnya beberapa kafe di kota ku sudah menghubungi ku meminta ku untuk bernyanyi di kafe mereka namun mama melarang ku, ia hanya mengijinkan aku bernyanyi di kafe milik Om Ben, mama begitu menyayangi dan melindungi ku dan sangat sangat protektif dengan pergaulan ku. hanya Sarah dan Lily yang berani berkunjung kerumah ku dan berteman dengan ku, sedangkan temanku yang lain mereka takut dengan wajah jutek mama.


********

__ADS_1


Oliver Dalmiro


Oliver adalah pria keturunan Jerman yang terkenal dikotaku, siapa yang tidak kenal dengan wajah tampan nya yang sering berseliweran dimajalah majalah bisnis, ayahnya yang merupakan miliuner di negara nya, memiliki banyak saham saham besar di negara ini terutama dikotaku. ia juga sering masuk dimajalah gosip bergandengan dengan istrinya Alisia Marshal seorang super model blasteran indo Jerman, wajah cantik, tubuh elok, kaki jenjang nya, satu kata untuk wanita milik oliver adalah perfect


Alisia Marshal


Seorang super model blasteran indo Jerman dengan wajah cantik, tubuh elok, kaki jenjang nya. ia menjadi super model incaran beberapa brand brand fashion ternama di negara ini.


sebelum menikah dengan Oliver Dalmiro Alisia memiliki banyak skandal dengan beberapa pengusaha dan rekan sesama rekan kerjanya. setelah menikah dengan Oliver Dalmiro skandal skandal tersebut seolah hilang ditelan bumi kini namanya bersih tidak pernah ada komentar negatif lagi tentang dirinya. menurut Sarah semua paparazi sudah dibungkam oleh Oliver Dalmiro, Sultan mah bebas tinggal gesek uang keluar, paparazi pun bungkam, seperti itulah ungkapan Sarah bila menceritakan model seniornya.


Sarah begitu membenci Alisia Marshal Karena ia sering merebut job milik Sarah dengan kekuasaan suaminya, yang Sarah katakan seperti kambing congek.


********


"ahhhhhh... menyebalkan sekali ingin sekali ku cekik leher perempuan ****** itu dan membuangnya ke lautan biar dimakan hiu" teriak kan Sarah menggema di ruang kelas kami. aku dan Lily hanya saling memandang, aku mencibir kan mulutku sedang Lily menaikkan bahunya.


Kami tahu bila Sarah marah masalah pekerjaan nya pastilah kalah bersaing dengan Alisia Marshal.


Benar saja ia bercerita sendiri bagaimana dengan angkuhnya Alisia mengambil alih pakaian yang harus nya dipakai Sarah dan ditukar miliknya yang menurut nya tidak cocok dengan warna kulit Alisia. "Benar benar tidak profesional " ucap Sarah.


"Sabar sarah suatu saat dia pasti kena batunya, yang penting kamu tetap bekerja dengan jujur", ucapku memenangkan nya


"oh... Maha Chan i love you" Sarah pun memelukku dan pura-pura akan menciumku


"singkirkan tanganmu itu menjijikkan" akupun mendorong tubuh nya membuat Lily tertawa.


"maha Chan biar kuciumin pipimu ini yang membuat ku gemas siapa tau aku tertular kulit putih mulus mu ini", seru Sarah ia memeluk tubuh ku dan berusaha mencium pipiku


"menyingkir Sarah jangan mengganggu Chan ku" Lily pun berusaha menarik tubuhku dari Sarah, membuat kepala ku pusing karena ditarik tarik kedua sahabat ku


"Ya Tuhan kenapa para wanita jelek ini yang memperebutkan ku, bukan para pria tampan" aku pun mengomeli kedua sahabat ku dan menengadah kan kedua tangan ku seolah sedang berdoa dan meminta.

__ADS_1


"maha chan baru saja kamu membela ku mengangkat ku tinggi tinggi keatas langit, sekarang kamu seketika membanting ku ke tanah tanpa ampun" Sarah pun menggerutu membuat aku dan Lily tertawaan cekikikan dan kami sudah menjadi perhatian seisi kelas, bahkan para mahasiswi banyak yang mencibir kami, mengatakan mencari perhatian. kalau tidak aku dan Lily halangi pasti mahasiswi tersebut sudah babak belur di hajar Sarah.


____________________________________________


__ADS_2