
"sweetie kita mampir ke apartemen Alisia sebentar ya, ada beberapa berkas ku yang belum aku bawa" ucap Oliver ketika mereka berdua berada dalam mobil.
Oliver menjemput Maha dirumah mama Maharani seperti keinginan Maha. sedangkan hanz sudah lebih dulu kembali ke apartemen nya membawa mobil perusahaan.
Oliver segera melajukan mobilnya nya ke arah apartemen Alisia atau bekas apartemen dia dan Alisia "Oliver bukannya Alisia ada dirumah ya" , "tidak dia sudah kembali tadi juga dia telpon bilang kalau ada jadwal pemotretan malam ini" , "ohhhh..."
"stop.. stop... Oliver berhenti" , "aduh maha ada apa jangan minta berhenti mendadak dong, kan bahaya" , "maaf Oliver aku ingin itu" , "apa itu" , "kue putu aren" , "tapi itu kotor maha lihatlah" , "tidak ada yang kotor Oliver cuma gerobaknya aja yang sedikit berkarat tapi itu kue putu aren langganan ku dulu"
"ayolah Oliver berhenti disini saja aku akan turun mengejar mamang nya" , "aishh... ya sudah kita balik arah, sabar ya" akhirnya Oliver berbalik arah mengejar penjual putu aren, Oliver heran dengan bentuk sepeda motor penjual tersebut ia membawa kotak dari seng diatasnya ada beberapa tonjolan tonjolan kecil seperti kayu, ketika mereka berhenti terdengar suara seperti peluit dari cocong yang paling besarnya, baru kali ini Oliver memperhatikan ada penjual makanan seperti itu.
"mamangggg....." , "loh.. ini neng maha kan anaknya Bu Maharani" , "iya mamang benar sekali, kue putu nya mamang maha minta lima puluh ribu" , "hah... banyak sekali neng buat apa" , "buat luluran mang" , "yah... si Eneng ada ada aja, bentar ya neng kayaknya tinggal sedikit" , "ya udah semua nya maha beli kalau gitu"
"aduh neng ini tinggal dua puluh ribu aja gimana atuh" , "ya udah buat maha semua"
setelah selesai dikemas dengan kertas nasi dan daun pisang akhirnya makanan itu berada ditangan Maha, ia pun menyerah satu lembar uang berwarna merah "nah mamang makasih ya, mamang gak pernah lewat rumah lagi maha kangen kue putu aren nya" , "aduh neng sekarang susah masuk perumahan Eneng ditutup terus sama pak satpam gak bisa masuk kita pedagang" , "iya juga sih, ya udah makasih ya mang" , "eh.. tunggu dulu neng kembali nya" , "gak usah rejeki mamang itu" , "Ya Allah Alhamdulillah.. hatur nuhun atuh neng"
*********
Oliver menatap maha yang membuka jajanan pinggir jalan itu. Ternyata ada empat Bungkus, dengan lahap maha memakan kue putu aren tersebut, ia meniup niup nya, hingga pipinya menggelembung dan mulut nya mengerucut Oliver tersenyum dan menahan tawa nya.
"segitu enaknya makanan itu sampai lupa suami disamping" ucap Oliver, "eh... mau nawarin masih panas, tunggu ya, sabar" ucap Maha.
__ADS_1
"lah itu makanan nya udah banyak kuman nya Maha" , "kok bisa??" , "ya itu kamu tiup terus kuman dari mulut kamu nempel semua" , "sembarangan... udara tiupan dari mulut ku anti kuman ya" , "hahahaha... ada ada aja" Oliver pun mengacak acak rambut Maha.
"ayo turun dulu kita sudah sampai" , "boleh gak aku tunggu di sini aja, sambil makan ini" ucap maha ia menunjuk jajanan yang dibeli tadi.
"ya sudah tunggu sebentar ya" Oliver segera turun dari mobil, ia segera menuju lantai 5 apartemen milik nya dan Alisia yang sekarang ditempati oleh Alisia karena Oliver tinggal dengan Maha di perumahan dad and mom Dalmiro.
Oliver segera membuka pintu apartemen dengan kunci cadangan karena memang ia dan Alisia memiliki kunci masing-masing. ketika masuk Oliver mencium aroma alkohol menyeruak dihidungnya.
"ah.. bau sekali apa yang Alisia lakukan, apa dia benar-benar frustasi dengan perceraian ini, astaga sungguh maafkan aku Alisia, bukan maksud ku mempermainkan mu" batin Oliver.
samar samar terdengar ditelinga ku suara desahan, segera kucari arah suara itu. seperti nya dari arah kamar kami. dan memang seperti nya dewa keberuntungan berpihak padaku pintu kamar tidak terkunci bahkan malah dibuka.
dia Alisia dan laki laki itu adalah Alex kakak kandung ku satu ayah beda ibu. laki laki yang selalu aku percaya menjaga Alisia ketika dia marah ataupun merajuk kepada ku, bahkan Alex akan segera datang bila Alisia menginginkan nya. ternyata selama ini aku dibodohi oleh mereka berdua.
bahkan aku sendiri yang menyodorkan mantan istri ku itu pada kakak ku sendiri, sungguh aku pria paling naif di dunia, saking cintanya aku kepada Alisia bahkan aku sering menutup mata dan melindungi nya setiap skandal dan masalah yang ia buat.
Ya Tuhan wanita seperti apa yang aku nikahi dulu, ketika malam pertama ku aku tau bahwa dia sudah tidak lagi perawan mengingat miliknya yang tidak mengeluarkan darah perawan bahkan tidak sempit lagi, namun Alisia tetaplah Alisia dia pandai memuaskan ku sebagai laki laki.
apa yang mereka katakan terlebih Alisia dia mengatakan tidak puas dengan ku. punyaku kecil dan punya kak Alex lebih besar. yang benar saja jelas jelas punyaku lebih besar dasar wanita bermulut dua pandai sekali dia merayu laki laki. andai aku tau dari dulu sudah ku cekok'ki mulut nya dengan punyaku sampai mentok, muntah muntah lah, bahkan punyaku baru masuk setenga di mulutnya dia sudah bilang tidak sanggup, sekarang berani bilang punyaku lebih kecil, benar benar menurun kan harga diriku.
Bukannya menjauh aku malah semakin mendekat ke arah mereka tanpa mereka sadari mungkin, mau bagaimana lagi berkas yang aku butuhkan ada di dalam walk in closed yang ada dikamar ini.
__ADS_1
"hai.. maaf mengganggu kesenangan kalian" ucapku, mereka terkejut dan segera melepaskan diri mereka masing-masing kulihat wajah Alex yang masih menahan sesuatu dibawah sana yang belum dikeluarkan sedangkan Alisia wajahnya sudah memerah menahan malu dan juga takut.
"o..o.. Oliver i.. i.. ini tidak seperti yang kamu pikirkan" ucap Alisia, "Oliver bukan maksud ku bercinta dengan mantan istri mu" sahut Alex kemudian.
"ahh... kalian tentang saja silahkan lanjutkan, aku hanya mengambil berkas berkas penting ku yang masih didalam walk in closed itu" ucapku menunjuk pintu didepanku.
"apapun yang kalian lakukan bukan urusan ku, aku sudah bercerai dengan Alisia jadi kau tenang saja Alex tak masalah kau menginginkan bekas ku" ucap ku dengan senyum devil.
"apa kamu bilang bekas mu, jangan mimpi Oliver aku bahkan sudah lebih dulu tidur dengan wanita mu ini sebelum kalian menikah, bahkan setelah menikah ia selalu menemani ku setiap aku berada di negara ini" ucap Alex
Ia tersinggung merasa harga dirinya di injak injak ketika Oliver mengatakan ia menginginkan bekas nya. Sehingga tanpa sengaja ia membuka semua aib dan skandal dia dengan Alisia.
____________________________________________
**Mohon bantuannya para pembaca setia
Masuk ke detail silahkan tekan ⭐⭐⭐⭐⭐ berikan penilaian tekan lima bintang lalu serahkan.
klik vote berikan vote mu untuk mendukung karya author 🙏🙏🙏
selesai baca jangan lupa like and coment. tulis Next next next juga saya suka 🙏🙏🙏**
__ADS_1