Baby Inseminasi

Baby Inseminasi
Mencari Maha 4


__ADS_3

Pagi hari Oliver dan Hanz beserta sopirnya dengan mobil yang baru dibelinya siang kemarin dan empat bodyguard yang juga menaiki mobil sendiri tiba di panti asuhan.


Oliver menatap dari kejauhan ia belum beranjak turun dari mobil nya. tampaklah wanita cantik yang tengah hamil besar keluar dari pagar beserta 3 anak kecil yang berada di sisi kanan kirinya.


Ya wanita hamil itu adalah istri nya Maha, oliver hanya menatap wanita nya dari mobilnya, belum ingin turun. tampak maha berjalan jalan disekitar panti tanpa menggunakan sandal.


Maha juga melakukan gerakan gerakan senam ringan yang diikuti oleh tiga anak kecil yang berada disamping, mereka tampak tertawan cekikikan.


Oliver masih menatap Maha dari kejauhan, ingin bergerak menghampiri namun seperti ada Serasa ada lem yang membuat tubuh nya sulit untuk digerakkan.


"tuan kenapa anda tidak menyapa dan menghampiri nyonya Maha" tanya Hanz, sekertaris nya begitu heran menatap wajah sang big bos, terlihat wajah rindu akan istri nya tapi mengapa ia tidak mendekat.


"diamkan jangan banyak bicara" ucap oliver, ia masih memandang, istri nya yang berjalan melewati mobil yang ditumpangi nya.


*******


Maha Pov

__ADS_1


"kak Maha, kita jalan jalan kemana" , tanya salah satu anak yang berjalan disebelah nya, "kita ke depan sana yuks, siapa tau ada tukang sayur atau tukang rujakan"


"Kak Maha pagi pagi mana ada penjual rujakan" , "yah.. kan kakak hanya bilang siapa tau ada" wah ada mobil baru, kenapa berhenti diujung jalan, batin Maha.


ah.. sudahlah, yang penting bukan mobil oliver, ucap nya lagi. ia pun melanjutkan jalan jalan nya. 'semoga kamu lahir dengan sehat dan selamat ya nak!!' maha mengusap usap perutnya dan tersenyum ketika ada gerakan di perutnya.


"kakak.. kakak... kok senyum senyum sendiri, inget ayah nya Dede bayi ya.. cie.. cie.."


"hahahaha..." maha tertawa cekikikan, "anak kecil tau apa sih" ucap Maha, ia mengobrak Abrik rambut anak yang sedari tadi bicara padanya.


Maha belum hafal betul nama anak anak yang berada di panti asuhan. semenjak menikah dengan Oliver Maha memang tidak pernah sama sekali mengunjungi panti asuhan ini. bukan karena dia lupa atau melupakan. hanya saja kesibukan nya mengurusi suami dan juga skripsi nya membuat nya sulit sekali memiliki waktu, bahkan Oliver melarang keras kegiatan Maha diluar tanpa dirinya, sedangkan Oliver sendiri sibuk, bagaimana cara nya maha bisa berkunjung bersama suami nya ke panti asuhan.


'tidak mungkin kalau itu mobil oliver kan, semalam aku telpon mama, Oliver memang datang ke rumah dan memaksa mama memberi tahu keberadaan ku, hanya saja mama tidak memberitahu keberadaan ku.


*******


Oliver masih betah berada didalam mobil nya, hingga siang hari barulah ia meminta sopir yang duduk disebelah Hanz, untuk pergi mencari makan siang, sedang kan ia berjalan keluar menuju ke arah panti asuhan.

__ADS_1


kebetulan saat itu ada seorang wanita setengah baya keluar dari pintu panti asuhan seperti nya hendak keluar.


"selamat siang nyonya" , sapa Oliver Ramah, "ya selamat siang, ada perlu apa ya??" tanya bunda Maryam tak kalah ramah.


"maaf sebelumnya saya bicara dengan siapa? apa bisa saya bertemu dengan kepala panti asuhan atau pengelola panti asuhan ini?"


"kalau pengelola nya saya, maaf sebelumnya nama saya Maryam dan anda..???"


"saya Oliver Dalmiro, saya suami Mahabbah Jasmine Arata, saya kesini untuk menjemput istri saya" ucap oliver tegas.


"maaf tuan oliver, maha memang berada di panti asuhan ini, tapi saya tidak akan tinggal diam jika anda berlaku kasar dan memaksa nya untuk mengikuti anda"


"seperti nya anda salah paham dengan saya nyonya, tidak mungkin saya berlaku kasar kepada istri saya dan untuk memaksa, seperti nya saya masih memiliki hak untuk memaksa Karena dia istri saya, dan seharusnya dia bersama dengan saya"


"maha adalah anak dari sahabat saya dan sudah saya anggap sebagai anak kandung saya sendiri, saya mohon jangan mengganggu kehidupan putri saya, Jangan sakiti hatinya lagi" ibu Maryam pun mengatupkan kedua telapak tangan nya.


Oliver meraih tangan itu dan berkata "saya mohon nyonya saya tidak bisa hidup tanpa Maha, banyak yang harus saya jelaskan, banyak sekali penjelasan yang harus saya jelaskan kepada Maha, kesalah pahaman yang terus menerus terjadi"

__ADS_1


"saya tau saya salah nyonya, Karena menganggap remeh perasaan Maha, tanpa ada Niat untuk menjelaskan ataupun meminta maaf setelah berbuat salah, dan dengan rasa percaya diri saya langsung mendekati dan memberikan perhatian"


"seharusnya dari awal saya meminta maaf ketika berbuat salah, dan memberi penjelasan ketika ada kesalah pahaman terjadi, saya mohon"


__ADS_2