
"tidak.. tidak.. oliver... kamu menipuku kan, dia masih hidup kan" , "dimana dia oliver katakan, dimana dia??" ucap Maha ia menguncang guncang tubuh oliver berharap laki laki itu memberikan Jawaban atas pertanyaan nya.
Oliver memeluk tubuh Maha dengan erat, maha berusaha meronta ronta melepaskan pelukan oliver "kau jahat oliver, kau benar benar jahat, mengapa membohongi ku sampai sejauh ini, Alisia.. ini semua gara gara wanita mu yang tidak tau diri itu, ia membalas semua perbuatan mu pada ku, anak yang ia kandung juga meninggal gara gara kamu oliver, kamu benar benar jahat oliver, kau membunuh dua bayi sekaligus, kamu jahat oliver" maha menangis sejadi-jadinya hingga tubuhnya lemas, ia terduduk disebelah gundukan kecil itu. mengusap usap Nisan nya .
"maafkan mama tidak bisa menjaga mu dengan baik nak" ucap Maha, oliver berusaha memeluk tubuh Maha, namun maha tepis dengan kasar. "aku membenci mu, benar benar membenci mu, semua gara gara kamu dan wanita jahat itu kalian berdua menghancurkan masa depan ku, sekarang kebahagiaan ku juga kalian ambil" teriak Maha.
"aku membenci mu oliver aku membenci mu, pergi dari hadapan ku, aku tidak ingin melihat mu lagi" ucap Maha, ia benar benar terluka. Oliver menatap nya nanar. "maaf kan aku maha, maafkan aku" , "apa kamu kira dengan kata maaf anakku bisa hidup kembali. hah??"
"ayo kita kembali dulu, badanmu belum sehat benar, ayo.." ucap oliver, ia menatap maha yang memegangi kepalanya, benar saja baru beberapa detik yang lalu ia memegangi kepalanya, maha sudah jatuh pingsan untung saja oliver segera menangkap nya bila tidak kepala maha pastilah sudah membentur batu nisan disebelah nya.
__ADS_1
"Oliver menggendong tubuh Maha menuju parkiran dimana mobil nya berada. ia kemudian membawa maha kembali ke rumah Maharani mama mertuanya.
"astaga oliver apa yang terjadi, kenapa Maha belum sadar sudah kamu bawa pulang?" tanya Maharani ketika melihat oliver membawa putri nya pulang dalam keadaan tidak sadar kan diri.
setelah meletakkan maha ke tempat tidur, dan menyelimuti nya. "tidak apa-apa ma, dia tertidur karena kelelahan, tadi Oliver mengajak maha ke kuburan anak kami, ia mengamuk disana, dan menangis hingga kelelahan, tadi oliver membawa nya ke klinik dekat pemakaman, menurut dokter disana ia hanya tidur karena kelelahan.
"jadi oliver membawa nya kembali, oliver takut maha marah lagi di klinik bila sadar" , oliver mengusap usap kepala istri nya dengan sayang. Maharani tersenyum menatap wajah Maha.
*******
__ADS_1
"Hanz cari informasi tentang kecelakaan istri ku, maha mengatakan jika Alisia yang mencelakai nya, cari bukti dan jebloskan ke penjara, serta cari tau apa benar ia keguguran sesuai yang dia ucapkan kepada istri ku" , "baik tuan anda tenang saja, saya akan menyelidiki nya hingga tuntas"
Oliver kini naik ke atas ranjang ia, merebahkan tubuhnya di sisi Maha, ia benar benar lelah. diakui nya ia terlalu plin plan dihadapan Alisia, bagaimana pun ia sudah berhubungan dengan Alisia selama lima tahun bahkan mereka menikah sudah tiga tahun lebih. meskipun Alisia berulang kali mengkhianati dan menyakitinya, namun masih saja ia memaafkan perbuatan Alisia.
bahkan dulu kepergian maha ia begitu marah, bahkan dengan kejamnya menyeret Alisia untuk melakukan tes DNA, dokter yang menangani nya juga sudah mengatakan jika bayi nya baik baik saja, kenapa sekarang malah ia mengatakan pada maha jika ia keguguran dan mengapa ia tidak bilang kepada ku dan malah membalasnya kepada Maha.
Oliver menatap wajah Maha, berulang kali Mama Maharani mengingat kan oliver untuk menjeblos kan Alisia ke penjara untuk memberikan dia pelajaran, tapi memang dasar nya oliver ia membiarkan Alisia dan hanya mengirimkan nya ke luar kota, tentu saja Alisia bisa kembali dan mengancam keselamatan Maha dan mencelakai nya hingga bayi yang ada dalam kandungan Maha menjadi korban.
Oliver menutup matanya dengan kedua lengan nya. ia menangis tanpa suara air matanya mengalir begitu saja, ia menyesali semua yang sudah terjadi. benar saja kata orang orang yang namanya penyesalan pasti belakangan kalau di depan nama nya pendaftaran.
__ADS_1
kepalanya benar benar pusing, akhirnya dia pun tertidur disamping maha masih dengan posisi kedua lengannya menutup matanya.