Baby Inseminasi

Baby Inseminasi
Kesalahpahaman


__ADS_3

Ada beberapa mahasiswi yang memotret oliver ketika menggendong Maha, hanya saja wajah maha tidak terlihat karena tertutup oleh dada oliver dan sekarang sedang beredar di dunia Maya.


******


"sayang biarkan aku yang menjaga maha kamu beristirahat lah", ucap Alisia ia merasa tidak suka keti oliver melayani maha, oliver memang selalu menuruti keinginan nya dan memanjakan nya, namun oliver tidak pernah melayani nya, seperti saat ini mengambil kan air putih hangat untuk Maha, dan membuat segelas susu hangat untuk Maha, ia cemburu dengan perlakuan oliver kepada Maha.


"bukannya kamu lelah habis pemotretan, hingga menjelang subuh tadi, kamu istirahat lah sayang" , Oliver mengusap kepala Alisia lalu mengecup kening Alisia dengan sayang.


"tidak apa apa sayang, maha pasti lebih suka bila aku yang menemani nya, karena kami sesama wanita" Alisia memberikan alasan, ia ingin oliver segera pergi karena ia ingin memberi kan peringatan pada maha agar tidak mencari perhatian kepada suaminya, ingat itu suami, batin Alisia.


"kurasa kamu benar, baiklah kalau begitu aku akan kembali ke perusahaan aku sudah membatalkan beberapa janji dengan clien ku" Oliver berjalan meninggalkan Alisia dan sebelum nya mendekati maha terlebih dahulu, mengecek suhu tubuh Maha masih panas atau tidak.


Alisia makin tidak suka dan cemburu melihat Oliver memberi perhatian pada Maha.


"maha bangunlah, maha..." Alisia mengguncang guncang tubuh maha dengan keras agar terbangun, setelah memastikan oliver pergi dari rumah.


maha perlahan membuka matanya, yang terasa berat, apalagi ketika Alisia mengguncang guncang tubuhnya kepala nya semakin pusing saja.


"Iya... Alisia ada apa?" ,tanya maha ia berusaha duduk meski kepala nya masih terasa berputar putar.


"kamu sengaja ya mencari perhatian Oliver??" tanya Alisia dengan sinisnya.


"apa maksudmu?? perhatian apa yang kamu maksud kan??" maha menatap bingung pada Alisia.


"kamu gak usah sok polos deh, aku membayar rahimmu dengan mahal, untuk mengandung anak Oliver, bukan untuk menggoda suamiku!!" ucap Alisia sarkas.


"astaga Alisia kenapa kamu berpikiran picik seperti itu!! aku tidak pernah ada niat sedikit pun mencari perhatian suamimu, Oliver sendiri yang datang mencari ku dan mengantar ku ke kampus!! sungguh Alisia aku tidak pernah berpikir untuk merebut suamimu" maha berusaha menjelaskan kepada Alisia.


"lalu kamu berfikir jika oliver yang mengejar mu begitu, kamu hanya wanita sewaan maha sadar lah, setelah bayi kami lahir kamu sudah tidak di butuhkan lagi, kurasa kamu dan kedua teman mu itu sama saja, sok polos dengan menggunakan wajah kalian menggoda laki laki dimana saja, aku menyesal memilih rahimmu untuk mengandung anak Oliver, semoga anak itu kelak tidak mewarisi watak ibu yang mengandung nya" ucap Alisia.


"Alisia aku berterima kasih kepada mu karena sudah membantu ku membiayai seluruh pengobatan mama ku, dan aku dengan ikhlas menghancurkan masa depan ku demi mengandung dan melahirkan anak untuk kalian berdua, tapi aku mohon jangan menjelekkan kedua sahabat ku, mereka orang paling baik yang aku kenal" ucap Maha


"kau masih berani membantah dan menjawab ku" , ucap Alisia ia tidak terima dengan ucapan maha yang membela Sarah dan Lily saingan nya di dunia modeling.


"Alisia jika perkataan mu benar aku akan diam saja tapi perkataan mu tidak benar dan itu sungguh menyakitkan" ucap maha ia kemudian menyandarkan kepalanya.


"aku ingat kan padamu jangan pernah berharap apapun dari oliver tugasmu hanya melahirkan anak untuk ku, jangan bicara apapun pada Oliver" ucap Alisia ia menarik rambut Maha hingga kepala nya mendongak menatap Alisia.


Maha yang terkejut saat bangun nya yang dipaksakan merasakan kepala nya semakin berdenyut ia lalu memegangi kepalanya, yang dijambak Alisia.


"lepaskan aku Alisia, mengapa kamu berbuat jahat padaku" ucap maha terbata bata

__ADS_1


Oliver begitu terkejut saat masuk ke dalam kamar, ia melihat bagaimana emosi nya Alisia terhadap Maha dan melihat wajah maha yang kesakitan, ya oliver kembali lagi ke apartemen nya ketika berkas nya tertinggal dan entah mengapa ia merasa perlu untuk mengambil nya sendiri, ternyata ia disuguhkan oleh pemandangan dimana Alisia menganiaya Maha.


Ia bingung sendiri dengan situasi didalam kamar. "Alisia apa yang kamu lakukan??" teriak oliver, ia bergegas menghampiri Alisia yang masih menarik rambut Maha.


"wanita ****** ini berusaha merebut mu dariku, ia menginginkan lebih dari sekedar wanita penyewa rahim" teriak Alisia, Alisia sendiri terkejut melihat oliver yang tiba tiba berada di apartemen lagi.


Oliver ingin menolong maha tapi dia tidak ingin Alisia salah paham, perlahan Oliver memegang tangan Alisia dan melepas kan tangan yang menarik rambut Maha.


"Alisia... nona maha tidak ada niat mendekati ku, aku sengaja menjemput dan mengantar kan nya ke kampus, aku ingin memberi perhatian pada anak yang dikandung Maha" akhirnya oliver pun menjelaskan kejadian tadi pagi, hanya itu yang ia pikirkan.


"Oliver bagaimana aku tidak berbuat kasar melihat ada wanita lain didalam apartemen bersama suamiku dalam satu kamar dan kamu tidak bicara terlebih dahulu padaku" ucap Alisia ia lupa ketika dulu meminta ijin kepada oliver untuk membawa maha Tinggal bersama di apartemen mereka.


"dia hamil sayang, dia hamil anakku, bukan kah kamu sendiri yang meminta ku untuk mengawasi maha" oliver benar benar tidak habis pikir dengan kemauan Alisia dia sendiri yang mengusulkan menyewa rahim wanita lain, kemudian meminta Oliver untuk memperhatikan wanita yang ia pilih sekarang dia sendiri yang marah dan tidak terima.


"Oliver kamu tega, dasar wanita tidak tau diri" Alisia mendekat kearah maha dan menarik kembali rambut Maha.


"aaaaarrrrrgggggg... sakit lepaskan" teriak maha ketika Alisia menarik rambut nya membuat nya hampir terjatuh dari kasur.


Kini maha benar benar emosi, seumur hidup nya tidak pernah diperlakukan dengan kasar seperti itu. Maha dengan sigap bangkit berdiri meskipun kepalanya masih pusing, ia membalas menarik rambut Alisia bukan hanya menjambak dengan tangan kirinya sedang tangan kanannya ia kepalkan dan memukul nya ke arah tubuh Alisia tepat diperut nya, yang membuat nya terjatuh kebelakang.


Alisia memegang perutnya yang sakit akibat pukulan maha. Oliver yang melihat kedua wanita nya berkelahi begitu terkejut apalagi melihat maha yang kini terduduk dilantai dengan memegang kepalanya.


Sedangkan Alisia dia terduduk dilantai dengan memegang perutnya sambil menangis "sayang perut ku sakit sekali" ucapnya dengan menangis tersedu sedu.


"sayang masih sakit kah" tanya oliver ia begitu khawatir dengan kondisi istri nya, Alisia masih menangis tersedu sedu dan memeluk erat tubuh Oliver.


"kamu tega sekali Oliver, apa kamu marah karena aku meminjam rahim wanita lain untuk mengandung anak mu??" ucap Alisia.


"sayang dengarkan penjelasan ku dulu, dia tidak bersalah, kamu sendiri yang memilihnya, seharusnya kamu dapat menanggung sebab akibat nya di kemudian hari, oliver melepaskan pelukan Alisia ia teringat akan Maha, oliver segera keluar kamar sesaat setelah mendengar teriakkan Alisia.


"kalian para laki laki pandai sekali membela para ******* kalian" teriak Alisia


"permisi tuan nona yang tidur dikamar tamu pergi keluar" ucap Nora salah satu maid yang ada di apartemen Oliver, oliver terkejut saat mendapati Nora sudah didepan kamar nya hendak mengetuk pintu.


"Nora apa dia keluar dari apartemen ini maksud mu" tanya oliver lagi,


"iya tuan saya sudah berusaha melarang kasian dia masih memegang kepalanya" ,ucap Nora menjelaskan


"terima kasih Nora" Oliver berlari mengejar Maha, ia segera turun ke lantai bawah mencari keberadaan Maha namun tidak ia temukan, ia pun bertanya kepada resepsionis keberadaan Maha, resepsionis tersebut hanya mengatakan wanita yang memegangi kepalanya sudah keluar dari tadi.


Maha dimana kamu berada, batin oliver ia benar benar mengkhawatirkan wanita tersebut apalagi dalam kondisi hamil dan masih sakit, setelah keluar area apartemen Oliver dapat melihat maha duduk dipinggir trotoar dengan kepala nya ia sangga dengan kedua lutut nya.

__ADS_1


"terima kasih Tuhan kau masih mempertemukan ku dengan nya" ucap Oliver, ia berjalan mendekat kearah Maha.


"Maha maafkan tindakan kasar Alisia" maha mendongakkan kepalanya menatap wajah Oliver yang begitu dekat dengan nya, karena Oliver jongkok didepan nya "ayo aku antar kan kamu kembali ke rumah" maha hanya mengangguk karena ia memang tidak memiliki tenaga.


"mau aku gendong sampai parkiran?" ucap Oliver menawarkan diri untuk menggendong Maha, "tidak perlu Oliver aku menunggu disini saja" , jawab Maha


"baiklah jangan kemana-mana tunggu aku lima menit saja" Oliver segera berlari menuju area parkir apartemen untung saja dia berfikir membawa kunci mobilnya. ia pun segera menuju kearah dimana maha sedang menunggu nya.


*********


"apa ada yang ingin kamu makan Maha?" ,tawar Oliver,


"sebenarnya aku lapar Oliver hanya saja aku bingung ingin makan apa, lagi pula aku tidak ingin muntah lagi setelah makan, kepala ku benar-benar sakit" ,jawab maha malu, ia memang lapar hanya saja ia tidak memiliki nafsu makan apalagi bila mengingat ia akan memuntahkan kembali makanan nya m


"emmmmmhhh...... bagaimana bila kita membeli jus buah terlebih dahulu seperti nya segar, ingin jus apa?" tawar Oliver, "bagaimana dengan jus wortel campur apel" tawarnya lagi


Maha pun mengiyakan usul Oliver, dan ia menuntut oliver menuju ke arah warung khusus menjual aneka jus langganan maha dan juga kedua sahabat nya.


"dari mana kamu tahu letak cafe jus ini?" , tanya oliver


"tentu saja aku tau kami anak kuliahan selalu kuliner kemana pun saat jam kosong" jawab maha, oliver segera turun ia memesan beberapa gelas jus yang diinginkan Maha, sedangkan maha menunggu nya di mobil.


*********


Oliver mengantar kan Maha pulang setelah setelah mendapat jus pesanan Maha.


"Oliver maaf kelakuan bar bar ku terhadap istri mu, seumur hidup ku aku tidak pernah sekalipun merasakan disakiti apalagi secara fisik, aku tumbuh dengan penuh cinta oleh orang orang disekelilingku, dan mama selalu berpesan tidak ada yang boleh menyakiti kita, bila masih ada tenaga balas saja sebisa yang kamu lakukan, jadi aku minta maaf bila aku membalas perbuatan istri mu" ucap Maha ia meminum jus apel dan wortel yang disiapkan oliver.


"tidak apa-apa Maha aku mengerti apakah masih sakit" Oliver ingin menyentuh kepala maha namun segera Maha tepis.


Maha pun turun dari mobil setelah mereka sampai dihalaman rumah Maha, Oliver mengikuti maha dengan membawa beberapa cup jus dan juga cake kesukaan Maha ia berusaha mencatat dalam memorinya apa saja kesukaan wanita yang tengah mengandung anaknya.


"sebaiknya kamu segera pulang dan terima kasih sudah mengantar kan ku pulang" ,ucap Maha


"boleh kah aku menemani mu sebentar, aku khawatir meninggalkan mu dirumah sendiri", oliver memasukkan jus dan cake tersebut ke dalam lemari pendingin. ia kemudian mengikuti maha ke dalam kamar nya.


"kurasa tidak perlu, aku sudah merasa baik baik saja, memang hanya dipagi hari aku merasa mual dan pusing tapi menjelang siang seperti ini, sudah tidak begitu mual dan pusing, kembali lah, kasian Alisia ia pasti marah padamu" jelas Maha.


"tapi aku benar benar merasa khawatir meninggalkan mu dirumah sendiri" memang benar apa yang Oliver rasakan saat ini, ia begitu ingin selalu berada disamping maha ingin selalu menjaganya.


___________________________________________

__ADS_1


terima kasih atas dukungan like dan vote nya kepada Mahabbah dan Oliver


__ADS_2