
Delapan bulan kini usia kandungan Maha, oliver benar benar memanjakan nya. siang itu ketika dia berada di gazebo belakang rumah, tampak Nora datang dengan tergesa-gesa.
"Bu,. di depan ada nona Alisia" , "ada perlu apa dia kemari" , "dia mencari tuan oliver" , "persilahkan dia masuk ke ruang tamu" , "baik Bu"
"Alisia" ucap Maha, "Maha, maafkan jika kedatangan ku mengganggu mu, aku sedang mencari oliver tapi tidak pernah bisa" , "lalu mengapa tidak mencari nya di Perusahaan?" , "dia selalu saja menghindar Maha" , "ada urusan apa kamu dengan suamiku" , "maaf Maha aku hanya ingin menyampaikan ini" Alisia menyodorkan kertas hasil lab yang menunjukkan ia positif hamil.
"apa maksud nya ini" , "aku hamil Maha, aku hamil anak oliver, anak yang sudah lama kami nanti nanti kan" ucap Alisia ia tampak begitu bahagia. deg jantung maha seolah berhenti sesaat.
"usia kandungan ku sudah menginjak 16 bulan Maha, ahh... maha maafkan aku, aku tidak ingin mengganggu rumah tangga mu, kami melakukan hubungan itu ketika malam aku mendatangi rumah kalian dan oliver mengantarkan ku ke hotel, disana ia mabuk dan kami melakukan nya tanpa pengaman, aku lupa jika itu masa subur ku.
ya aku ingat dimana Oliver kembali pagi hari dengan luka ditangan nya, dan ada banyak bekas noda ****** yang mengering, berarti benar malam itu Oliver tidur dengan alisia, sungguh aku tidak ingin mempercayai kenyataan ini. batin Maha, ia menangis dalam diam
Ya Tuhan kenapa ini harus terjadi di saat aku mulai membuka hati dan mencintai Oliver, Tuhan hilang kan rasa cinta di hatiku jika dikhianati rasa sakit nya seperti ini.
"aku hanya ingin meminta pertanggung jawaban Oliver, karena dari dulu oliver begitu menginginkan anak dari rahimku, dan untuk anak yang ada di rahim mu itu hanya sebuah kecelakaan, seharusnya memang dari awal dia tidak ada dan tidak diinginkan. semoga kamu mengerti Maha, tolong kasihanilah anak yang aku kandung ini. dia membutuhkan oliver sebagai Ayah kandung nya" Alisia mulai menangis tersedu sedu.
__ADS_1
"kamu seorang wanita pasti tahu bagaimana perasaan ku ketika aku tau aku hamil tanpa suami, aku mohon padamu agar Oliver mau membagi kasih sayang nya untuk anak kami juga" , "ku mohon Maha bisakah kamu melepaskan oliver untuk ku, aku yakin oliver akan sangat bahagia bila mendengar kabar kehamilan ku" , "kalian jadi bercerai bukan ketika anak kamu lahir, agar aku segera bisa menikah dengan Oliver"
"A..aku.. aku tidak bisa memutuskan apa apa Alisia, kita tunggu oliver kembali" , ucap Maha, dadanya begitu sesak ia ingin sekali menangis saat ini juga, tapi dia tidak mau Alisia melihat kesedihan nya. 'aku harus kuat, apapun yang terjadi, aku harus kuat' batin Maha
"Maha boleh kah aku istirahat dirumah mu ini?" , "iya.. silahkan Alisia kamar mu masih kosong, dan masih bersih" , "terima kasih maha kamu memang wanita baik"
"oh iya Maha jam berapa oliver kembali?" ,tanya Alisia, "dia sedang ke luar kota, lusa ia akan kembali" Jawab Maha.
*******
"aku akan ke rumah mama, kamu bisa menunggu oliver dirumah ini" , ucap maha "tapi apa yang harus aku katakan pada oliver jika menanyakan tentang kamu" , tanya Alisia
"dia akan mengerti, bukankah anak itu lebih diinginkan oliver daripada anak yang aku kandung, aku pergi dulu Alisia, taksi pesanan ku sudah menunggu"
"baiklah Maha terima kasih sudah mau melepaskan oliver, semoga kamu dan anakmu baik baik saja, aku mendoa kan yang terbaik untuk mu, semoga ada laki laki baik yang akan menerima mu dan anakmu kelak" ucap Alisia ia memegang tangan maha untuk memberikan dukungan.
__ADS_1
"Bu Maha... anda akan kemana" tanya Nora, ia berlari mengejar nyonya yang dia sayangi dan hormati. "aku akan ke rumah Mama" , "Bu sebaiknya anda menunggu tuan Oliver dulu" , "saya tidak yakin jika dia anak tuan Oliver.
"jangan berkata seperti itu Nora, dia sekarang nyonya mu jaga dia dengan baik seperti kamu menjaga ku" ucap Maha ia memegang bahu Nora yang menagis terisak-isak, "maafkan aku jika selama ini merepotkan mu Nora" , "tidak Bu, anda adalah tuan rumah paling baik yang pernah saya kenal" , "hai jangan menangis kamu terlihat jelek sekali" ucap Maha ia berusaha tersenyum walaupun hati nya sakit dan hancur berkeping keping.
drttt.. drttt..
suara getar dari ponsel Maha, my love husband, Maha tersenyum melihat nama yang tertera di ponsel nya, kapan dia merubah nama itu. pasti ulah oliver dia terlalu percaya diri, saketika senyum maha menghilang dari wajah cantik nya.
kala ia mengingat Alisia, ingat akan pengkhianatan Oliver padanya. ini untuk yang terakhir kalinya aku menerima panggilan telepon mu, maha pun menekan tombol hijua.
*ya oliver ada apa?* jawab Maha sekenanya, * sweetie ada apa kenapa suara mu berbeda? apa kamu sakit, aku akan pulang sekarang* ucap oliver di seberang telepon
*aku baik baik saja oliver hanya saja baru bangun tidur* ucap maha berbohong
*aku akan merubah panggilan teleponnya* ucap oliver, oliver mengubah panggilan telepon menjadi Vidio call membuat maha kebingungan, untuk mengangkat nya, karena saat ini ia berada di taksi.
__ADS_1