Baby Inseminasi

Baby Inseminasi
Takut berharap


__ADS_3

"kenapa kalian berfikir pangeran dengan ciri ciri seperti itu" tanya Maha


"karena pangeran nya ada di belakang kakak, bunga mawar tadi dari pangeran tampan yang ada di belakang kakak"


seketika Maha berdiri ia menengok ke arah belakang nya dimana oliver sedang tersenyum menatap ke arah nya.


Maha terdiam mematung di tempatnya, lidah nya terasa kelu hanya untuk menyapa.


ia berjalan mundur makin mundur dan mundur, oliver yang melihat maha berjalan mundur, ia merasa adrenalin nya memacu, karena dibelakang maha terdapat sebuah kolam yang oliver sendiri tidak tahu kolam apa itu.


"stop.. maha stop.. jika kamu tidak ingin melihat ku aku akan pergi tapi tolong berhenti jangan berjalan mundur lagi seperti itu" ucap oliver, mata nya sudah terasa panas menahan rasa rindu dan juga ketakutan.


Maha seketika berhenti ia menatap ke arah mata oliver, sebenarnya ia ingin berlari kepelukan suaminya itu, tapi rasa sakit hati yang ia rasakan saat ini begitu sakit hingga ke relung hati nya yang paling dalam.


matanya mulai berkaca-kaca rasa rindu nya benar benar memuncak. air mata yang ia tahan itu akhirnya jatuh juga membasahi pipinya. ia berbalik arah berjalan cepat ke arah pintu samping. lalu ia masuk ke dalam kamar nya, dan jatuh terduduk di pinggir an kasur. ia menangis sejadi jadinya.


'Tuhan mengapa rasa sakit ini tidak bisa hilang, aku merindukan nya, aku sungguh sungguh merindukan nya'


Oliver yang mengikuti langkah maha pun berhenti di depan pintu, air mata yang ia tahan pun akhirnya jatuh juga saat mendengar isakan tangis istri nya, hampir dua jam maha menangis hingga akhirnya tidak ada lagi suara tangisnya.


selama itu pula oliver hanya berdiam diri di depan pintu kamar Maha. semua penghuni panti asuhan tidak ada yang berani mendekat, hanya bunda Maryam yang baru saja pulang berani mendekat ke arah Oliver.

__ADS_1


"bantu aku nyonya aku mohon, bantu aku agar dapat bicara dengan istri ku" ucap oliver ia merapatkan kedua telapak tangan nya seraya me mohon kepada bunda Maryam.


"aku sudah katakan bila aku tidak bisa membantu mu apa apa, semua keputusan ada di Maha, aku hanya menjaga nya di sini"


Maryam mengetuk pintu kamar Maha cukup lama ia memanggil manggil nama Maha dan mengetuk pintu nya, hampir seperempat jam namun tidak ada Jawaban, oliver sudah merasa panik setengah mati.


Bunda Maryam mencoba membuka knip pintu namun tidak bisa karena di kunci dari dalam, tanpa aba aba Oliver langsung mendobrak pintu kamar tersebut.


tampak maha tergeletak pingsan di kasur, "Maha.. maha.. nak. bangun nak" ucap Maryam berusaha membangun kan anak dari sahabat nya, ia menguncang guncang tubuh Maha, namun tetap tidak bergerak.


Oliver segera menghubungi Hanz, untuk memasukkan mobil ke dalam pekarangan panti asuhan. setelah itu ia mengangkat tubuh Maha. dengan setengah berlari ia membawa tubuh istrinya.


"Tuan apa yang terjadi" ucap Hanz. ia membukakan pintu mobil bagian belakang, membantu oliver memasukkan tubuh pingsan Maha "cepat Hanz segera ke rumah sakit.


Maryam memberikan Oliver miyak kayu putih untuk mengolesi tubuh maha yang dingin.


sepanjang jalan Oliver menggosok gosok kedua telapak tangan maha dengan tangan nya.


"wake up, honey... please, ayo bangun sayang ku mohon"


"please forgive me, i'm terribly sorry" Oliver menciumi seluruh wajah Maha, dia benar benar khawatir dengan wanita yang ada didalam dekapan nya itu.

__ADS_1


"Hanz... mengapa jalan mu seperti siput" teriak Oliver, ia benar benar tidak sabar.


setelah lima belas menit berjalan akhirnya Hanz menemukan klinik kecil terdekat dengan panti.


Oliver memincing kan matanya "mengapa berhenti disini" tanya oliver


"tuan hanya ini klinik kesehatan terdekat dengan panti, bila menuju rumah sakit paling tidak empat puluh lima menit lagi baru kita sampai, kita harus segera memberikan pertolongan pada nyonya Maha"


Hanz segera membuka kan pintu untuk tuannya dan oliver segera menggendong Maha. kebetulan klinik tersebut adalah klinik kebidanan, tempat melahirkan.


maha segera mendapatkan pertolongan dari bidan setengah baya tersebut "bagaimana keadaan istri saya dokter" tanya oliver.


"tidak apa apa ini karena dehidrasi, apa kalian bertengkar? karena seperti nya mata nya bengkak habis menangis yang cukup lama"


"iya dokter, berapa lama dia akan dirawat dan bagaimana keadaan anak ku"


"sehat sekali dan seperti nya aktif sekali ya, tadi waktu saya periksa dia selalu bergerak, semoga lancar sampai ke persalinan"


"terima kasih dokter" , "setelah siuman dan infus ini habis istri anda sudah bisa pulang"


"oh.. ya ... setelah sadar silahkan tekan tombol alarm saya akan datang memeriksa kondisi nya lagi"

__ADS_1


Oliver duduk di kursi samping Maha, ia terus menggenggam tangan Maha dan menciumi nya.


__ADS_2