Baby Inseminasi

Baby Inseminasi
Proses Inseminasi


__ADS_3

Maha Pov


"ma.. aku mohon sadar lah" ucapku, mama mengalami kecelakaan tunggal mobil yang ia tumpangi dan ia sopiri sendiri menabrak pembatas jalan hingga masuk jurang, mama benar benar kritis.


"aku mohon mama bertahanlah" ,ucap maha dalam doanya, ia duduk diruang tunggu didepan ruang UGD


"maaf bisa bicara dengan kerabat nyonya Maharani??" ucap seorang perawat yang baru saja keluar dari ruang UGD


"saya putri nya suster" , maha segera berdiri berjalan mendekati perawat tersebut


"anda diminta ke ruangan dokter nona" , aku mengikuti langkah kaki perawat yang mengajak ku ke ruangan dokter Betram yang menangani Mama.


"selamat malam dokter" , ucapku ketika masuk ruang tersebut


"Silahkan duduk, dengan kerabat nyonya Maharani??" , tanya nya ramah, ia Dokter muda yang tampan, aku melihat wajah nya kemudian menunduk malu ketika ia tersenyum kepada ku.


"iaa dokter saya putri nya" jawab Mahabbah.


"nyonya Maharani harus segera dioperasi, ada gumpalan darah dikepalanya, dan juga tulang rusuk sebelah kanan patah tiga sebelah kiri patah dua. tulang punggung beliau juga ada yang retak tiga ruas" ucap Dr Betram. ia menunjukkan beberapa hasil rontgen milik Mama.


"astaga" maha menutup mulutnya, ia berusaha menahan air matanya. "separah itu kah mama dokter, berapa biaya yang diperlukan" , tanyaku lagi.


"kami tidak bisa mengoperasi semua nya secara langsung, kami melakukan secara bertahap, yang pertama adalah mengambil darah beku yang ada di kepala pasien, perkiraan biaya operasi biasanya sekitar delapan puluh hingga seratus juta, tapi alangkah baiknya anda tanyakan bagian administrasi" ucap Dr Betram.


"lalu setelah itu operasi apalagi dokter??", tanyaku


"kami menunggu beliau stabil setelah itu barulah operasi tulang punggung, kemudian tulang rusuk nya" jawab ya lagi.


"baik dokter, terima kasih!! segera akan saya siapkan biaya operasi mama saya" maha keluar dari ruangan dokter Betram dengan langkah gontai.


'apa yang harus aku lakukan, tidak mungkin aku menjual pabrik mebel mama, bagaimana nasib karyawan mama nantinya.


belum lagi jika mama sadar, mama pasti bertanya bagaimana dengan pabrik mebel kami'


maha berjalan sambil melamun hingga ia menabrak seseorang yang membuat nya hampir terjatuh. "maaf kan saya karena melamun" ucap Maha.


"hai tunggu dulu, bukankah kau teman Sarah" ucap wanita cantik didepan Maha, Maha kemudian menoleh ke arah asal suara yang sempat ia tabrak.


"iya benar, maaf dengan.." , tanya maha


"hai aku Alisia, Alisia Marshal, aku rekan kerja Sarah sesama model" ucap nya ramah.


maha baru ingat wanita cantik ini adalah super model terkenal yang selalu menjadi saingan Sarah, namun bila dipikir pikir wanita dihadapan nya sangat ramah.


"seperti nya kamu sedang banyak pikiran? mau minum kopi bersama ku??" ucap Alisia.


"boleh juga, kebetulan kepala ku sedikit pusing mungkin segelas coklat panas bisa mengobati nya" jawab ku asal, memang saat ini aku butuh menenangkan pikiran ku agar dapat berfikir jernih, tentang biaya operasi mama, tabungan ku mungkin bisa menutupi biay operasi awal saja tapi biaya operasi berikut nya, belum lagi biasa selama di rumah sakit ini, mama tidak memiliki asuransi kesehatan.


kedua wanita itu berjalan beriringan ke arah kantin rumah sakit. Alisia memesan kopi ekpresso sedang kan maha memesan segelas coklat panas.

__ADS_1


"ada apa anda disini malam malam" tanya maha kepada Alisia,


"hanya pemeriksaan rutin saja" jawabnya, "lalu anda sendiri" lanjut Alisia.


"Mahabbah... panggilan aku Maha" ucap maha. "Mama ku kecelakaan sekarang sedang koma dan besok harus di operasi" , lanjut ku.


"oh... astaga aku turut berduka Maha, andai aku bisa membantu mu?" ucap Alisia,


"terima kasih" ucap Maha.


"hei.. yakin lah mama mu pasti selamat dan akan pulih seperti sedia kala" ucap Alisia menguatkan Maha.


"yang jadi masalah adalah biaya rumah sakit ini" ucap Maha perlahan namun masih bisa di dengar oleh alisaia, ia meletakkan kepalanya diatas meja


Alisia mengerutkan keningnya, ia kemudian dengan cepat berfikir tentang rahim pengganti, "memangnya berapa banyak yang kau butuhkan??"


"yang pasti besok aku harus menyiapkan sekitar seratus juta untuk biaya operasi pertama, sebenarnya aku memiliki tabungan sekitar itu, tapi akan ada biaya biaya lainnya karena buka hanya sekali saja mama di operasi" maha menceritakan semua biaya yang harus ia tanggung, ia bingung mengapa ia dengan begitu percaya nya pada wanita yang baru saja ia kenal dan bercerita secara terbuka padahal sebelumnya ia tidak pernah bisa terbuka dengan orang lain.


"apa kau membutuhkan biaya secepatnya" ,tanya Alisia ia memegang pundak Maha yang masih menempel kan kepalanya di atas meja


"ya aku membutuhkan nya, pabrik mebel yang mama jalankan juga sedang kolaps, mungkin itu penyebab kecelakaan mama tidak konsentrasi saat mengemudi" maha mendongak kan kepala nya menatap wajah wanita cantik dihadapan nya.


"aku bisa membantu mu, tapi dengan satu syarat kau juga harus membantu ku dan bila berhasil aku akan membiayai semua perawatan mama mu hingga pulih" ucap Alisia


"syarat?? syarat apa?? aku tidak akan menjual tubuhku" ucap maha ia menutupi kedua dadanya dengan menyilang kan kedua tangan nya.


"meminjam rahim?? maksud mu bagaimana?? bukankah itu sama saja aku harus tidur dengan suami mu" jawab maha cepat ia berfikir tentang rahim dan ia hamil


"kamu pikir aku wanita bodoh memperbolehkan suamiku tidak dengan wanita lain!!! kamu tau suamiku Oliver Dalmiro, dia menginginkan anak dari ku, tapi saat ini aku sedang meniti karir dan menikmati kesuksesan ku di dunia modeling. aku tidak ingin tubuh ku melar atau rusak gara gara melahirkan anak" jelas Alisia


"tunggu dulu kau tidak bermaksud menyuruh ku tidur dengan suami mu kan" , ucap maha


"tentu saja tidak, aku tidak bodoh membiarkan suami ku tidur dengan wanita lain, kamu dengar gak sih aku ngomong dari tadi, dokter menyarankan kami mengikuti program bayi inseminasi buatan, jadi nanti rahimmu akan disuntik kan ****** milik Oliver suamiku, tenang saja kau masih tetap perawan kok" ucap Alisia, ia melihat tubuh maha yang saat ini memang terlihat kusam karena beberapa hari ini maha benar benar tidak memperhatikan penampilan nya sama sekali.


tanpa pikir panjang maha menyanggupi permintaan Alisia, yang penting ia masih perawan walaupun ia hamil, entah apa yang ada di otak nya yang saat ini benar benar buntu. "aku bersedia Alisia, tapi kau benar-benar akan membiayai pengobatan mama selama di rumah sakit ini hingga sembuh kan??" ,


"tentu saja kamu tau sendiri suamiku seorang milyarder kan?? saat ini aku akan ke bagian administrasi dan membayar biaya operasi mama mu yang pertama dan kedua, bagaimana??" tawar Alisia


"benarkah?? baiklah aku setuju, kapan aku melakukan inseminasi buatan nya" , tanya maha, ia benar benar tidak memikirkan konsekwensinya bagi masa depan nya kelak.


"besok kau harus diperiksa terlebih dahulu, dan menjalani beberapa rangkaian sebelum melakukan proses inseminasi, bagaimana??" tanya Alisia


"baiklah aku setuju, karena aku tidak perlu melakukan hubungan **** dengan suami mu!" maha terlihat begitu lega urusan administrasi mama nya bisa selesai dengan rahim nya.


"tentu saja tidak, kau pikir aku rela suamiku tidur dengan wanita lain" , ucap Alisia ia kemudian berdiri dan berjalan ke arah kasir untuk membayar minuman mereka


"hahahaha.. maaf pikiran ku benar benar kalut, aku benar benar membutuhkan biaya yang besar untuk pengobatan Mama" jawab maha, ia pun akhirnya berdiri dan mengikuti Alisia yang akan menuju ke kasir rumah sakit.


"aku mengerti Maha untuk itu lah aku menolong mu dan aku juga meminta balasan nya, bukankah itu adil untuk kita berdua" maha mengangguk kan kepalanya saat ini hanya kesehatan mama nya yang ia pikirkan.

__ADS_1


*******


Keesokan harinya Oliver dan Alisia mendatangi rumah sakit, kedua pasangan suami istri tersebut diperiksa kesehatan reproduksi nya terlebih dahulu.


Oliver diperiksa status reproduksi nya dan dilakukan pemeriksaan analisa ****** oleh dokter spesialis andrologi untuk memilih ****** yang bergerak bagus dan kompeten. setelah proses preparation, dokter spesialis andrologi menyeleksi ****** ****** yang berkualitas baik yang akan digunakan saat proses inseminasi. hasil preparation ****** akan kemudian dimasukkan kedalam alat kateter inseminasi yang kemudian diserahkan ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan yang nantinya akan dimasukkan kedalam rahim Alisia.


Ssmentara itu di ruang lainnya nya, alisia sudah meminta maha untuk melakukan prosedur tes inseminasi, kini maha sudah ditangani oleh dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk mengetahui status reproduksi nya, untuk memastikan saluran dan organ reproduksi yaitu rahim dan indung telur dalam keadaan baik dan optimal.


setelah selesai kini maha melanjutkan dengan proses stimulasi sel telur dengan obat obatan serta hormonal sehingga memungkinan beberapa sel telur matang dapat dihasilkan.


sesudah ukuran dan jumlah sel telur memadai, maka siap dilakukan proses selanjutnya yaitu memasukkan hasil preparation ****** berkualitas milik Oliver yang sudah dimasukkan kedalam alat kateter inseminasi kedalam rahim maha yang diserahkan oleh dokter spesialis andrologi


"baiklah nyonya Alisia saya akan menghubungi anda sekitar dua atau tiga hari lagi" ucap dokter Hannah "dan semoga kandungan nona Mahabbah cocok dengan ****** milik tuan oliver, silahkan anda tanda tangani surat pernyataan ini bahwa anda lah yang meminta agar nona Mahabbah yang menjadi pengganti rahim anda"


"terima kasih banyak dokter Hannah untuk bantuannya" , ucap Alisia ia kemudian berjalan mendekati Maha, "bagaimana perasaan mu Maha??"


"aku siap Alisia meskipun agak sedikit takut, mengingat aku belum menikah dan melakukan hubungan ****, namun aku harus hamil duluan, baik lah Alisia aku akan kembali ke ruang operasi, menunggu mama, doakan semoga operasi yang mama jalan kan lancar" pamit maha kepada Alisia.


"aku doa kan semoga semua berjalan dengan lancar maha" Alisia memeluk tubuh Maha, dan mereka pun berpisah, maha keluar menuju ruang operasi Maharani sedangkan Alisia berjalan keluar menemui oliver dan juga Aefar.


"sungguh aku tidak sabar lagi untuk mengetahui bila kau hamil" Alisia tersenyum mendengar ucapan oliver ia begitu takut bila oliver akan marah bila mengetahui ia sudah membayar wanita lain untuk mengandung anak nya dan belum diketahui oliver siapa wanita tersebut.


*******


Maha berjalan gontai kearah ruang operasi, ia duduk diruang tunggu yang ada di depan ruang operasi, setelah tiga puluh menit menunggu dan berada disitu keluar lah dokter Betram. "dokter bagaimana" , "kami sudah mengeluarkan gumpalan darah dikepala beliau, sekarang hanya menunggu sadar dan memindahkan nya ke ruang rawat inap" ucap Dokter Betram. ia memegang pundak maha dan tersenyum.


"kamu gadis yang hebat dan kuat, tetap lah kuat untuk ibu mu" , ucap nya lagi, maha mengucapkan terima kasih pada Dr Betram.


*******


Alisia Pov


Sampai di apartemen milik mereka, Alisia kemudian menjelaskan yang terjadi di rumah sakit, ia mengatakan bahwa ia sudah menyewa rahim wanita lain untuk mengandung anak Oliver, dan ia belum sempat mengenal kan wanita tersebut pada oliver ia juga meyakini oliver bahwa dia adalah gadis baik baik yang sedang membutuhkan uang untuk biaya operasi dan pengobatan Mama nya.


Oliver terdiam, kulihat buku tangan nya mengepal menahan emosi. "bagaimana bisa hal sepenting ini tidak kau bicara kan padaku" ucap oliver.


"sayang aku sudah berkali kali mengatakan jika aku belum siap hamil, bukankah hari itu aku mengatakan untuk meminjam rahim wanita lain!!, dan kamu menyetujui nya" jawab Alisia.


"tapi setidaknya kau mengatakan padaku apakah aku setuju atau tidak dengan wanita itu" , ucap Oliver


"ini benar benar mendesak sayang, kita juga membantu biaya operasi mama nya dan biaya pengobatan selama di rumah sakit" jawab Alisia ia benar benar takut melihat oliver yang sedang marah.


"terserah padamu aku benar benar lelah, aku ingin beristirahat" ucap oliver ia berlalu dari hadapan Alisia memasuki kamar dan menutup pintu kamar tersebut hingga menimbulkan suara keras.


*******


buat para reader dimohon untuk like and vote ya!!!? 😍😍😍


maaf aku mengubah alur cerita nya.

__ADS_1


__ADS_2