
"bagaimana dokter keadaan anak saya" tanya oliver, ia begitu antusias melihat kearah layar dimana janin ku yang bergerak aktif, "lihat saja tuan Oliver, dia begitu aktif sekali, dia tampak sehat dan lihat lagi lagi dia menutupi area privasi nya, jadi maaf saya belum bisa memastikan jenis kelamin bayi" , ucap dokter Hannah memberikan penjelasan.
"baiklah ini resep vitamin nya silahkan anda tebus di apotik mana saja, ada yang mau ditanyakan" , "bolehkan kami melakukan hubungan badan selama periode kehamilan ini?" tanya oliver, ia segera berdiri dan menangkap tubuh maha yang hendak turun dari brankar periksa.
"kamu kira aku cebol, sampe turun dari ranjang harus kamu gendong" ucap maha ketus, Oliver hanya menyengir "tentu saja boleh tapi jangan terlalu sering ya" ucap dokter Hannah.
Sebulan sudah semuanya kembali normal tidak ada lagi Alisia si pengganggu hanya saja kadang kak Alex masih menghubungi ku menanyakan kabarku serta keponakan nya yang ada dalam rahim ku. aku dengar dari oliver kak Alex sudah kembali ke negara nya, dan sudah mulai perhatian kepada kak Elma dan juga putrinya Marbella.
Alex sudah lebih perhatian kepada Marbella. aku ingat percakapan ku pada kak Alex.
***flashback
"apa yang akan kamu lakukan bila anak itu lahir dan kalian bercerai" , "tentu saja merawat nya, terlepas itu darah dari keluarga Dalmiro tapi tetap saja aku yang mengandung dan membawa nya kesana kemari selama sembilan bulan, bagi kami wanita anak kami lebih penting daripada suami, kami memilih kehilangan suami dari pada harus kehilangan anak"
"bagaimana caranya aku menumbuhkan rasa cinta ku pada Elma, sungguh maha sikapnya dingin sekali dan dia masih berhubungan dengan mantan kekasih nya**"
"*kak Alex percaya cinta, Marbella lah lambang cinta kalian, coba kak Alex memperbaiki hubungan antara kak Alex dan kak Elma, bisa dari memberikan perhatian kakak ke Marbella lebih dulu, maha yakin kak Elma akan tergerak hatinya"
"*tidak semudah itu Maha, kami dinikahkan karena hubungan bisnis" , "ya kakak menikah karena hubungan bisnis, tapi kakak mengenal Elma, lihatlah aku, aku bahkan tidak mengenal oliver sama sekali, tapi aku berusaha menjalankan peran ku sebagai istri walaupun tidak dihargai oliver, tapi aku masa bodoh yang terpenting adalah anak yang ada dalam kandungan ku, paling tidak ia memiliki status ayah"
__ADS_1
"apa kamu mencintai Oliver Maha" , "sama seperti kakak tidak mudah mengatakan cinta, tapi seiring berjalannya waktu semua perhatian dan kasih sayang yang oliver tunjukkan mampu menggoyahkan iman ku, hingga ego yang sudah aku pasang tinggi tinggi kini roboh dengan sendirinya, aku belajar memaafkan dan belajar menerima oliver walaupun aku belum bisa mencintai Oliver*"
"*apa kamu menyukai ku" , "tentu saja kak, aku menyukai kakak namun dalam tanda kutip bukan sebagai wanita yang menyukai laki laki dan berharap mendampingi nya seumur hidupku, tapi aku menyukai kakak karena kakak nyaman diajak ngobrol dan kakak juga kakak ipar ku**"
"**terima kasih Maha kau membukakan pintu mata hatiku, aku berusaha menyakiti Oliver, aku berusaha merebut apapun yang oliver miliki, tahukan kamu sebenarnya Elma itu pacar Oliver, sebenarnya bisa saja aku menolak perjodohan itu, dan oliver akan menggantikan ku, tapi aku tidak mau kalah Karena aku membenci Oliver, dad and mom begitu perhatian pada Oliver. sedangkan aku seolah aku adalah aib dikeluarga aku anak hasil dari perselingkuhan dad bersama sekertaris nya yaitu mom yang melahirkan ku, dan meninggal ketika aku lahir, dan selingkuh karena mommy Oliver saat itu belum juga hamil. keluarga ku sungguh rumit" Alex menghela nafas panjang"
"aku pernah berfikir untuk merebut mu dari oliver, aku selalu sengaja mengikuti dan pura pura tidak sengaja bertemu dengan mu, apalagi bila aku tau kamu sendiri saja. aku bukan laki laki baik, bahkan aku sering tidur dengan alisia ketika Alisia masih menjadi istri Oliver, Alisia akan menemaniku di hotel jika aku berkunjung ke negara ini, dan oliver juga percaya Alisia berteman baik dengan ku, ya memang benar kami berteman baik, tapi kami berteman baik di kasur" ucap Alex ia tertawa terbahak-bahak.
"ihhhh... ka Alex sungguh menjijikkan" , "ya kami memang menjijikkan, Alisia bukan perempuan baik baik, ia tidur dengan banyak laki laki, satu kelemahan Oliver ia terlalu setia pada pasangannya, ia tidak peduli pada skandal apapun yang dibuat oleh Alisia, oliver akan melindungi, kecuali ia melihat dengan mata kepala nya sendiri, karena aku pernah kepergok saat bercinta dengan Alisia di apartemen milik Alisia. Oliver marah ketika Alisia membandingkan miliknya dengan punyaku" Alex pun tertawa lagi**.
"**kak Alex stop ah jangan ngomong vulgar begitu" ucap ku, "kamu sudah melihat punya Oliver kan mengapa malu, kamu belum lihat punyaku, mau lihat sebagai perbandingan" ucap Alex ia sedikit mencondongkan tubuhnya ke arahku dan berbicara pelan setengah berbisik.
flashback end*
"kak Alex sudah kembali ke Jerman ya?" tanyaku ke Oliver saat kami berendam di bathtub. "kenapa tanya tanya, kamu merindukan nya?" , "iya aku rindu kak Alex" jawabku santai sambil menggosok gosok tanganku dengan busa yang ada didalam bathtub.
"awas ya kamu berani merindukan laki laki lain" , "makanya kalau ngomong jangan sembarang an, aku kan hanya bertanya. kamu sendiri yang memberikan kesimpulan"
Oliver pun membungkam mulut Maha dengan bibir nya "ngomong terus deh" ucap Oliver ia mulai mengecup leher maha dan tangannya secara otomatis bergerak menggosok ke semua tubuh maha yang menonjol.
__ADS_1
"jangan mulai lagi deh,... ahhhh... Oliver semalam kan sudah" , "tapi aku masih menginginkan nya, baby boy pasti sangat senang ketika Dady nya menjenguk nya"
"tidak mau, aku sudah lapar mau sarapan keburu dingin masakan nya" , "tanggung jawab dulu ini sudah bangun loh" ucap oliver menunjukkan miliknya yang sudah berdiri.
"ahhhh.. dasar mesummmmm minggir" Maha berusaha menyingkir kan tubuh nya dari pelukan oliver namun tetap saja oliver tidak mau melepaskan Maha, sehingga terjadi lah sesuatu yang diinginkan oliver 😅😅😅
*******
"kau sungguh menyebalkan sekali, lihat sudah jam berapa memang nya kamu tidak bekerja" ucap Maha, ia masih saja mengomel akibat ulah suaminya, ia benar-benar kelaparan.
"aku bos nya jadi terserah aku mau datang jam berapa" oliver sendiri heran akhir-akhir ini ia selalu saja ingin menempel pada istri nya, bahkan tanpa sebab ia memilih di rumah sehingga membuat sekertaris Hanz kelabakan karena kerajaan nya semakin banyak, ia harus bolak balik kerumah Oliver. bahkan Diandra tidak diijinkan untuk datang kerumahnya hanya Hanz saja yang boleh datang.
seperti saat ini sekertaris Hanz sedang menunggu diruang tamu, waktu menunjukkan pukul 10 namun bos nya tersebut masih belum juga menunjukkan batang hidungnya.
"sekertaris Hanz ayo kita sarapan" ucap maha ia segera menemui hanz karena sudah menunggu oliver sejak jam 7 pagi "tidak nona terima kasih, saya sudah sarapan tadi pagi sebelum berangkat kemari" ucap Hanz ramah.
"dia nyonya Dalmiro bukan nona kamu tidak lihat ia mengandung anakku" ucap oliver ia menatap tajam ke arah Hanz, membuat Hanz menunduk "ya tuan saya mengerti"
____________________________________________
__ADS_1
terima kasih atas dukungan nya 🥰🥰🥰