Baby Inseminasi

Baby Inseminasi
Meninggalkan rumah


__ADS_3

Yang terjadi biarlah terjadi, lagi pula Oliver masih berada di luar kota


*halo sweetie aku benar benar merindukan mu, hai kamu sedang ada di dalam mobil siapa* tanya Oliver, maha menatap ponselnya yang menunjukkan wajah tampan suaminya yang sebenarnya begitu ia rindukan dan benar benar ia cintai walaupun ingin sekali ia membenci nya, tapi mengapa justru rasa cinta nya malah semakin besar ketika menatap wajah Oliver.


*sayang aku bertanya padamu, kamu ada di dalam mobil siapa?* tanya oliver sekali lagi, *ah.. itu Oliver aku berada didalam taksi, aku ingin berkunjung ke rumah mama, aku begitu merindukan Mama* jawab Maha kelagapan ketika sadar dari lamunannya.


*bukankah di rumah ada mobil dan juga supir* , *ini sudah sore dan hampir malam Oliver biarkan mereka beristirahat* , *aku menggaji mereka dengan sangat tinggi untuk menjag dan mendampingi mu, bukan untuk mereka enak enakan istirahat di rumah* , *Oliver aku benar benar ingin naik taksi* , *baiklah, kalau sampai rumah Mama jangan lupa memberi kabar padaku* , *iya bawell* , * ok sayang, bye.. i love you so much and i Miss you baby* , *ya.....* maha langsung memutuskan panggilan telepon tersebut.


'baby boy apa kah kamu tidak ingin mommy membenci Daddy mu, bahkan rasa sakit yang mommy rasakan tidak dapat untuk membenci Daddy mu' batin Maha, air mata nya mengalir dengan sendirinya. ia menatap kearah samping kaca jendela taksi yang ia tumpangi, Tuhan mengapa berat sekali cobaan hidup ku.


"nyonya kita sudah sampai!!" ucap sopir taksi, "iya pak terima kasih, berapa pak?" , "enam puluh delapan ribu" maha menyerahkan selembar uang kertas ratusan ribu, "kembali nya untuk bapak saja" , "terima kasih banyak nyonya, semoga rejeki anda bertambah serta melimpah dan kebahagiaan selalu menyertai anda"


maha tersenyum pahit mendengar doa dari pak sopir taksi tersebut. kebahagiaan??? apa masih ada kebahagiaan yang tersisa dalam hidup ku ini.


*******

__ADS_1


aku memasuki pintu pagar rumah, kemudian menekan tombol merah tombol bel rumah mama selang beberapa menit pintu pun terbuka, terlihat mama sedang menggunakan Appron.


"loh sayang sendiri saja?" tanya mama, tampak mama celingak-celinguk mencari keberadaan oliver yang biasa nya selalu menemani ku.


"Maha sendirian ma" , aku berjalan masuk ke dalam rumah dengan menyeret koper ku.


"ini koper sebesar ini untuk apa" , mama mengikuti ku menuju kamar ku.


aku duduk di tepi ranjang, "astaga maha apa yang terjadi padamu nak, oliver menyakiti mu lagi?" ,mama begitu panik melihat wajah ku yang tiba tiba mengeluarkan air mata dengan derasnya, dan tanpa ada suara.


"apa yang terjadi sayang, menangis lah nak teriak lah dengan kencang jangan dipendam nak, hanya akan membuat mu sakit" ucap mama yang memeluk tubuh ku erat.


"bagaimana bisa, apa mereka masih berhubungan?" , "Maha tidak tau ma, maha ingin pergi ma, pergi jauh agar maha dapat melupakan Oliver, maha ingin pergi jauh, agar tidak dapat lagi melihat oliver, maha ingin membenci nya ma"


"tapi kemana nak, kamu ingin pergi kemana, kehamilan mu sudah menginjak sembilan kurang dari sebulan kamu akan melahirkan nak" ucap Maharani, ia pun ikut menangis meratapi nasib putri satu-satunya.

__ADS_1


"pokoknya maha akan pergi ma, pergi sejauh mungkin" , "tidak mungkin nak, disini adalah tempat yang bagus untuk mu melahirkan, bagaimana nasib anakmu kalau kamu pergi dari oliver"


"maha bisa membesar kan anak maha sendiri tanpa ayahnya, maha sudah menandatangani surat perceraian kita ma, sekarang maha sudah tidak memiliki suami lagi"


"apa maksud mu nak, bagaimana bisa kamu menandatangani surat cerai apa Oliver yang menyuruh mu untuk menandatangani surat cerai"


"tidak ma surat cerai itu dahulu kamu buat sebelum kami menikah, sebenarnya Oliver akan membakar surat cerai serta kontrak nikah kami, ia meminta maha membakar nya, tapi maha tidak membakar nya, dan sekarang maha sudah menandatangani surat itu"


"apa yang kamu lakukan ini nak, tidak seharusnya kamu mengambil keputusan secara sepihak nak, oliver punya hak untuk memutuskan, dan kamu juga berhak atas pertanggungjawaban oliver bukan hanya wanita itu, kamu juga nak"


"mama tidak akan bisa terima bila kamu memutuskan hal ini secara sepihak nak, mama tidak sanggup melihat mu menderita lagi, mama harus bertemu oliver sekarang" ucap Maharani geram.


"Oliver sedang berada di luar kota, malam itu memang Alisia datang ke rumah ia meminta untuk menginap dirumah kami, tapi sepertinya Oliver tidak memberikan ijin, hingga ia mengantar kan Alisia entah kemana, oliver tidak pulang semalaman, dan paginya ia pulang dengan tangan penuh luka dan dicelanya maha melihat ada bercak noda seperti ****** yang mengering"


"astaga nak mengapa kamu tidak menanyakan langsung kepada suamimu, kamu terlalu banyak diam dan menerima, seharusnya kamu lebih berani untuk protes dan meminta hak kamu nak"

__ADS_1


"hak apa yang maha miliki ma, bahkan sebelum menikah maha sudah di sodori surat cerai, apa hak Maha dalam pernikahan ini sedang kan sebelum resmi menikah sudah ada perjanjian bercerai saat anak ini lahir"


"sekarang maha tau rasanya akan jadi seorang ibu, dan maha juga sudah siap menjadi seorang ibu, maha akan rawat anak maha ada maupun tanpa adanya oliver, ini anaka Maha, Maha tidak akan menyerahkan nya pada oliver maupun kedua orang tua Oliver"


__ADS_2