Baby Inseminasi

Baby Inseminasi
Sekertaris Hanz


__ADS_3

Sekertaris Hanz sedang menunggu diruang tamu, waktu menunjukkan pukul 10 namun bos nya tersebut masih belum juga menunjukkan batang hidungnya.


"sekertaris Hanz ayo kita sarapan" ucap maha ia segera menemui hanz karena sudah menunggu oliver sejak jam 7 pagi "tidak nona terima kasih, saya sudah sarapan tadi pagi sebelum berangkat kemari" ucap Hanz ramah.


"dia nyonya Dalmiro bukan nona kamu tidak lihat ia mengandung anakku" ucap oliver ia menatap tajam ke arah Hanz, membuat Hanz menunduk "ya tuan saya mengerti"


"jangan dengarkan dia sekertaris Hanz, anda bisa memanggil ku dengan sebutan Maha saja" , "saya rasa itu tidak sopan nyonya" jawan Hanz.


"awas saja kalau berani memanggil nya dengan sebutan nama, ku potong bonus mu" ucap oliver.


"Hanz bilang ke aku ya kalau dia semena mena padamu dan berani memotong hajimu" ucap Maha ia menatap tajam kearah Oliver yang duduk disebelah nya.


"tunggu lah sebentar aku akan membawa berkas berkas nya" oliver pun berlalu dari hadapan maha dan juga Hanz.


"apa bos mu selalu menyebalkan seperti itu" tanya Maha, "tidak nyonya tuan bos yang sangat baik dan bertanggung jawab, ia sangat tegas dan juga bijaksana"


"kamu tidak perlu memujinya di depan ku, tau tidak dia begitu menyebalkan, terlalu protektif. apa apa tidak boleh dan kemana mana harus dia yang menemani, menyebalkan sekali bukan" ucap Maha.

__ADS_1


Hanz tersenyum senyum dia takut memberi kan komentar takut bila bos nya tau tau nongol di sana dan memergoki nya sedang menjelek jelek kan nya.


"mengapa kau tersenyum senyum pada istri ku" tanya oliver pada sekertaris Hanz, "tidak tuan saya hanya mendengar cerita nyonya" jawab Hanz.


"ya sudah lah ini berkas berkas yang kau minta, berangkat lah dulu aku akan menyusul jika sempat" , jawab oliver seenaknya.


"Baik tuan jangan lupa jadwal penerbangan anda besok pagi ke Bali, anda akan bertemu dengan clien jasa konstruksi pembangunan apartemen Sekar Artha di Bali"


"hah... kenapa aku bisa lupa" jawab Oliver, "mau ikut jalan jalan dengan ku ke Bali" tanya oliver ke Maha, "benar kah kamu akan mengajakku" , "tentu, tapi kita ke dokter Hannah lagi untuk memastikan aman dan tidak nya kamu dalam penerbangan"


"Hanz pesankan tiket satu lagi untuk istriku" , "baik tuan, bagaimana jika sudah habis tuan" , "batalkan milikku cari jam penerbangan yang sama dengan Maha, atau gunakan jet pribadi ku" , "jet anda masih di Jerman setelah mengantar kan tuan Alex, tuan dan nyonya Dalmiro akan datang seminggu lagi"


Hanz mendudukkan kepalanya ia pura pura tidak melihat kemesraan tuan dan nyonya nya itu 'ya Tuhan lindungilah hati hamba yang jomblo ini' batin Hanz.


kemudian ia segera berpamitan untuk berangkat ke kantor, 'kalau saja aku tahu dia tidak berangkat kerja lebih baik aku berangkat saja dulu ke perusahaan, biar orang lain yang aku utus mengambil berkas nya' batin Hanz


bos.. untung saja gaji dan bonus ku besar dan tidak ada perusahaan manapun yang berani memberi gaji ku sebesar anda memberi gaji ku. bila saja gaji disini sedikit berkurang maka aku jamin akan pergi dari perusahaan ini saat itu juga. ah.. bos kamu memang the best walaupun menjengkelkan.

__ADS_1


Ia masih mengomel ngomel ketika di mobil bahkan tiba diperusahaan wajahnya benar-benar masam dan amat sangat jutek luar biasa. para karyawan hanya menunduk tidak ada yang berani menyapa.


"Diandra adakan meeting dengan bagian pemasaran sekarang" , "se.. sekarang tuan" , "iya sekarang apa kamu tuli sehingga tidak mendengar suaraku" , "iya baik tuan" ('dasar egois ingin sekali ku jitak kepalanya, sama sama sekertaris tapi hoby sekali memerintahkan ku, awas kau' batin Diandra)


lalu ia pun tersenyum senyum sendiri membayangkan bisa menjitak kepala Hanz sekertaris menyebalkan itu.


"aku meminta mu segera mengadakan meeting, mengapa malah senyum senyum sendiri, jangan bilang kamu jadi gila" bentak sekertaris Hanz.


"iya iya maaf tuan Hanz" , "menyebalkan punya anak buah tidak becus" ucap Hanz dengan suara pelan tapi masih terdengar oleh telinga Diandra


Diandra pun mengepalkan tangannya nya dan menunjuk kepalan tangannya pada kepala Hanz yang berjalan di depan nya.


Ketika Hanz menoleh kebelakang, Diandra segera menarik tangan nya pura pura membetulkan rambut nya.


Diandra segera memberi tau bagian pemasaran untuk melakukan meeting sekarang. "dasar Hanz sekertaris gila" ucap Diandra mengomel ngomel.


diperusahaan bukanlah oliver yang terkenal galak tapi justru Sekertaris Hanz yang lebih terkenal galak, apa lagi bila dia sedang dimarahi oliver maka dia pasti akan membuat masalah bagi divisi divisi tertentu yang melakukan kesalahan yang belum mereka katahui.

__ADS_1


seperti nya memang pandai sekali hanz mencari cari kesalahan yang dibuat mereka, itulah yang membuat Oliver begitu mempercayai Hanz karena kinerja nya yang cepat, tepat dan hampir selalu akurat.


__ADS_2