
"kau hamil sayang" tanya Arata dia memegang kedua pundak istri nya dan menciumi seluruh wajah istrinya, kemudian beralih ke bibir merah milik istri nya, lama ia menyesapinya. maha yang masih berada di antara mereka, hanya memutar matanya malas menatap sembarang tempat.
kedua orang tua yang ia sayangi tersebut memang masih sangat romantis hanya saja mereka tidak tau tempat dan waktu. apalagi papa nya benar benar budak cinta sang Mama.
Ia pun menarik nafas panjang, ia merindukan suami mesum nya juga.
*******
"cepat katakan dimana alamat laki laki tidak bertanggung jawab itu, bisa bisanya dia menghamili mu hingga dua kali dan lepas tanga seperti ini??" Arata mengepal erat buku jari nya hingga terlihat urat urat disekitar tangannya.
setelah kembali rumah sakit dan maha dinyatakan positif hamil, maha dan juga Maharani begitu bahagia sedang kan Arata matanya sudah merah menahan marah ketika berada di rumah sakit hingga kini dirumah puncak kemarahannya tidak bisa ia bendung lagi.
Maharani yang mendengar perkataan suami nya benar benar kesal dibuatnya.
"kamu ini bodoh atau bodoh, mereka belum resmi bercerai kau tidak dengar penuturan Oliver, ia belum mengumpulkan berkas perceraian mereka, hanya pengajuan saja" ucap Maharani yang dongkol.
"ini bukan waktu nya kamu marah marah" ucap nya lagi, "lalu apa aku harus diam saja melihat anakku hamil lagi tanpa suami disamping nya" jawab Arata.
__ADS_1
"Oliver akan kembali lagi, ia selalu memberi ku kabar tidak seperti mu yang tau tau menghilang hingga puluhan tahun tanpa kabar" ucap Maharani ia mengingat ketika ia ditinggal kan Arata hanya berdua dengan Mahabbah tanpa ada kabar ia masih hidup atau mati.
"mengapa kamu jadi marah marah kepada ku" ucap Arata, "lalu siapa yang harus aku marahi, semuanya gara gara kamu, bagus menantu ku sudah kembali dan berkumpul bersama putriku, gara gara sifat ke kanak kanakan mu lah yang membuat ia pergi" Maharani tidak terima bila oliver dijelek jelek an oleh Arata. Maharani tahu oliver sedang membuat kejutan untuk putri dan juga cucu nya.
*******
Saat makan malam dimana kediaman Arata sudah menjadi ramai lagi dengan adanya suara byboy yang tidak pernah bisa diam, anak kecil tersebut benar benar berisik ia menceritakan kejadian disekolah nya selama sehari ini.
"tuan ada maaf, tuan oliver dan juga tuan Hans ada didepan" ucap seorang maid.
sedangkan maha berjalan pelan dengan senyum mengembang di wajah nya. ia tahu suaminya akan kembali lagi. Arata masih duduk di tempat nya. ditemani Maharani "lihat lah tanpa kau cari Oliver sudah datang, ada ikatan batin diantara kedua Nya, yang kini sudah menyadari bahwa mereka saling mencintai" ucap Maharani ia mengusap punggung tangan suaminya.
"aku tau, aku akan merestui hubungan mereka lagi, tapi bila sekali lagi menantu durhaka itu membuat putriku menangis aku tidak segan segan menguliti tubuh nya dan ku berikan kepada ikan piranha" , Maharani tersenyum mendengar ucapan suaminya yang sudah memanggil menantu meskipun dengan embel embel durhaka, paling tidak suami nya sudah menerima kehadiran oliver.
"Daddy.. i Miss you" , "hai jagoan Daddy apa kabar" , "daddy tahukan daddy kalau diperut mom ada adik bayi, by akan menjadi kakak". yeeeeeyyy.... teriak byboy, ia kini sudah berada dipangkuan Oliver.
Maha berjalan mendekati suaminya, ia tidak tahu kenapa ia selalu merindukan suami nya, dan ingin selalu berada disamping Oliver, mungkin bawaan bayi.
__ADS_1
"maaf kan aku sayang pergi terlalu lama" ucap oliver ia memeluk tubuh Maha dari samping dan memberikan nya beberapa kecupan disekitar wajah Maha, ia benar-benar rindu dengan wanita disampingnya itu.
*******
Flashback
"tuan seperti nya tuan muda kecil akan menjadi seorang kakak" ucap sekretaris Hans, ia sedang berada di mansion oliver dan diruang kerja oliver.
"kegiatan apa saja yang dilakukan istriku kemarin" Oliver tidak terkejut mendengar bila istri nya hamil karena ia yakin telah menanamkan bibit bibit unggul didalam rahim Maha hanya itu jalan satu satunya agar Arata memberikan restu lagi kepada nya, dan dapat membawa maha pergi bersama nya.
"nyonya hari ini periksa ke dokter kandungan wajahnya pucat dan lemas sekali itu informasi yang saya dapatkan" Hans kemudian mengirimkan beberapa gambar kepada oliver, gambar yang dikirim oleh mata mata yang disewa oliver untuk membuntuti Maha.
"astaga mengapa pucat sekali, siapkan jet pribadi ku aku akan menyusul nya" ucap Oliver ia langsung bangkit dari duduknya.
"tuan bukankah Anda menunggu Mr and Mrs Dalmiro dulu" , "tidak, biarkan mereka menyusul ku di Jepang, aku tidak mau terlambat sebelum aku dibunuh mertuaku"
Flashback end
__ADS_1