Baby Inseminasi

Baby Inseminasi
Mencari Rumah Tinggal


__ADS_3

"mama mendoakan mu nak semoga kelak kamu mendapatkan suami yang benar benar menyayangi mu sayang"


"terima kasih mama, maha ingin fokus dengan kuliah maha dulu dan juga baby ini" ucap maha ia menunjuk ke arah perut nya yang sedikit buncit itu "maha tidak akan menyerahkan anak ini kepada Oliver maupun Alisia. anak ini akan maha serahkan hak asuhnya kepada Mr and Mrs Dalmiro ataupun kepada mama, biarlah Oliver dan Alisia memiliki anak mereka sendiri, maha tidak ingin anak maha mempunyai ibu tiri seperti Alisia"


********


Oliver Pov


*sweetie aku menunggu mu didepan pintu gerbang*


*iya Oliver, aku baru selesai, tunggu lah*


*anything for you sweetie, jangan tergesa gesa , berhati-hati lah jaga my baby*


"maaf Oliver lama menunggu aku berkonsultasi sebentar tadi dengan dospem, halo sekertaris Hanz selamat sore"


"selamat sore nona maha"


aku menatap Maha yang tersenyum kepada Hanz, 'cantik sekali' batinku


"bagaimana jadi melihat rumah yang dad berikan atau kita beli apartemen lgi"


"jangan boros Oliver, seperti kataku sebaiknya kita lihat dulu rumah itu, bukannya lebih dekat dari kampus?"


"iya sweetie itu benar, Hanz kita ke rumah dad" , "baik tuanku"


*****


"Oliver tidak kah rumah ini terlalu besar untuk kita berdua" , "kurasa tidak sweetie, bukankah banyak para maid dan juga penjaga rumah, mereka menempati rumah belakang, jadi kurasa tidak akan sepi"

__ADS_1


"tidak oliver kurasa ini terlalu berlebih-lebihan dan sedikit mengerikan" ucap maha sambil meringis


'ya Tuhan kenapa harus menunjukkan wajah imut nya sih!! betapa menggemaskan' batin Oliver


"kita dirumah mama saja bagaimana Oliver"


"halo Oliver... Oliver" maha menggerak gerakan tangannya didepan wajah Oliver, karena gemas melihat Oliver yang hanya menatap nya sedangkan dari tadi ia bicara Oliver seperti melamun, maha pun mencubit kedua pipi Oliver


"auww..." teriak Oliver ia terkejut ketika pipinya dicubit Maha, ia pun menarik kedua tangan Maha kemudian mengecup kedua telapak tangan itu bergantian. maha yang terkejut dengan perlakuan Oliver segera menarik tangan nya


"maaf Maha, apa yang kamu bicarakan tadi" tanya Oliver gagap, ia melihat wajah cantik maha yang memerah karena perlakuan nya. bila ingin dibandingkan maha terlihat cantik alami tanpa make up, sedangkan Alisia dia memang terlihat cantik bila menggunakan make up, tapi bila habis selesai mandi tanpa make up alisia terlihat biasa saja, hanya tubuh seksi nya yang mengundang perhatian kaum Adam.


"aku bilang rumah ini terlalu besar untuk kita berdua, bagaimana kalau kita tinggal dirumah mama saja" , "kalau dirumah mama, Alisia tidak akan setuju maha, dia ingin tiap waktu kosong menemani mu dirumah, ia juga ingin ikut menjaga kandungan mu, karena aku sudah berjanji padanya"


"oh.. terserah kamu kalau begitu" , "apa kamu benar benar tidak nyaman tinggal disini" , "entahlah karena aku tidak terbiasa tinggal tanpa mama" , "kita akan pindah mulai hari ini, nanti biar para maid dan penjaga mengambil baju bajuku di apartemen dan juga bajumu yang dirumah bila tidak ingin, kita bisa membelinya kurasa bajumu mungkin akan tidak muat lagi bila perutmu membesar"


"seperti nya benar katamu Oliver! aku perlu membeli beberapa baju longgar dan juga baju tidur nantinya" , "mau aku antar sekarang ke butik langganan Alisia" , "tidak..tidak.. terima kasih aku akan pergi sendiri bersama teman temanku" , "oh baiklah"


********


"sop nya biar maha yang lanjut kan masak" , "memang kamu gak mual bau bumbu nya" , "kayak nya sih enggak ma" , "ya sudah mama buat perkedel nya biar bisa digoreng selesai goreng ayam nantinya" kami berdua pun berkutat di dapur menyiapkan makan malam kami.


"halo ma" , "ya oliver istirahat lah dulu dikamar maha, kami akan segera selesai memasak makan malam, semoga lidah mu cocok dengan masakan kami" , "iya ma kurasa aku perlu membersihkan badan"


"nak kamu urus suami kamu dulu gih, sop nya udah Mateng kan" , "iya ma, maha ke kamar dulu"


aku masuk ke dalam kamar setelah mengetuk pintu namun tidak ada jawaban pasti Oliver sedang mandi, benar saja suara aliran air didalam kamar mandi.


aku segera membuka koper milik Oliver, koper yang belum sempat aku pindah kan isinya setelah kami pulang dari negara kelahirannya. ku ambil pakaian ganti untuk Oliver.

__ADS_1


kudengar suara pintu kamar mandi terbuka, aku tau Oliver selesai dengan ritual mandinya.


segera aku berdiri untuk menyerahkan pakaian rumah an untuk ia kenakan.


"aaahhhh... Oliver kenapa cuma pake handuk aja, kan ada kimono di dalam kamar mandi" aku iun berteriak dan memalingkan wajah ku agar tidak melihat kerah dadanya yang tercetak kotak kotak.


"maaf kan aku sweetie aku menjatuhkan nya dan basah makannya aku memakai handuk, aku tidak tau kamu di kamar" , "ya sudah ini!! pakai bajumu! , aku akan membantu mama menyiapkan makan malam! setelah berganti pakaian segera menyusul ke ruang makan" aku pun segera berdiri dari jongkok ku, karena kelamaan jongkok kurasa kaki ku kram hampir saja terjatuh bila tidak segera ditangkap oleh Oliver, dan apa yang terjadi selanjutnya


"aaaaaaaarrrrrgggg" bruk.. karena maha yang terkejut ketika Oliver memeluk tubuh nya, maha yang ingin mengelak malah membuat tubuh keduanya terjatuh dengan posisi Oliver dibawah dan maha diatas tepat dimana maha merasa ada sesuatu yang keras dibawah perut nya.


blusss... wajah maha memerah menahan malu. "kamu gak apa-apa maha, baik baik saja bagaimana dengan perutmu" tanya Oliver ia segera duduk dan posisi maha sekarang sudah ada dipangkuan Oliver, Dengan handuk Oliver yang sudah terlepas karena ditarik maha ketika mereka berdua akan jatuh.


maha benar benar malu, ia merasa dirinya benar benar wanita mesum tengah menelanjangi laki laki 'astaga astaga astaga, sumpah aku malu banget mau berdiri gak berani' batin ku


********


"O...oo.. Oliver ada yang keras dibawah ku, dan aku tidak berani berdiri" ucap maha


"wahahahahahhahhhh...." akupun tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan maha


"Ya Tuhan tidak kusangka ada perempuan sepolos dirimu maha, tahukan kamu jika saja itu bukan kamu dan itu adalah Alisia kupastikan ia langsung menerkam ku dan pastilah kami berakhir dengan adegan 21+" , "21+... apa itu" tanya maha dengan dahi yang berkerut menatap ke arah ku.


"maha kamu anak kuliahan loh, dan sebentar lagi akan menyandang gelar sarjana masa sih kamu tidak tau apa itu adegan 21+" , masih dengan wajah polos nya yang penasaran.


karena jarak wajah kami yang begitu dekat perlahan kudekatkan wajah ku lebih dekat lagi aku ingin mencium bibir nya yang menggodaku itu, namun belum sampai men ciumannya ada kain yang menghalangi bibir ku yang ingin mengecup bibir nya.


Handuk dari maha "pakai lah handuknya dulu untuk menutupi yang ada dibawah ku" ucapnya, ia pun berdiri dengan menyangga bahuku. 'dasar handuk sialan" teriakku dalam hati, akupun tidur terlentang kembali dengan handuk yang menutupi wajahku bukannya menutup bagian bawahku yang berdiri tegak.


____________________________________________

__ADS_1


Terima kasih atas dukungan like dan vote nya kepada Mahabbah dan Oliver 🙏🙏


__ADS_2