
Dalam kesendirian barulah Oliver merasa rasa sakit hati nya ia berjalan ke arah mini bar ia mengambil botol wine dan menuangkan ke dalam gelas. ia meminum nya dengan cepat dan menuangkan nya kembali hingga botol tersebut isinya telah berpindah ke dalam perut Oliver. ia mulai meracau dan mulai menitik an air mata nya. Kenapa Alisia begitu tega mengkhianati pernikahan mereka selama ini apapun permintaan Alisia, Oliver akan selalu menuruti bahkan semua barang koleksi milik Alisia adalah pemberian Oliver. kurang apa dia dulu menjadi seorang suami.
prang... Oliver membanting botol wine yang masih tersisa sedikit,a ia melempar kembali gelas minuman nya.
*******
Maha terbangun pada jam 12 malam seperti malam malam biasanya, ia beranjak berdiri dan berjalan ke arah pintu penghubung kamar nya dengan ruang kerja Oliver, kemudian perlahan lahan ia membuka pintu tersebut, agar tidak terdengar oleh Oliver bila dia belum tidur,
maha mengerutkan keningnya ia mencium aroma alkohol yang menusuk hidungnya. perlahan lahan maha berjalan mengitari ruangan itu, dilihat nya Oliver sedang duduk dengan kepala yang ia taruh diatas meja di mini bar yang tersedia diruang kerja nya.
"Oliver ada apa dengan mu?" maha mengguncang guncang kan tubuh Oliver, "Oliver bangun! kenapa pake mabuk segala sih! kalau ada masalah bisa dibicarakan bukan?" Oliver membuka matanya ia melihat sosok Maha di Depan nya.
"hai gadis cantik kamu Mahabbah istri ku kan?" ucap Oliver dia memegang kedua pipi maha "iya aku Mahabbah istrimu" ucap maha yang masih berusaha membantu oliver berdiri, maha ingin membantu oliver ke tempat tidur nya.
"hai gadis cantik, apa kah kamu juga akan tidur dengan laki laki lain, mengkhianati ku dan meninggalkan ku"
Pletak... maha memukul kepala Oliver ia tertawa cekikikan, kapan lagi bisa memukul kepala Oliver, "mulut ya kalau ngomong sembarangan, kamu kira aku wanita gampang an tidur dengan sembarang laki laki, kamu aja yang sudah jadi suami sah ku belum pernah tidur dengan ku apa lagi laki laki lain" ucap Maha.
"ah aku lupa kalau kamu masih perawan, tapi kata Alisia kamu pernah tidur dengan laki laki lain" oceh Oliver lagi "masa bodoh dengan ucapa Alisia kan, lagi pula dia bercinta dengan laki laki brengsek itu setelah bercerai dengan ku, tahukan kamu maha apa yang mereka bicarakan saat bercinta, Alisia bilang punyaku lebih kecil dari pada milik laki laki itu, padahal jelas jelas punyaku lebih besar dan panjang, apa kamu mau melihat nya Maha"
__ADS_1
Oliver berusaha untuk berdiri dari tidur nya setelah dengan susah payah maha membawanya ke tempat tidur, maha yang kelelahan tidur telentang di ranjang Oliver yang kecil itu, memang Oliver hanya menempatkan sebuah single bed di dalam ruang kerja nya.
Oliver melorot kan celananya reflek membuat Maha berdiri dan menahan agar celana Oliver tidak jadi ia lepaskan "apa yang kamu lakukan bodoh" teriak Maha.
"memperlihatkan pada mu kalau milikku lebih besar dan panjang" , "apa kamu gila, aku tidak butuh, terserah kamu mau punya mu besar kecil, panjang pendek apa urusannya dengan ku" teriak Maha lagi.
"tentu saja punyaku besar dan panjang, bila tidak nantinya kamu akan meninggalkan ku dan tidur dengan laki laki lain seperti wanita ****** itu, kamu tau siapa wanita itu, wanita itu Alisia top super model, wanita yang tidak pernah bisa puas dengan satu laki laki, kalau bukan karena aku yang mengangkat namanya di dunia modeling dia pikir dia bisa berada di puncak teratas seperti saat ini, dia sombong sekali Maha, dia berani mengkhianati ku, aku berusaha menjaga hubungan kami Maha, aku berusaha untuk tidak menyukai mu, menyayangi bahkan menolak rasa cinta yang aku miliki untuk mu, hanya untuk menjaga perasaan nya dan menjaga kesucian cinta kami" Oliver terduduk di pinggir kasur ia menarik tubuh maha didalam dekapannya, maha merasa basah dibagian pundaknya, dan merasakan tubuh Oliver yang terguncang.
"Oliver kamu menangis" tanya Maha, "biar kan seperti ini dulu, aku mohon Maha" Maha benar benar terkejut tidak menyangka bila seorang Oliver menangis, dan ia menangis karena pengkhianatan Alisia, Oliver meracau bila Alisia tidur dengan laki-laki lain. kapan itu terjadi dan di mana? mengapa Oliver bisa tau apa ada orang yang mengatakannya, atau ia melihat sendiri, bahkan ia tadi berteriak bila miliknya lebih besar dan panjang sampai dia ingin mengeluarkan nya dan memperlihatkan nya padaku, maha menutup mulutnya menahan rasa malunya.
Pasti Oliver melihat nya sendiri, pasti itu aku yakin, tapi kapan ya dan dimana?, tadi pulang dari apartemen dia baik baik saja menemani mencari makanan.
"o..o.. Oliver berat badan ku pegel nahan berat badan mu" , Oliver melepaskan pelukannya ia menatap dalam mata wanita yang sebenarnya sudah ia cintai itu, bahkan rasa cinta nya melebihi rasa cinta nya kepada Alisia.
Oliver mengecup bibir merah Maha, kecupan itu kini berubah menjadi *******-******* yang menuntut lebih, Oliver mencium aroma tubuh Maha yang membuat nya candu dia ingin terus menikmati rasa itu.
Oliver melepas paksa pakaian Maha bukan hanya sekedar melepas kan namun menarik nya hingga robek
"Oliver hentikan aku Maha aku bukan Alisia" , maha berusaha menolak dan memberontak namun karena tubuh kecilnya nya dan juga tenaga nya yang tidak seberapa kuat. apalagi kini Oliver mendorong tubuh maha hingga tertidur di bed miliknya, ia memegang kedua pergelangan tangan maha dengan satu tangan dan menarik nya ke atas. sedangkan satu tangan lainnya ia gunakan untuk melepas paksa pakaian kain yang masih melekat di tubuh Maha.
__ADS_1
Maha menangis sejadi-jadinya, ia tahu mereka adalah suami istri yang sah, dan sah sah saja apabila mereka melakukan hubungan suami istri, tapi Maha merasa ia seperti di perkosa oleh suaminya sendiri, Oliver menjamah seluruh tubuh nya dengan kasar, bahkan maha merasa sakit diseluruh tubuh nya Oliver tidak segan segan menggigit ****** **** maha hanya bisa menangis.
Oliver memberikan tanda tanda kepemilikan dihampir seluruh tubuh Maha, kulit putih maha kini berubah menjadi noda noda merah buatan mulut Oliver.
Oliver memaksakan milik nya masuk ke dalam milik Maha, tanpa adanya penetrasi hanya Oliver yang merasakan rasa puas dan nikmat milik nya, sedangkan maha merasa sakit teramat perut nya terasa kram keras dan sakit sekali, apalagi itu adalah yang pertama untuk nya. rasa sakit dan ngilu di bawah miliknya.
"Oliver sakit tolong hentikan sekarang juga Oliver aku mohon... sakit Oliver.. sakit... "
maha menangis sejadi-jadinya. berkali-kali Oliver menyemburkan lahar panas milik nya didalam rahim Maha. darah perawan maha berceceran di sprei putih Oliver, bukan hanya darah perawan tapi kini ada rembesan darah semakin banyak keluar dari bagian intim Maha.
___________________________________________
ya ampun Oliver kamu kejam sekali kepada Maha, apa salah maha coba....
____________________________________________
Mohon bantuannya para pembaca setia
Masuk ke detail silahkan tekan ⭐⭐⭐⭐⭐ berikan penilaian tekan lima bintang lalu serahkan.
__ADS_1
klik vote berikan vote mu untuk mendukung karya author 🙏🙏🙏
selesai baca jangan lupa like and coment. tulis Next next next juga saya suka 🙏🙏