
"by..., cepat kenakan pakaian mu, kita harus segera kembali ke rumah" Maha mengejar byboy yang berlari lari mengitari kamar dengan tubuh bugil nya.
"no.. mommy by tidak mau pulang by mau sama daddy saja" teriak byboy dengan masih berlari lari, Oliver yang baru saja masuk kamar segera meraih tubuh bocah aktif yang tidak bisa diam itu, kemudian menggendong nya dan membawanya kepada mommy nya yang terlihat kelelahan mengejar dan memilih duduk di pinggir kasur.
"Daddy.. by tidak mau pulang, by mau dirumah Daddy" ,ucapnya manja bersamaan dengan maha yang mengenakan pakaian untuk nya.
tok.. tok..
terdengar suara ketukan pintu, maha kemudian beranjak berdiri membuka pintu tersebut. "ada apa azura?" azura yang sudah berada di depan pintu kamar segera membungkuk kan badannya "nona mobil jemputan tuan besar sudah menunggu" ,ucapnya dengan hormat.
"tunggu lah sebentar azura, aku sedang berkemas, byboy baru saja selesai aku mandikan" , "baik nona, saya menunggu dibawah" , "oh.. ya azura ajak pengawal lainnya untuk sarapan terlebih dahulu, aku sudah memesan para koki untuk memasak banyak makanan, jangan sungkan sedikit pun, " ucap Maha ia kemudian melanjutkan bicara nya dengan nada sedikit ia pelankan "anggap saja tidak ada tuan rumah disini, kita bantu menghabiskan uang nya" lalu maha tertawa cekikikan, sedang kan azura dengan wajah memerah karena jarak maha yang begitu dekat ketika berbicara pelan setengah berbisik.
"ahhhh... azura kau menyebalkan sekali tidak bisa aku ajak bercanda, wajahmu selalu saja tegang, sudahlah pergi sana" ucap Maha, ia pun berjalan masuk ketika azura tengah membungkuk dihadapan nya.
__ADS_1
"ada apa dengan mu sayang, apa azura membuat mu marah" tanya Oliver setelah selesai mendandani Byboy.
"mana ada, memang mereka berani membuat ku marah" ucap Maha dengan angkuhnya, ia segera masuk ke kamar mandi. "Oliver kau suapi byboy" teriak nya didalam kamar mandi.
"hai..nak sejak kapan mommy mu menjadi wanita bar bar seperti itu??" ucap oliver menatap wajah byboy.
"mommy tiap pagi selalu berteriak dan ngomel ngomel daddy, byboy sudah biasa mendengar suara mommy, kata paman Ryu anggap saja Omelan mommy adalah nyanyain dipagi hari!!" ucap byboy dengan polos nya, membuat Oliver tertawa terbahak-bahak.
"wah.. paman Ryu mu seperti nya belum pernah kena Omelan mommy mu" Jawab Oliver. "no Daddy paman Ryu setiap hari kena Omelan mommy, paman bilang masuk telinga kanan keluar telinga kiri, memang nya bisa ya dad?? gimana masukkan omongan mommy ke telinga kanan lalu dikeluarkan ke telinga kiri" tanya byboy dengan mempraktekkan tangannya memegang telinga nya secara bergantian, hal itu sontak membuat oliver semakin tertawa terbahak-bahak.
"come on by.. kita pulang" ucap Maha usai dengan sarapan pagi mereka. byboy masih bergelanyut manja di pangkuan Oliver tidak memperdulikan sang mommy yang matanya sudah hampir keluar karena melotot ke arah byboy.
"mom.. i want to my Daddy, bisakah kita tinggal di rumah Daddy saja" ucap haru dengan wajah memelas memohon untuk tetap tinggal bersama daddy yang selama hampir lima tahun ini ia impikan.
__ADS_1
"boy.. daddy akan mengantarkan mu kembali ke rumah kakek dan nenek, ok..." Oliver berusaha ikut membujuk putranya. bila ditanya oliver lebih memilih untuk tetap bersama anak dan istrinya, namun ia tidak ingin mencari masalah dengan keluarga Arata, ia sadar bukan dinegara kekuasaan nya.
untuk sementara ia harus belajar mengambil hati ayah mertua nya, yang ia yakini jika ayah mertua nya begitu membenci nya karena telah meninggal kan anak putri sekaligus anak satu satunya, lagi pula byboy adalah cucu kesayangan dan dianggap sebagai penerus keluarga Arata pasti akan terjadi keributan jika sampai Oliver memaksakan kehendak nya untuk mengambil alih istri dan anak nya, meskipun ia ingin sekali melakukan nya.
"are you sure daddy??" tanya haru ia mendongak menatap wajah Daddy nya dan memegang kedua belah pipi sang daddy, maha sebenarnya tidak tega untuk memisahkan anak serta laki laki yang sampai saat ini masih bertahan dan bertahta dihatinya. namun ia harus menjaga ego nya lebih tinggi, agar laki laki dihadapan nya tau betapa lima tahun ini ia begitu merindukan nya. maha benar benar ingin membuat oliver merasa kan rasa rindu seperti hal nya dirinya sendiri saat itu.
"yes.. boy Daddy akan mengantarkan mu pulang" , "Daddy akan tinggal bersama kakek dan nenek?? nanti daddy tidur di kamar ku, mainan by banyakkkkk sekali" oceh bocah tersebut benar benar bahagia.
akhirnya oliver benar benar mengantar kedua orang yang paling ia rindukan dan begitu ia cintai.
ketika sampai mansion keluarga Arata, oliver Segera turun ia membuka kan pintu mobil untuk Maha dan mengambil alih tubuh byboy yang berada di pangkuan Maha.
"Oliver biarkan ia berjalan sendiri" ucap Maha, bagaimana tidak Oliver tidak pernah membiarkan byboy berjalan sendiri. "tidak masalah sayang aku masih mampu, bila kamu mau aku juga bisa menggendong mu sekalian" ucap oliver ia mengedipkan mata nya. seketika maha mencubit pinggang Oliver yang sudah mensejajarkan langkah kaki kecil Maha.
__ADS_1
"Turunkan cucuku" suara bariton menggelegar didepan pintu masuk, Arata sudah membawa Samurai miliknya, oliver tidak terkejut sama sekali dengan sikap Arata, namun berbeda dengan Maha ia tidak menyangka bila sambutan sang papa se horor itu.
"papa apa yang papa lakukan" ucap Maha ia segera membentengi oliver dengan tubuhnya.