
Oliver segera keluar kamar, ia masih berteriak memanggil Maha, se isi rumah terkejut melihat tuannya yang sudah berada di rumah dan berteriak memanggil nyonya yang sudah meninggal kan rumah dari kemarin sore.
"tu.. tuann.. anda sudah kembali" ,tanya Nora, bukannya mendapat Jawaban yang mengenakan, justru makian dari oliver yang ia dapatkan "apa matamu buta, tidak melihat ku disini, dan masih bertanya aku sudah kembali atau belum" jawab oliver.
"maaf tuan" ucap Nora, "di mana istri ku" , "nyonya pergi dari kemarin sore dan tidak akan kembali" , "apa yang terjadi di rumah ini" , "a..a..ada.. nona Alisia tuan" ucap Nora ketakutan.
"kenapa wanita itu ada disini, Dimana dia sekarang" tanya oliver, "dikamar atas tempat biasa dia menginap tuan" , "apa karena wanita itu, istri ku pergi"
Oliver segera naik keatas ia berjalan cepat ke arah kamar yang biasa ditempati Alisia. sebenarnya Alisia tau Oliver kembali ia ingin menyambut kedatangan oliver namun ia urungkan ketika mendengar teriakan oliver dan suara oliver yang memarahi para maid.
Oliver tidak pernah marah seperti itu sebelumnya, bahkan ketika mengetau Alisia selingkuh ia marah hanya sebatas marah yang biasa saja, tapi kali ini ia benar benar mengamuk mengetahui istrinya pergi tanpa pamit, untuk itulah Alisia tidak berani menemui Oliver. maka ketika ia mengintip dari balik pintu kamar nya Oliver datang ke kamar nya, ia memilih pura pura tidur.
ia mangacak acak rambut dan bajunya, lalu berpura pura memasang wajah lemas.
Oliver tidak mengetuk pintu tersebut, ia langsung saja mendobrak pintu kamar tersebut. ia menarik selimut Alisia dengan kasar,
__ADS_1
"wanita ****** apa yang kau lakukan padaku istri ku" teriak oliver, Alisia benar benar ketakutan, "O.. oliver kamu sudah kembali sayang" ucap Alisia terbata bata karena ketakutan, "hentikan sandiwara busukmu, apa yang kamu lakukan pada istri ku"
"A..aku.. tidak mengatakan apa apa, aku hanya memberikan ini" alisia menyerahkan kertas hasil tes kehamilan nya pada oliver yang ia ambil dalam laci nakas.
"apa maksud mu dengan memberikan ku bukti kamu hamil" , "ia anak kita oliver, aku mengandung anakmu, anak yang sudah Kita tunggu dari dulu, sekarang aku hamil sayang"
"kamu kira aku akan percaya dengan perkataan mu, itu bukti nya aku hamil oliver" , "lalu kamu berharap aku percaya anak itu adalah anakku, sedangkan kamu tidur dengan banyak laki laki"
"tidak oliver malam terakhir kamu mengantar kan ku menginap di hotel itu adalah terakhir kita berhubungan, saat itu aku sedang masa subu, dan kita melakukan tanpa pengaman oliver, setelah itu aku tidak pernah berhubungan dengan siapapun"
"kamu kira kamu dapat menipuku lagi, dasar wanita ****** bodoh, malam itu kamu tidur dengan Aefar manajer mu, apa kamu kira aku tidak tau aefar masuk ke dalam kamar dimana kamu menginap sedang kan aku masih didalam kamar itu dalam kondisi tidur karena kamu menambah kan obat tidur pada wine ku"
"selama ini aku diam saja, karena aku mencari bukti perselingkuhan mu, kamu tau bagaimana aku jika sudah mencintai seseorang, dan sekarang cinta ku hanya untuk Maha, tinggal kan rumah ini sekarang dan cari istriku jelaskan semuanya atau kau akan merasa kan akibat nya"
"A..a..aku tidak berbohong Oliver. i..ini anak kita" , "berhenti menipu ku apa kau ingin ku seret ke rumah sakit untuk membuktikan bahwa kau hamil anakku atau anak laki laki, lain"
__ADS_1
"kau ingin tes DNA sekarang hah??? akan ku seret kau sekarang juga" bentak Oliver
"oliver kamu kejam, bagaimana bisa kamu berbuat kejam padaku, aku tau kamu masih mencintaiku" , "hahahaha.. "oliver semakin tertawa dan tawanya benar benar mengerikan, membuat bulu kuduk Alisia berdiri.
Dia benar-benar melupakan sisi kejam Oliver, dan bagaimana bisa oliver bisa mengetahui malam itu Aefar berada dikamar dan bercinta dengan nya.
"apa di otak licik mu masih berfikir untuk menipuku lagi hah???, ayo katakan sekarang tipuan apa lagi yang akan kau gunakan??"
Alisia masih tidak menyerah, ia memeluk tubuh oliver berharap laki laki itu akan luluh hatinya, ia berusaha menciumi bibir oliver dan memberikan kecupan kecupan di leher oliver.
bukannya mendapatkan perhatian oliver, ia malah didorong secara kasar oleh Oliver, membuat nya terjatuh ke lantai, ia mangaduh kesakitan memegang perutnya "ahhhhh... Oliver sakit, perut ku sakit" ucap Alisia, ada darah menetes di sekitar pahannya.
"Tolong Oliver, anak kita oliver tolong, ada banya darah, sakit sekali Oliver" ucap Alisia ia sudah mulai menangis memegang perutnya.
Oliver mendekati, ia pun berjongkok di dekat Alisia
__ADS_1