
Siang itu maha duduk dibangku taman belakang rumah ditemani beberapa maid, ia tampak bercerita dan bercanda. Oliver menatap Maha dari lantai atas, dari jendela ruang kerjanya.
drtt.. drttt... terdengar suara ponsel Oliver berbunyi, *Alisia calling* oliver membiarkan nya hingga ponsel nya mati sendiri, panggilan itu berulang hingga 10x lebih.
mau tak mau Oliver akhirnya mengangkat panggilan Alisia *ada apa?* , *Oliver bisakah kamu menemaniku berbelanja* , *tidak bisa* Oliver pun mematikan ponsel nya, kemudian ia menghubungi Maha. terlihat maha meraih ponselnya nya, ia celingak-celinguk mencari keberadaan Oliver, saat maha melihat ke atas buru buru Oliver bersembunyi dibalik tilar.
*ada apa?* tanya Maha, yah aku dapat karma, batin Oliver, *mau jalan-jalan* , *kemana?* , kita belanja keperluanmu dan baby gimana?* , *pamalik belanja kebutuhan baby sebelum ber umur 7 bulan* ucap maha ia mengusap perut buncitnya.
Oliver tersenyum melihat tingkah laku Maha, maha akhirnya melihat lagi ke atas, oliver akhirnya melambaikan tangan nya. *gila* ucap Maha lalu ia pun menutup panggilan telefon itu.
Oliver akhirnya tertawa terbahak-bahak, "aku kena karma dari Alisia, telepon ku ditutup secara sepihak" ucap oliver.
ia segera masuk ke dalam kamar mereka berdua, disana tampak maha juga baru saja membuka pintu akan masuk kamar. "apa" ucap Maha, oliver hanya tersenyum "heran deh dari tadi senyum senyum sendiri, Kesambet ya?" ucap maha lagi.
"tau gak...??" , "gak" jawab Maha ia berjalan ke arah walk in closed milik nya. "cintaku sama kamu itu seperti hutang, awalnya kecil di diemin tau tau gede sendiri" ucap oliver, maha hanya terselipu malu mendengar gombalan receh contekan internet ala oliver.
'gak habis pikir bule, big bos. bisa ngegombal istrinya' batin Maha. Maha keluar dari walk in closed dengan pakaian dres v-neck bahan katun, tanpa lengan. hanya itu satu-satunya pakaian maha yang masih muat, lainnya hanya kaos kaos berkerah yang biasa ia kenakan ketika kuliah sekarang pun sudah tidak muat lagi. bila dirumah ia hanya memakai daster rumahan yang dibeli kan oleh Mama Maharani.
__ADS_1
bukan Oliver tidak memberikan dia uang untuk kebutuhan nya, bahkan yang itu lebih dari cukup, hanya saja maha orang paling malas berjalan jalan ke mall ia lebih sering ke butik langganan Mama, Maha orang paling malas dengan keramaian.
"kok sudah rapi aja, mau kemana?" tanya oliver ia sengaja menggoda Maha, senang sekali ia melihat Maha mengomel ngomel memarahi nya, itu lebih baik daripada maha mendiamkan nya. sedangkan Oliver pura pura membaca buku bisnis ia duduk bersandar di tepian kasur.
Oliver menatap Maha ia merasa tubuh maha semaki. berisi bagian depan dan belakang semakin menonjol, mungkin berkat kehamilan nya. apalagi drea v-neck nya yang menampakkan bagian dadanya ditambah tanpa lengan. membuat Oliver harus menahan sesuatu di bawah sana.
"apa apaan sih katanya ngajak jalan jalan, ya udah aku ganti baju lagi" ucap Maha ia benar-benar malu, oliver mempermainkan nya, seperti nya malah dia yang meminta Oliver untuk mengajak nya jalan jalan.
maha hendak masuk lagi ke dalam walk in closed milik nya, Oliver segera melompat dari tempat tidur ia menahan tubuh maha yang akan masuk ke dalam walk in closed.
Oliver memeluk maha dari belakang ia dagunya ia sandarkan di bahu Maha, ia menciumi aroma tubuh Maha. jantungku berdetak kencang mungkin Maha juga mendengar nya. ia meciumi leher dan telinga Maha membuat sang empu nya menggeliat kegelian
Oliver mendongakkan kepala Maha ia menciumi bibir Maha, kecupan kecupan ringan lama lama menjadi seperti menuntut lebih. ia segera membalikkan tubuh Maha memegang tengkuk Maha, memperdalam ciuman nya, awal nya maha terasa kaku namun lama kelamaan Maha mulai mengikuti permainan Oliver.
perlahan Oliver mendorong maha ke atas kasur, ia menopang tubuh nya dengan kedua tangannya agar tidak menindih anaknya yang ada didalam kandungan Maha.
Tangan Oliver tidak tinggal diam, tangan itu pun ikut bekerja untuk mengerjakan tugas nya, mengerjai tubuh Maha. Oliver melepas kan ciuman nya, ia menatap Maha meminta persetujuan, Maha menutup wajahnya dengan kedua tangan nya, wajah nya memerah menahan malu, harusnya dia masih marah kan? kenapa malah ia jadi terlena oleh pesona Oliver.
__ADS_1
Oliver menarik tangan Maha, "kenapa malu, aku suami sah mu, bukan orang lain" ucap oliver, "bolehkah aku melanjutkan nya??" , maha hanya mengangguk, jujur ia masih saja malu.
Oliver melucuti satu persatu kain penutup tubuh istrinya, Kemudian ia melepaskan miliknya juga. Oliver mulai menyatukan milik mereka perlahan lahan, kali ini ia benar benar takut menyakiti Maha dan juga bayi nya. mereka melakukan dengan posisi yang aman untuk bayinya. mereka melakukan nya di siang bolong.
maha kelelahan hingga ia tertidur pulas, Oliver pun segera tidur disebelah Maha sebelum nya ia memberikan kecupan kecupan lembut diseluruh wajah Maha, ia benar benar gemas melihat wajah wanita cantik dihadapan nya. ia mengusap usap perut Maha. 'maafkan Dady nak' ucap oliver ia mencium Perut Maha membuat sang empunya menggeliat, namun tetap tertidur seperti nya ia memang benar kelelahan setelah dikerjain Oliver.
Sore hari setelah terbangun Oliver mengajak maha keluar jalan jalan seperti yang ia janjikan. mereka berjalan jalan di sekitar mall mencari kebutuhan untuk ibu hamil. Oliver membeli kan semua baju yang dicoba Maha, karena semua nya tampak cantik ditubuh istri nya. mungkin hampir lima puluh potong pakaian yang maha coba.
Akhirnya membuat kedua nya berdebat "kamu mau buka toko baju y??" tanya Maha, "biarkan ambil semua, aku suka semuanya" , "tidak tidak aku memilih yang aku suka bukan yang kamu suka karena aku yang pake bukan kamu" ucap Maha. "baru juga satu toko" ucap oliver, maha mendelik kan matanya ke arah Oliver, membuat oliver tersenyum, menunjukkan deretan gigi putihnya, ala ala iklan pasta gigi, akhirnya maha memilih sepuluh potong baju hamil dan menyusui.
"ayo kita ke toko perlengkapan baby" , "tidak mau Oliver" , "ayolah hanya melihat lihat saja" , "hoeee... kamu kira aku percaya dengan kata kata mu yang hanya melihat" ucap maha dengan berkacak pinggang.
"kenapa galak sekali sih" oliver menjawil hidung Maha, kemudian ia menggandeng tangan Maha yang sedang berkacak pinggang itu, setengah memaksa nya memasuki toko perlengkapan bayi.
___________________________________________
Jangan lupa like 👍🏻 setelah membaca 😍😍
__ADS_1
Tekan Rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dan juga Vote mu 😘😘😘 demi kelangsungan hidup cerita Maha dan Oliver.