
Perlahan buliran buliran bening dan hangat dimatanya yang tiba tiba saja menetes tanpa ia perintah maupun ia inginkan. 'tapi kenapa rasanya sesak sekali' batin Maha lagi. ia pun menghapus air matanya, setelah mendengar ketukan dari pintu. Maha segera membuka pintu dan meminta Nora meletakkan baskom berisi air hangat itu ke meja dekat dengan sofa. Nora mengambil bak pakaian bekas sebelum ia keluar dari kamar majikannya.
Maha masih duduk di sofa ia menatap pintu kamar mandi yang belum juga terbuka, selang beberapa saat barulah pintu itu terbuka.
Oliver menatap Maha, ia pun berjalan mendekati Maha, "sudah sarapan" tanyanya, "belum, kemarilah dan duduklah disini" ucap Maha, ia menepuk nepuk sofa disebelah kiri nya yang kosong
Oliver pun duduk disebelah Maha, ia mengamati Maha dari samping, ada perasaan salah dihatinya, ia selalu saja menyakiti gadis baik dihadapan nya.
"aku tidak akan bertanya mengapa tangan mu bisa hancur seperti ini, hanya saja aku berpesan agar lebih berhati hati dalam melakukan sesuatu, tanganmu ini masih berguna apalagi ini tangan kanan" maha pun mulai membersihkan luka Oliver dengan air hangat, membersihkan nya dengan alkohol, kemudian mengolesinya dengan obat merah.
"seperti nya tidak perlu diperban, biar karyawan mu pada tau, kalau bos nya hoby berkelahi dan memukul kaca" ucap Maha, ia pun memasukkan kembali peralatan yang ia gunakan ke dalam kotak P3K.
"aku lapar, seperti nya para koki sudah selesai masak, aku akan makan dulu, kau beristirahat lah" maha berdiri dari duduk nya. namun ia kembali terduduk ketika Oliver menariknya "kamu tidak menawariku sarapan" tanya oliver, "oh.. apa kamu belum sarapan" , "Tentu saja belum" , "kukira kamu sudah sarapan bersama Alisia" , mengingat Alisia membuat perut maha mual kembali, ia segera berlari ke kamar mandi dan memuntahkan susu kedelai yang ia minum tadi.
Oliver pun berdiri dan mengikuti Maha ke kamar mandi. Ia memijit mijit tengkuk Maha "masih ada lagi yang akan dikeluarkan?" tanya oliver, "mengapa mengikuti ku, pergilah ini menjijikkan "tidak, maafkan aku bersikap egois tidak pernah menemanimu"
"sudah" tanya oliver lagi, "Maha pun mengangguk, seharusnya ia tidak mengalami morning sickness lagi kenapa malah mual mual lagi yang tidak tertahankan.
__ADS_1
Oliver mengusap bibir Maha dan mencuci nya di wastafel, kemudian ia pun membantu Maha keluar kamar mandi dan mendudukkannya di sofa. Oliver meraih air putih diatas nakas dan memberikan kepada Maha.
hampir saja maha tersedak saat oliver duduk dibawah nya dan menyandarkan kepalanya dipangkuan Maha "apa yang kamu lakukan Oliver" , "hanya sebentar maha, aku begitu lelah benar benar lelah" , ucap oliver.
Maha tersenyum canggung 'yahh dia Lelah semalaman menemani Alisia, dan dengan bodohnya aku menunggu Nya' batin Maha.
"mengapa aku jadi laki laki tidak pernah bisa tegas sehingga berulang kali aku dimanfaatkan Alisia, ia mengkhianati ku tidur dengan laki laki lain dan orang itu adalah Alex kakakku sendiri, walaupun kami sudah bercerai, tapi dia sendiri yang membuat perjanjian bahwa kami tidak boleh melakukan hubungan badan dengan siapapun, dan aku tidak boleh menyentuh mu juga, ketika aku percaya ia malah berani beraninya tidur dengan laki-laki lain. aku malah membalas nya dengan merenggut kehormatan mu dengan cara memaksa, hanya untuk membalas dendam perbuatan Alisia, aku hanya membuktikan bila aku juga bisa tidur dengan wanita lain"
air mata maha menetes dengan derasnya hingga membasahi kepala oliver, membuat Oliver mendongakkan kepalanya. "maha jangan menangis, sungguh maafkan aku" ,
"maaf untuk Apa lagi Oliver, seharusnya aku yang merasa lelah, terkadang kau begitu baik dan bersikap manja, tapi setelah itu pasti kau akan menyakiti ku,... kini aku tau Oliver kamu hanya menjadikan ku pelampiasan kemarahan mu pada Alisia" Maha berbicara dengan terputus putus menahan tangis nya.
Oliver merasakan hati nya benar benar sakit saat melihat maha yang benar benar terpuruk "bahkan ketika kau mengambil kehormatan ku, kamu tidak pernah sekalipun menjenguk ku di rumah sakit, bahkan aku pulang dari rumah sakit pun, kamu masih berdua'an bersama wanita lain yang telah mengkhianati mu, dimana nurani mu oliver....."
Oliver memeluk tubuh Maha, maha berusaha untuk melepaskan pelukan oliver ia merasa benar benar membenci laki laki yang sedang memeluk nya saat ini, laki laki egois yang tidak pernah bisa meminta maaf.
Oliver makin mengeratkan pelukannya, ia benar benar tidak ingin kehilangan maha untuk kesekian kalinya. mulai detik ini ia benar-benar tidak akan berurusan dengan alisia lagi, ia tidak ingin di jebak lagi oleh wanita tidak tahu malu itu.
__ADS_1
"jangan lepaskan Maha, kumohon maafkan aku, ampuni segala kesalahan ku" ucap oliver dengan masih memeluk Maha erat.
"aku membenci mu oliver aku membenci mu" teriak Maha, dengan sesengguk'an. "kamu boleh membenci ku tapi kamu tidak boleh pergi dariku, aku ingin memperbaiki semuanya dari awal, berjanji lah padaku untuk tidak pergi dariku" ucap oliver, perlahan ia melepaskan pelukannya, ia menatap wajah maha yang tidak mau menatap nya.
Oliver berjanji ia akan memperjuangkan hati Maha kembali. ia mengecup kening Maha cuku lama, ia menghirup aroma rambut istri nya. seperti aroma coklat vanila, oliver berfikir bagaimana wanita dewasa seperti Maha bisa menyukai aroma coklat untuk parfum nya.
"lepaskan aku" , ucap Maha, "kamu tau gak kalau aku harus melepaskan mu, seperti nya aku harus ke kantor kelurahan dulu" , "hah.. ngapain" , "ya aku mau minta surat keterangan tidak mampu" ucap Oliver.
"hahahahhaha..." maha tertawa terbahak bahak. "ih gak lucu banget bule bisa gombal" ucap Maha ia pun berjalan keluar kamar, turun menuju dapur untuk sarapan. ia tersenyum sendiri dengan ucapan Oliver, dari mana dia belajar kata kata gombal an seperti itu.
Oliver menyusul Maha, ia mengikuti maha dibelakang, memang wanita ku ini benar benar ajaib mudah sekali dia tertawa setelah menangis begitu kencang nya.
"hai sayang, kamu pasti Mikir kan dari mana aku belajar kata kata mutiara itu" , "itu bukan kata kata mutiara Oliver itu gombalan receh" , "ah iya... itulah namanya, aku membacanya di internet tiap hari aku membaca nya ketika senggang" ucap oliver, "gila dipelihara" ucap Maha, ia kembali ke mode on jutek nya.
Oliver tersenyum senang meskipun maha sudah kembali jutek dan Sadis lagi tapi ia tau bila Maha sudah tidak marah lagi.
___________________________________________
__ADS_1
Jangan lupa like 👍🏻 setelah membaca 😍😍
Tekan Rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dan juga Vote mu 😘😘😘 demi kelangsungan hidup cerita Maha dan Oliver.