
Oliver selesai makan, ia mengajak maha ke ruang tamu untuk melihat siapa tamu nya.
"tuan maaf ada nona Alisia datang mencari tuan" , "Maha pun melepaskan tangan oliver yang berada di pinggang nya, ia bergegas naik ke kamar "aku ke kamar dulu Oliver, permisi" , "tu..tunggu dulu Maha temani aku" , "tidak oliver perut ku mual... " maha bergegas naik keatas menuju kamar nya.
Oliver menatap kepergian maha yang meninggal kannya diruang tamu sendiri 'baru saja aku ingin meminta maaf tapi kenapa selalu saja ada penghalang' batin Oliver.
"ada perlu apa Alisia?" , "Oliver maafkan aku mengganggu mu malam malam, ku mohon bantulah aku, boleh kah aku menginap disini" , "maaf tidak bisa, maha tidak akan suka" , "tapi bagaimana dengan perjanjian nya, bukankah aku boleh menginap dirumah ini" , "perjanjian itu berlaku ketika kau belum mengkhianati ku, tapi sekarang tidak berlaku lagi"
"Oliver aku kan sudah minta maaf, aku butuh kamu saat itu tapi kamu tidak mau, sedang kan Alex ia memaksaku" , "kamu bilang memaksa!! hah.. lucu sekali Alisia memaksa tapi kamu menikmati nya hingga berani beraninya membandingkan kami berdua,
kembalilah ke apartemen mu, bukankah aku sudah memberikan nya untuk mu?"
"tidak oliver aku takut, Alex sedang mencari ku, ia menginginkan tubuhku lagi" , "kenapa tidak kamu layani, bukannya kamu suka" ucap Oliver sarkasme.
"aku mohon Oliver hanya malam ini, aku menginap disini" , "tidak" , "kalau begitu antarkan aku ke hotel, aku takut keluar sendiri an pasti Alex sedang mencari ku"
"baiklah tunggu dulu, aku akan mengambil kunci" , Oliver bergegas menuju kamar ia mengambil kunci mobil nya. ia melihat maha tengah asik membaca sebuah buku, ia duduk bersandar di ranjang.
maha menatap Oliver yang sedang berganti pakaian, dan mengambil kunci serta ponsel dan dompet nya. "maha aku pergi sebentar" , "ya silahkan" oliver mendekati maha ia meraih kepala maha hendak mencium kening Maha, namun secara reflek maha memalingkan wajahnya membuat Oliver urung mencium kening Maha. ia pun bergegas keluar kamar.
__ADS_1
*******
Oliver segera mengantar kan Alisia ke hotel sesuai dengan keinginan Alisia, "turunlah sendiri aku akan segera kembali ke rumah" , "aku mohon Oliver temani aku memesan kamar" , "kau ini kenapa jadi penakut begini tidak seperti biasanya" , "aku benar-benar takut pada Alex, kamu tau sendiri watak Alex seperti apa kan? dia tidak akan melepaskan ku begitu saja jika masih menginginkan ku" , "ya sudah ayo"
Oliver pun mengikuti Alisia masuk kedalam hotel, Alisia pun tersenyum menang. 'sampai kapanpun kamu tidak akan pernah bisa meninggalkan Oliver aku tau kamu masih mencintaiku' batin Alisia.
Oliver membantu Alisia memesan sebuah kamar ia pun dengan terpaksa mengantar Alisia menuju kamar yang dipesan Alisia karena tangan Alisia yang terus menerus memegang lengan Oliver.
sampai pintu kamar yang di pesan Alisia, Alisia memegang kepalanya nya "auww.. Oliver kepalaku pusing sekali" tiba tiba Alisia pun pingsan dan hampir terjatuh bila tidak segera diangkat oleh Oliver, beruntung sekali ada room boy yang lewat hingga bisa membantu oliver membawa Alisia masuk ke kamar, Oliver memberi beberapa lembar uang sebagai tips sudah membantu oliver.
sebelum Alisia pingsan oliver sempat melihat seseorang seperti sedang memotret mereka berdua, namun ia seperti menatap arah lain dan memainkan ponselnya. kemudian masuk kamar yang berhadapan dengan kamar yang dipesan Alisia hanya selisih dua kamar. Oliver akhirnya tidak memperdulikan Nya, ketika ada room boy yang lewat.
"Alisia.. Alisia bangunlah" oliver berusaha menyadarkan Alisia dengan menepuk nepuk pipi Alisia juga menekan nekan jempol kaki Alisia. 'sebenarnya aku malas sekali membantu mu, tapi mengingat kebersamaan kita yang bahkan lebih dari tiga tahun, aku terpaksa membantu mu hanya karena kasihan' batin Oliver.
"apa yang kamu butuhkan, biar aku menghubungi layanan antar kamar" , "tidak perlu Oliver" , "baiklah aku akan pulang kalau begitu!!" , "tidak bisa kah kamu menemaniku malam ini" , "tidak bisa aku harus menemani istri ku" , "sialan dia sudah memanggil maha dengan sebutan istriku" batin Alisia.
Alisia pun beranjak dari tidur nya, ia berjalan mendekati Oliver "hanya malam ini Oliver, tidak bisakah, anggap saja sebagai tanda perpisahan dariku, bagaimana kalau kita minum wine segelas untuk menghilangkan rasa pusing di kepala ku?"
"segelas saja aku jamin, setelah itu kamu bisa kembali" , Alisia langsung memesan sebotol wine untuk diantar ke kamar milik nya.
__ADS_1
Alisia mengambil wine yang di pesan tadi dan menuangkan nya ke dalam gelas yang disediakan hotel, ia menambahkan melatonin (obat tidur) kedalam wine, ia tahu efeknya pasti akan merasa pusing dan kantuk yang berlebihan.
Alisia tidak berani menambah obat perangsang diminuman itu karena Oliver hafal sekali dengan perubahan tubuhnya ketika minum obat tersebut.
Alisia kemudian bergabung dengan oliver yang duduk disofa panjang, dia mengulurkan wine yang sudah ia campur dengan melatonin, kemuudia berjalan lagi mengambil botol wine yang tertinggal diatas nakas.
Oliver segera meneguk habis wine pemberian Alisia, ia menunggu Alisia duduk disebelah nya "seperti nya kamu mulai mencintai Maha" , "ya benar sekali entah sejak kapan aku mulai memperhatikan maha" , "aku doakan semoga kalian bersama selamanya" , "terima kasih atas doa mu"
sekitar sepuluh menit an Oliver merasakan kepala nya pusing dan terasa berat sekali. ia berulang kali menguap. rasa kantuknya nya terasa berlebihan. ia pun memijit mijit keningnya. "ada apa Oliver kamu baik baik saja" , "entahlah kepala ku terasa pusing dan mengantuk sekali.
Oliver pun tertidur disofa, Alisia tersenyum menatap Oliver "Oliver hei.. oliver" Alisia mengguncang guncang kan badannya. namun tetap saja mata Oliver terpejam. Alisia segera menelpon seseorang.
paginya Oliver bangun dari tidur nya yang nyenyak sekali badannya pun terasa segar, ia terkejut ketika mendapati Alisia tidur disebelah nya dan juga kedua tubuh mereka yang tanpa sehelai benang pun sebagai penutup hanya ada selimut yang menutupi tubuh Alisia hingga ke pinggang.
Oliver berfikir keras apa yang ia lakukan semalam, ia berusaha mengingat ingat kejadian semalam, yang ia ingat hanya kepala nya terasa pusing dan kemudian rasa kantuk nya berlebihan.
___________________________________________
Jangan lupa like 👍🏻 setelah membaca 😍😍
__ADS_1
dan juga tekan Rate ⭐⭐⭐⭐⭐
mari beramal dengan Vote mu 😘😘😘 yang banyak yaaa