
Maharani memutuskan panggilan telepon tersebut, ia pun ikut menangis mendengar suara isakan tangis putri kesayangannya itu.
"kamu sudah dengar kan apa kata Maha" , ucap Maharani, "iya ma aku mendengar nya, dan aku akan mencari nya sampai ketemu" oliver segera berdiri, ia berjalan cepat keluar menuju mobilnya.
ia segera menghubungi sekertaris Hanz
*Hanz cari seseorang dengan nama Maryam yang berada di panti, kemungkinan wanita bernama Maryam itu adalah sahabat mama Maharani* ucap oliver, hanya itu petunjuk yang ia dapatkan dari hasil pendengaran nya melalui ponsel Maharani.
ada sedikit secercah harapan dihatinya, ia berharap segera dapat menemukan kekasih hati nya. ia sudah tidak sabar untuk memeluk istrinya.
*apa maksud tuan saya harus mencari wanita bernama Maryam yang ada dipanti* ucap Hanz di seberang telepon, *panti apa maksud anda tuan* , *aku tidak tau dan tidak mau tau wanita itu sedang bersama istri ku, temukan secepatnya, bagaimana pun caranya* Oliver memutuskan panggilan telepon nya secara sepihak
sedangkan hanz yang berada di apartemen menarik narik rambut nya sendiri.
__ADS_1
'apa apaan coba perintah nya, seenaknya saja memerintahkan mencari nama Maryam, memang nya nama Maryam hanya ada satu di dunia ini, dan juga panti yang ia maksud apa panti jompo, panti asuhan, panti sosial. ahhhhhh kenapa hidup ku tidak bisa tenang sih, aku hanya ingin tidur dengan nyenyak.
Hanz membanting ponsel nya kelantai, tapi buru buru ia mengambil nya lagi, takut bila bos nya melakukan panggilan dan ia tidak dapat dihubungi karena ponsel nya rusak, bisa bisa sebulan lebih bos nya mengomel.
*******
Siang itu di perusahaan Oliver, Hanz sedang berada di ruang bos nya untuk mencari file draft perjanjian kontrak dengan perusahaan iklan JZ. Diandra masuk ke ruang an tersebut berkali kali ia mengetuk pintu namun diabaikan oleh Hanz.
Sudah tiga hari ini kepala Hanz rasanya benar-benar mau pecah, ingin sekali rasanya ia tenggelam di dasar jurang yang dalam agar tidak dapat mendengar suara bos nya yang selalu menanyakan keberadaan Maryam entah siapa wanita itu, andai saja bos nya minta dicarikan Roti Maryam, roti khas timur tengah yang terkenal dari negara Arab itu. mungkin kepalanya tidak akan se pusing sekarang ini.
"ada apa jangan menganggu ku, pekerjaan ku masih banyak jadi Jangan menambah nya lagi" ucap Hanz dia masih menatap layar laptop didepan nya, dengan tangan nya yang tetap sibuk dengan tombol di keyboard.
"aku mendapat komplain dari beberapa clien, karena tuan oliver tidak bisa dihubungi, apa yang harus aku jelaskan" , ucap Diandra
__ADS_1
Ia menyodorkan nama nama clien penting yang menghubungi nya dengan beberapa keluhan dan keperluannya, dan masih ada setumpuk laporan yang sudah di kerjakan dan di cek Diandra.
"sekertaris Hanz baca dulu laporan ku" , "kau bisa diam tidak, kepala ku benar-benar pusing, tidak bos tidak juga kau, mengapa semuanya harus aku yang mengerjakan, tidak bisakah kau sendiri yang mengerjakan nya"
"apa kau gila, bila salah bisa bisa aku yang harus membayar denda kerugian nya, aku tidak mau" ucap Diandra dia berkacak pinggang dan sambil memelototi Hanz.
"kenapa matamu melotot seperti itu, mau ku congkel hah..??" bentak Hanz, Diandra seketika terdiam, ia pun membanting tumpukan file dokumen yang ia bawa ke atas meja Oliver.
"kenapa kamu yang marah" ucap Hanz, ia menatap kearah wajah Diandra, "kamu kira hanya kamu yang bisa marah aku juga bisa marah, kami kira hanya kamu yang capek aku juga capek, sudah tiga hari ini aku membuat banyak sekali alasan, tapi tuan oliver tidak pernah datang ke kantor, sedang kan kau juga hanya seperlunya saja ke kantor, aku juga bingung kalau harus bertanggung jawab sendiri" teriak Diandra.
Hanz pun menarik nafas panjang, ia berdiri dan berjalan ke arah sofa yang tersedia diruangan oliver, setelah duduk ia pun melanjutkan perkataannya "bawa kemari semua berkas itu, aku akan membantu mu mengeceknya" ucap Hanz.
Diandra menghentak hentak kan kakinya ia benar benar kesal pada rekan kerja nya satu ini. mau tak mau ia pun mengambil semua berkas yang ia banting tadi dan membawa nya kepada Hanz yang duduk di sofa.
__ADS_1
Diandra berjalan dengan kesal mulutnya komat Kamit membaca mantra, ha-ha-ha.. maksud nya mengomeli hanz namun dalam hati.