
"aku selalu mengatakan jika aku mencintaimu walau pun berulang kali aku menyakiti hati dan perasaan mu, tapi sungguh aku benar benar mencintai mu, dan surat cerai yang sudah kamu tanda tangani sudah aku bakar, aku tidak akan mencerai kan mu, seumur hidupku dan aku tidak akan pernah melepaskan mu seumur hidupku, kamulah satu satunya istri yang akan melahirkan anak anakku"
*******
Maha masih menatap wajah oliver air matanya mengalir makin deras membasahi pipinya, ia ingin membenci laki laki dihadapan nya ini, tapi mengapa tidak bisa bahkan saat ini ia ingin sekali masuk ke dalam pelukan laki laki itu.
"Alisia hamil.." itulah kata pertama yang ia ucapkan, dengan susah payah.
"dia bukan anakku dan aku sudah memaksa nya melakukan tes DNA aku belum mengambil haidl test nya, aku melakukan tes DNA dibeberapa tempat bahkan mengirim kan nya ke Jerman"
"dia masih hamil mengapa kau tega menyuruh nya untuk test DNA itu bahaya untuk bayinya, bisa bisa dia keguguran" maha berkata dengan emosi, bisa bisanya Oliver membahayakan nyawa meskipun hanya bayi dalam kandungan.
"mengapa kamu begitu peduli dengan wanita yang sudah menyakiti mu dan ingin mengambil suamimu" ucap oliver Wajahnya merah padam menahan emosi.
bagaimana bisa wanita dihadapan nya itu begitu membela Alisia, padahal Alisia jelas jelas menyakiti nya dan bahkan memaksa nya untuk pergi dari rumah nya sendiri
"kau sering tidur dengan nya bahkan setelah Kita menikah ia sering menginap dirumah kita, bukannya kalian masih sering berhubungan intim, bahkan banyak sekali berita beredar tentang foto foto mesra kalian berdua, apa kamu kira aku buta" teriak maha ia sudah benar benar kehilangan kesabaran nya. nafanya naik turun tidak beraturan apalagi dengan kondisi kehamilan tua nya.
__ADS_1
perutnya terasa kencang dan sakit sekali "kamu tidak suka nak, mama membentak ayahmu" ucap maha dalam hati lalu ia pun mengusap lembut perut nya.
"apa yang terjadi apa perut mu sakit" tanya oliver ia begitu cemas melihat nafas maha yang kesusahan dan melihat maha yang mengusap usap perutnya.
maha masih terdiam ia tidak menjawab pertanyaan Oliver, "maha aku tidak pernah berhubungan intim dengan wanita manapun semenjak menikah dengan mu, bahkan berkali-kali Alisia menginginkan hubungan intim saat menginap di rumah namun aku tidak pernah melayani nya"
"bagaimana mungkin dia bisa hamil anakku, aku melakukan tes DNA untuk memberikan bukti kepada mu, bahwa ia tidak hamil anakku, hanya kamu yang hamil anakku dan hanya kamu yang aku inginkan untuk hamil anakku"
"sekarang kita pikirkan anak kita dulu, aku tidak ingin kamu pergi dariku lagi, biarkan aku menjagamu hingga anak kita lahir, jika kelak anak kita berumur satu tahun kamu belum juga bisa mencintai ku maka aku akan melepaskan mu dan kita akan bercerai saat kau menginginkan nya"
"aku ingin tinggal bersama mama" , "baiklah jika itu keinginan mu" ucap oliver mengalah toh dia juga betah tinggal dirumah mama mertuanya itu.
"kau... modus" ucap Maha, "anak ini bahkan belum lahir bagaimana caranya kau ingin melihat nya" ucap maha lagi.
"sangat mudah sekali, tiap malam aku bisa menjenguknya" ucap oliver ia menaik turunkan alisnya.
"kau sungguh mesum" ucap maha pipinya merona merah karena malu, bagaimana bisa beberapa menit yang lalu ia begitu serius meminta maaf bahkan menangis dan sekarang bisa bisanya dia berkata mesum seperti itu, batin Maha.
__ADS_1
Oliver segera menekan tombol darurat setelah beberapa menit datanglah bidan yang sudah membantu Maha tadi.
"bagaimana perasaan nya bu?" tanya nya ramah, ia memeriksa kondisi Maha.
"baik baik saja" , "ibu dan bayi nya baik baik saja ya, jadi nanti jika infus nya habis ibu bisa pulang kembali ke rumah" , "terima kasih dokter, bisakah saya pulang sekarang" ucap Maha.
"baiklah saya akan menyuruh perawat melepaskan infus ini" ucap bidan tersebut
Bidan itu pun berpamitan meninggalkan ruangan Maha.
setelah selesai dengan segala administrasi nya, oliver membawa maha pulang ke panti asuhan Jalinan Kasih, karena keinginan Maha. karena hari sudah petang Oliver dan maha memutuskan untuk menginap di panti asuhan, sedangkan hanz, supir dan beberapa bodyguard oliver sudah lebih dulu kembali.
Oliver hanya ingin berdua bersama Maha, ia akan menyetir sendiri mobil nya.
"kamu yakin akan tidur disini" tanya Maha, kasur yang akan mereka tiduri saat ini hanya berukuran 120 x 200 single bed. sedang oliver terbiasa dengan king bed nya.
"ya aku tidur disini bersama mu" ucap oliver, "ayo tidur aku benar benar lelah ucap oliver ia menarik tangan maha dan menidurkan disampaikan nya lalu ia pun memeluk tubuh istrinya dari belakang.
__ADS_1
Maha merasa nyaman saat tidur dengan posisi seperti ini belum beberapa menit ia berada di kasur, ia pun tertidur dengan pulas. Oliver menatap wajah Maha, ia memberikan ciuman bertubi tubi diwajah cantik wanita yang ada didalam pelukannya.