
Sudah sebulan sejak kejadian itu, maha hampir hampir tidak pernah melihat Oliver sama sekali, pernah beberapa hari yang lalu maha mendapati Oliver pulang kerumah dalam keadaan berantakan bau alkohol tercium menyengat, dan yang membuat Maha heran mengapa Oliver bisa bersama Alisia lagi.
Jelas jelas malam itu Oliver meracau mengatakan bila Alisia mengkhianati nya dan tidur dengan laki laki lain. Tapi mengapa sekarang malah Oliver bersama Alisia lagi. Meskipun Alisia tidak mengantar Oliver hingga masuk ke dalam rumah tapi aku tau dia menatap ku ketika aku sedang mengintip dari balik korden jendela kamar ku. dan dia tersenyum, senyum yang sedikit menakutkan.
"Nora bantu aku bersihkan tubuh Oliver ya, bawakan air hangat juga handuk kecil untuk membersihkan tubuhnya" , "baik Bu" , Maha mulai melepaskan jas, serta dasi milik Oliver, tak lupa juga dengan sepatu nya.
Ia segera ke atas mengambil baju ganti untuk Oliver, setelah membersihkan tubuh Oliver dan mengganti pakaian nya dan memberikan selimut ditubuh Oliver. "ibu ini bagaimana" , "sudah biarkan dia tidur di sofa siapa juga yang kuat membawa raksasa seperti nya naik ke atas" , Nora tertawa cekikikan mendengar kata raksasa dari istri tuannya.
bila dibandingkan dengan tubuh Oliver memang tubuh maha jauh terlihat kecil tapi menurut nora, badan maha proposional Menurut Nora maha cocok sekali menjadi model bahkan tubuh maha lebih bagus dari pada Alisia yang hanya mengandalkan tonjolan di kedua dadanya, bagian belakang Alisia juga terlalu over, beda sekali dengan milik Maha, sungguh istri tuan nya yang sekarang lebih segala galanya dibanding kan dengan istri tuan nya yang dulu
Nora pun segera beranjak pergi meninggalkan maha, nyonya yang paling baik hati yang pernah dia abdikan hidup nya.
Maha membenarkan lagi letak selimut Oliver dan memandang wajah suaminya itu sebelum benar benar memastikan suaminya tidur dengan nyaman walaupun hanya di sofa, ia segera beranjak berdiri. namun tangannya lebih dulu dipegang oleh Oliver "jangan pergi, maaf kan aku" , Perlahan maha melepaskan pegangan tangan Oliver kemudian memasukkan nya ke dalam selimut, ia mengecup kening Oliver, dan sekarang ia benar benar pergi dari ruang tamu.
sepeninggalan maha, Oliver membuka matanya. ia menatap sayu ke arah tangga dimana maha berjalan naik dengan perlahan. ia bisa melihat perut maha yang sudah terlihat membuncit itu, ingin sekali ia mengusap perut Maha dan membisikkan kata sayang kepada buah hatinya.
setelah terdengar suara pintu tertutup barulah Oliver bangun, ia memijit mijit kepala nya yang terasa pusing. sebenarnya dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak meminum dan menyentuh minuman terlarang tersebut. Oliver malam tadi menghadiri acara perayaan ulang tahun perusahaan partner bisnis nya, untuk menghargai tuan rumah Oliver terpaksa meminumnya tapi ternyata dia malah dijebak hingga minum banyak melebihi dosis yang ia mampu.
Sedangkan Alisia mereka bertemu disana, tidak dipungkiri bila selebriti seperti Alisia pasti akan diundang untuk acara acara seperti itu. Alisia sudah berjanji tidak akan mengganggu rumah tangga ku lagi, dia hanya ingin berteman. maka dari itu ketika mabuk parah Alisia bersedia mengantar ku kembali daripada terlalu lama menunggu sopir untuk menjemput.
Alisia juga berjanji hanya mengantar ku sampai depan rumah saja, dan sekarang kepala ku rasa nya mau pecah, sebaiknya aku mandi dulu agar badanku lebih segar tidak lengket semua.
Perlahan Oliver berjalan menuju tangga ia segera masuk ke ruang kerja nya, ia pun membuka pintu kamar dimana maha tidur, kemudian berjalan ke arah kamar mandi.
Selesai mandi Oliver keluar kemudian menuju walk in closed milik nya, menukar handuk dengan kimono tidur. ia menghampiri Maha dan menatap wajah maha yang tertidur pulas, ingin ia menyentuh pipi maha namun ia tarik kembali tangan itu. takut bila sang empu nya terbangun dari tidurnya.
Oliver pun keluar dari kamar dan berjalan ke ruang kerja nya untuk meng istirahat kan badan nya yang benar benar lelah.
__ADS_1
*******
Keesokan harinya Maha terbangun, ia segera beranjak menuju ruang kerja Oliver. lagi lagi Oliver sudah pergi kerja. "ah.. tidak tunggu dulu, siapa tau dia masih dibawah untuk sarapan" maha pun berjalan keluar ruang kerja Oliver. ia bergegas ke bawah, tempat Oliver tidur, tapi tetap tidak ada.
"Nora... nora,.." , "ada apa bu? ada yang bisa saya bantu?" , "dimana Oliver" , "seperti biasa tuan Oliver pergi pagi pagi sekali" , "apa dia sarapan" , "tidak Bu tuan tidak sarapan, tuan tergesa gesa" , "ya sudah, kalau begitu aku mau mandi dulu" maha pun segey kembali ke kamar nya untuk mandi.
Hari ini jadwal ku untuk sidang skripsi, tapi ya sudahlah seperti nya Oliver tidak akan peduli.
"maha memakai baju putih ber krah dan rok hitam selutut, untung saja rok ku pinggang nya pake karet jadi bisa melar. maaf ya sayang kamu mama gencet sebentar ya. maha pun mengusap usap perutnya.
*******
Maha kini berada di kampus ia menunggu giliran didepan diruang sidang skripsi tampak Sarah dan juga Lily menemani nya.
"gue iri banget Lo udah mau sidang aja Ma.." ucap Sarah, "iya nih punya gue belum lanjut lanjut maish mentok di bab IV aja, dospem gue susah banget terlalu banyak maunya" ucap Lily juga.
Beda sekali dengan Sarah Amalia Azhari Ginting anaknya si Ginting pengacara kondang. otaknya memang rada lemot tapi anehnya semua nilai nya bagus bagus dan rata rata B padahal jarang masuk juga. aneh kan?? memang si Ginting.
"Mahabbah Jasmine Arata, jurusan Manajemen keuangan angkatan ****" teriak salah satu penguji.
"OMG giliran gue, doa' in gue ya say" ucap ku kepada kedua sahabat ku, aku pun mengusap perut ku, 'sayang doa in mama sukses ya dapat nilai terbaik dan bisa lulus cumlaude'
Dengan langkah pasti Maha berjalan masuk ke ruangan sidang skripsi nya.
setelah satu jam maha akhirnya keluar dengan senyum sumringah, waktu tercepat yang dia lalui padahal mahasiswa yang lain kurang lebih dua jam tapi maha hanya satu jam lebih 10 menit, para penguji puas dengan hasil yang presentasi yang dibawakan oleh Maha. ia juga menjawab semua pertanyaan dengan cepat singkat dan jelas.
kedua sahabat nya pun berpelukan layaknya Teletubbies, mereka melompat lompat kegirangan tidak sadar diri, untung saja jadwal maha terakhir. sehingga sudah tidak ada mahasiswa lain disana kecuali mereka bertiga.
__ADS_1
Usai sidang skripsi maha bersama Sarah dan Lily, mereka pergi untuk makan makan bersama. Maha mengajak mereka berdua untuk makan di restoran langganan Oliver.
Sampai disana maha sengaja memilih tempat di pojokan yang tidak terlalu terlihat bila ada orang masuk.
mereka banyak sekali memesan makanan dan minuman namun hanya satu porsi per jenis makanan nya, padahal mereka bukan termasuk orang yang tidak mampu untuk makan di restoran mewah seperti ini, tapi bagi mereka berebut makanan satu porsi untuk bertiga adalah sesuatu yang menyenangkan.
Baru saja memulai untuk makan mata maha melihat dua orang yang dia kenal masuk ke dalam Restoran. '*apa hubungan mereka berdua' batin Maha.
L
A
N
J
U
T
Ayo tebak tebakan siapa mereka berdua yang baru saja datang* ???
___________________________________________
Budayakan Like 👍🏻 setelah membaca 😍😍
jangan lupa tekan Rate ⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1
dan juga beramal dengan Vote mu 😘😘😘