Baby Inseminasi

Baby Inseminasi
Aku bukan pelakor


__ADS_3

Brak.. pintu kamar mandi terbuka, terlihat wajah maha menahan emosi, ia berjalan mendekati ketiga wanita yang sedang bergosip, ketiga wanita tersebut benar benar katakutan. namun alih alih maha mendamprat atau marah marah, maha membasuh wajah nya dengan air bersih yang mengalir kemudian ia mengambil tissue didalam tas nya.


Untung saja masih ia bawa tas nya. maha pun berlalu dari ketiga wanita penggosip itu. sebelum sampai pintu maha berbalik dan ia pun menatap ketiga wanita itu "maaf ya Bu ibu tukang gosip, saya tidak pernah memakai make up maupun perawatan di dokter yang super mahal, lihat sendiri wajah saya masih bersih walaupun sudah saya basuh, untuk alasan Oliver dan Alisia bercerai sebaiknya kalian tanyakan pada bos kalian jangan hanya menduga duga yang nantinya akan menjadi fitnah, dan perlu kalian ingat aku bukanlah pelakor yang menyebabkan perceraian mereka berdua" maha pun menutup pintu kamar mandi tersebut.


Ia berjalan keluar perusahaan lalu menghentikan taksi yang berlalu lalang di jalan depan perusahaan itu. air matanya mengalir sendiri tanpa dia ingin kan dan ia perintahkan.


Bukan salahnya mengandung anak Oliver, itu sebuah kesalahan yang tidak ia sengaja, bukan hanya ia yang perlu disalahkan karena tidak fokus dengan nama yang dipanggil namun dari pihak klinik juga kurang teliti.


Ia tidak pernah menginginkan perceraian Oliver dan Alisia, sungguh itu adalah permintaan dan paksaan mama serta kedua orang tua Oliver. jika ia bisa memilih ia memilih pergi dari kehidupan Oliver. saat ini ia benar-benar merasa sendiri.


supir yang membawanya melirik kearah spion ia bingung melihat wajah cantik wanita yang duduk dibelakang nya. "maaf nona kemana tujuan kita" , maha segera menghapus air matanya barulah ia sadar bila ia sedang menaiki taksi dan ia tidak sendirian ada pak sopir didepan nya.


maha akhirnya tersenyum dengan sopir taksi tersebut "bisa kita ke pabrik mebel arata alamatnya jl. xxx" , "OOO... iya nona tentu saja saya sering lewat daerah situ ke perumahan dekat dengan pabrik itu" , "o ya.. ngapain pak" , "tentu saja mengantar kan penumpang non" , "oh.. iya saya lupa bapak kan sopir taksi" wahahahahh... akhirnya maha tertawa bersama dengan sopir taksi tersebut.


*******


"mamaaaaaaaaaa...." , "Astaga Maha sejak kapan kamu jadi bar bar begitu teriak teriak seperti Tarzan di hutan" , "sejak dalam kandungan mama" , "husss sembarangan"


Maha memeluk Maharani dari belakang, ya benar Maharani lah satu satunya tempat ia bersandar ketika lelah, Maharani lah tempat ia berkeluh kesah, Maharani lah tempat ia menangis, Maharani lah tempat ia menangis, Maharani lah tempat ia tertawa, hanya Maharani mama tersayang yang ia meliki di dunia ini, setelah papa arata pergi ke Jepang kembali ke negara nya dan tidak pernah memberi kabar.


"Beni tadi telpon mama bilang kamu sakit, terus di jemput sama Oliver" , "hehehe... iya mama maha sedikit pusing" , "om Ben kamu marah marah ke mama karena ketika kamu menikah mama tidak memberi tahu nya" , "ia mama om Ben sempat berdebat dengan Oliver tadi" , "bagaimana Kepala mu sudah baikan" , "gak tau ini ma, kepala ku rasanya berat sekali" , "kamu anemia pasti!! ajak Oliver untuk periksa sayang" , "Oliver sibuk mama".

__ADS_1


"mau mama temani, tunggu sebentar ya meja meja ini kenapa jadi banyak sambungan gini sih" , "Ilham..." teriak mama, ternyata mama juga bar bar seperti Tarzan di hutan teriak teriak... hahahaha...


"iya Bu ada apa" , "ini gimana sih mejanya jadi banyak sambungan begini mana laku dijual Ilham. di buang juga gak ada yang nemu" , "iii.. iya bu, maaf tadi sebelah sini saya belum teliti Dewi juga masih negosiasi dengan pak Santo"


"aihhhh... santo bikin ulah apalagi sih, kalau dia minta yang aneh aneh kita stop saja kerjasama kita, memang dia pikir cuma dia yang bisa setor kayu ke kita"


"halo bang Ilham" , "ha..halo juga Nona Maha"


aku pun tertawa cekikikan, bila menyapa atau mengajak bicara bang Ilham ia pasti akan tergagap orang nya manis kulit sawo matang ciri khas keturunan Jawa asli, sudah lama ia ikut bekerja bersama mama mungkin 10 tahun lebih, yang aku tau bang Ilham hanya tamatan SMP tapi pengetahuan nya tentang jenis jenis kayu luas sekali, ia tahu mana kayu yang masih muda dan mana kayu yang sudah tua. untuk itulah mama suka sekali dengan bang Ilham orang nya juga rajin, pernah mama ingin menjodohkan ku dengan bang Ilham katanya biar gak pindah ke pabrik mebel lain. hahahaha... ada ada aja mama ku ini.


kalau untuk Dewi dia termasuk baru saja di perusahaan mama mungkin setahun ini, pandai bicara bahasa Inggris. jadi misal mama sibuk kadang mama mengirim Dewi dan Ilham untuk mengganti kan mama bernegosiasi.


Oliver sendiri senang sekali berada dirumah mama, apalagi halaman belakang rumah mama yang luas, karena penuh dengan tanaman buah dan juga bunga, akulah yang menanam dan merawat nya, salah satu hoby papa yang diturunkan ke pada ku.


menjelang makan siang aku mendapat telpon dari oliver ia begitu kebingungan mencari ku, bahkan Oliver mengamuk kepada satpam dan juga resepsionis yang membiarkan ku pergi sendiri naik taksi.


*astaga sweetie akhirnya kamu mengangkat telpon ku


*maaf Oliver ponselku di tas aku tidak mendengar nya


*baiklah dimana kamu sekarang aku telpon rumah Nora bilang kamu belum kembali*

__ADS_1


*aku bersama mama di pabrik mebel nya*


*tunggu disana aku akan menjemputmu*


*tidak usah Oliver aku akan pulang kerumah Mama, kamu bisa menjemput ku nanti*


*baiklah kalau itu mau mu, tapi kamu baik baik saja kan, pergi begitu saja dari perusahaan tanpa pamit*


*A..aku.. jenuh menunggu mu terlalu lama*


*maaf kan aku Maha, beginilah kerjaan ku tidak pernah bisa ber istirahat bila sudah diperusahaan, Hanz akan memberikan ku banyak sekali pekerjaan*


*ya sudah Oliver aku dan mama akan pulang, bye* klik.. maha mematikan panggilan telepon secara sepihak.


"yang benar saja maha kau mematikan sambungan telpon sebelum aku selesai bicara, kau lihat Hanz wanita itu lama lama semakin berani padaku" Hanz hanya tersenyum menanggapi Omelan bos nya itu


'ya tuan tapi anda selalu mendekati wanita yang berani kepada anda tuan' Hanz hanya berani mengucapkan dalam hati saja, kalau sampai bos nya tau bisa bisa dia mengamuk


__________________________________________


thanks for like, rate and vote baby Inseminasi

__ADS_1


__ADS_2