Baby Inseminasi

Baby Inseminasi
jangan harap


__ADS_3

Maha merasa nyaman saat tidur dengan posisi seperti ini belum beberapa menit ia berada di kasur, ia pun tertidur dengan pulas. Oliver menatap wajah Maha, ia memberikan ciuman bertubi tubi diwajah cantik wanita yang ada didalam pelukannya.


*******


Pagi nya Maha terbangun dari tidurnya, badannya terasa nyaman dan enak. tidur nya benar benar pulas. sang baby yang ada dalam perut nya juga tak menggeliat bergerak gerak.


"auwww..." , teriak Maha saat pergerakan dalam perut nya semakin banyak.


Oliver yang masih nyaman dalam tidur nya akhirnya ikut terbangun saat mendengar suara teriakan Maha ia langsung ter duduk.


"ada apa Maha? apa yang sakit" tanyanya dengan wajah cemas, Maha hanya menggeleng kan kepala nya sambil mengusap usap perut nya.


Oliver menyentuh permukaan perut Maha tangan nya merasakan pergerakan dari anaknya di perut Maha.


Oliver menatap Maha, ia pun tersenyum "selamat pagi byboy, jangan membuat mommy mu kesakitan baby" ucap oliver ia menciumi perut Maha, gerakan itu kini berhenti.


"apakah kamu merindukan Dady boy" Oliver mulai berbicara pada perut Maha membuat Maha menahan tawa karena geli tiap kali perut nya di cium oliver.


"mau Dady jenguk sekarang" ucap oliver lagi, Maha yang mendengar oliver mengatakan itu, ia langsung menyingkirkan tangan oliver, kemudian berdiri dan berjalan keluar kamar.

__ADS_1


"jangan harap bisa menjenguknya" ucap Maha, membuat Oliver menelan Saliva nya "yahh.. apes nya" jawab oliver.


Maha berjalan kearah dapur dimana bunda Maryam dan juga beberapa anak panti asuhan yang sudah dewasa membantu bunda Maryam memasak untuk sarapan pagi.


"selamat pagi bunda, pagi semua, ada yang bisa Maha bantu" ucap nya, ia mendekati ke arah anak anak yang sedang memetik daun bayam, mengulas bawang ada juga yang memotong motong sayuran, mereka semua bekerja sama.


Maha senang bisa masak bersama mereka, tidak seperti di rumah oliver semua tidak boleh ia kerjakan sendiri, ada maid yang bertugas masing masing. bila ia membantu maka mereka pasti berkata "tolong nona istirahat saja, jika ketahuan tuan kami bisa di pecat" hah... menyebalkan sekali.


"duduk lah di sana nak, jangan banyak berdiri" ucap Maryam, maha berjalan mendekat ke arah anak anak yang memotong motong wortel, ia mengambil alih salah satu pisau di tangan anak tersebut.


"sini kakak bantu" ucap Maha ia tersenyum, belum juga ia memotong wortel tersebut dari belakang sudah ada yang merebut pisau dan wortel yang ia pegang.


seperti biasa Maha akan mendongak kan kepala nya untuk melihat wajah sang empu perebut pisau di tangan nya, siapa lagi jika bukan oliver suami menyebalkan itu.


"apa yang kamu lakukan, kemari kan pisau nya aku akan membantu memasak"


"tidak, aku tidak ingin kamu lelah, duduklah biar aku yang memotong motong nya" ucap oliver, ia mendorong pelan tubuh Maha.


"memangnya kamu bisa" tanya Maha tidak percaya dengan laki laki dihadapan nya.

__ADS_1


Oliver hanya menyingung kan senyum nya, ia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, setelah meletakkan wortel di atas cutting board.


Oliver kemudian menatap potong wortel yang ada didepan nya, lalu dengan seenaknya dia pun menghentakkan hentakan pisau di wortel, membuat potongan wortel tersebut, berantakan dan bertebaran kemana mana, mengenai beberapa anak yang ada di dekat nya.


seketika suasana yang sepi tadi menjadi riuh, anak anak tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan Oliver, sedang kan bunda Maryam hanya tersenyum dan menggeleng kan kepalanya.


Maha kembali merebut pisau dari tangan oliver. "kenapa bos besar seperti mu, bodoh sekali hanya memotong wortel saja tidak bisa, lihat lah wortel nya ber terbangan kemana mana, anak-anak disana semakin tertawa terbahak-bahak melihat maha menarahi oliver.


anak anak segera memungut wortel yang bertebaran ke mana mana "menyingkir dan duduk di sana" ucap Maha, kini giliran Maha yang mendorong tubuh oliver, tapi tidak bergerak sama sekali. "Oliver..." ucap Maha ia benar benar kesal.


bukan menjawab Oliver mengambil pisau di tangan maha dan meletakkan nya di atas cutting board. ia pun langsung menarik lengan maha ke lehernya dan menggendong Maha ala bridal style.


serempak anak anak disana bersorak-sorai "cie.. cie... cie..." ucap mereka serempak, maha benar benar malu ia menyembunyikan wajahnya di dada oliver.


"kau menyebalkan sekali Oliver" ucap Maha, "aku sudah katakan jika tidak ingin melihat mu memegang pisau" ucap oliver, ia sudah membawa Maha keluar menuju mobilnya yang terparkir.


Ternyata disana sudah ada Hanz dan juga Diandra, serta beberapa bodyguard oliver, beserta sebuah mobil box luamayan besar terparkir didepan panti asuhan.


"selamat pagi tuan, nyonya!!" sapa Diandra dia membungkuk memberi hormat seperti biasanya, diikuti hanz dan bodyguard oliver yang disana.

__ADS_1


__ADS_2