
satu bulan setelah proses inseminasi buatan dilakukan kini maha ditemani Alisia melakukan pemeriksaan ke dokter Hannah untuk melakukan USG dan ternyata benar benar berhasil ada kantong hamil di rahim Mahabbah dan kini kandungan nya memasuki usia 7 Minggu, bahkan sudah menampakkan embrio yang sedang berkembang menunjukkan bentuk bayi walaupun belum begitu sempurna.
"astaga aku senang sekali Maha, terima kasih untuk pengorbanan mu" ucap Alisia ia memeluk tubuh Maha.
"benar benar luar biasa, ini adalah kasus pertama yang saya lakukan selama menjadi dokter kandungan, melakukan proses inseminasi pada wanita yang masih perawan berhasil dengan sempurna, anda benar beruntung nyonya Alisia mendapatkan donor rahim yang begitu subur" ucap dokter Hannah antusias
"bagaimana perasaan mu nona??" tanya dokter Hannah
"iya dokter saya memang mengalami mual di pagi hari, sakit kepala, sakit punggung, mudah lelah, bahkan payudara saya terlihat membengkak dan nyeri" Jawab Maha.
"itu adalah tanda tanda kehamilan nona" ucap dokter Hannah
*******
maha berjalan kearah ruang ICU tempat dimana Maharani masih betah dengan mata yang terpejam.
"mama aku menyayangimu, aku terpaksa menjual rahimku agar mama selamat"
"maafkan aku ma, jika nanti mama sadar aku tidak bisa menemani mama apalagi jika perut ku membesar nantinya" maha mengusap usap perutnya.
"sehat lah didalam sini nak, demi kebahagiaan rumah tangga ayahmu kelak" ucap Maha, tanpa ia sadari salah satu jari milik Maharani bergerak.
************
Oliver Pov
"Alisia hari ini adalah jadwal kita mengunjungi dokter Hannah", "tidak perlu Oliver aku baru saja memeriksa kondisi Maha, kita berharap sayang program bayi Inseminasi kita berhasil. maha sudah hamil 7 Minggu" jawab Alisia
__ADS_1
Oliver mengerut kan dahinya, mengapa Alisia menyembunyikan wanita yang sudah hamil anaknya, darah daging nya.
"ya sudah, kalau begitu ajak aku bertemu dengan wanita itu" ,ucap oliver
"oliver bagaimana jika aku akan membawa maha ke apartemen kita" ucap aliasia antusias,
"ya sudah lakukan sesukamu, jika aku kelak jatuh cinta pada wanita itu jangan salahkan aku" ucap oliver santai.
"sayang jangan begitu, kita hanya meminjam rahim nya kan, aku percaya kau tidak akan mungkin jatuh cinta pada maha, aku lebih baik dan lebih segala galanya dari pada Maha, aku janji hanya untuk kali ini saja selanjutnya kita akan melakukan nya dengan usaha maksimal"
*******
Aliasia mengajak maha pindah ke apartemen milik mereka, kamar maha berada dilantai satu sedang kan Oliver dan Alisia berada di lantai dua.
"maha disini kamar mu" ucap Alisia, Oliver memeluk pinggang Alisia, ia melirik sekilas ke arah Maha yang memasuki kamar, ia benar benar muak dengan Maha, baginya maha tak lebih seperti ******* yang menjual anaknya. Oliver menarik Alisia menuju kamar mereka.
"Alisia kau yakin wanita itu tidur di apartemen milik kita, biar kan aku menyewa kan apartemen lain untuk nya" , ucap oliver
"kau tidak takut aku jatuh cinta pada nya" ,jawab oliver kemudian
"aku tau sayang kau mencintaiku, jadi tidak mungkin kamu melirik wanita itu, bahkan aku seratus kali lebih cantik dan seksi" kini alisia mulai menggoda oliver dengan menggigit bibir bawahnya sendiri.
"baiklah ratu seksi aku menginginkan mu, layani aku sekarang" ucap oliver, kina Alisia berjalan mendekati ranjang dimana Oliver tiduran, satu persatu pakaian yang ia kenakan terlepas , hingga kini tubuh itu polos dan sudah berada diatas tubuh oliver.
"puaskan aku sekarang, kau harus berusaha sayang untuk membuat ku senang, dan kau juga telah menghabiskan banyak sekali uangku untuk biaya pengobatan ibu dari wanita itu, jadi kamulah yang membayar nya" oliver menopang kepala nya dengan kedua tangan nya, ia membiarkan Alisia yang bekerja sendiri.
"sayang tidur dan nikmat lah servis terbaik ku" ucap Alisia tangannya mulai bergerilya meggoda tubuh oliver.
__ADS_1
*******
Maha berjalan kelantai dua dia ingin menjumpai Alisia ia ingin berpamitan ke rumah sakit menemui mama, maha berhenti di pintu sebuah kamar yang ia yakini Kamar milik Alisia dan oliver, tubuh maha menegang kala melihat adegan dua satu plus yang tersuguh secara tidak sengaja, karena memang pintu kamar tersebut tidak ditutup. ia menutup mulutnya menahan rasa mualnya"
maha segera membalikkan tubuhnya ia berjalan cepat menuju tangga dan berjalan turun ia kembali ke kamar nya, dengan nafas ngos ngosan.
'masa bodoh, aku akan pergi dari sini, menjijikkan sekali, tidak tahu kah mereka jika ada orang lain selain mereka berdua, kenapa juga tidak menutup pintu kamar nya' ucap maha memaki maki dalam hati kedua pasangan yang baru saja membuat nya muntah.
maha mengambil tas selempang kecil milik nya, ia segera keluar dari rumah itu, ia menemukan seorang wanita yang agak muda datang ke rumah ini.
"maaf mbak, kalau nona Alisia mencariku, maksud ku, aku maha" ucap maha dengan menunjuk dirinya sendiri, "katakan aku akan kembali ke rumah ku sendiri" , lanjut nya kemudian
"baiklah nona maha" ucap wanita tersebut ramah.
Dengan langkah tergesa gesa maha keluar dari pekarangan rumah itu. ia memesan taksi online, ia segera menuju ke rumah sakit untuk menemani Maharani.
*******
"bibi dimana maha wanita yang tidur di kamar ini" tanya Alisia, ia mencari maha ke berbagai sudut ruangan apartemen milik nya namun nihil.
"maaf nyonya tadi wanita itu berpesan jika ia kembali ke rumah nya" Oliver tersenyum mendengar penjelasan dari maid rumah nya.
sebenarnya ia melihat maha yang berada di depan kamar nya melalui cermin disebelah nya, namun oliver malah sengaja memperlihatkan tubuhnya pada Maha.
'baguslah wanita itu tidak tinggal dirumah ini' , batin Oliver
____________________________________________
__ADS_1
Oliver nya lagi pusing sampai dahinya berkerut kerut, hati hati bang Oliver nanti cepat tua banyak kerutan di wajah.