Baby Inseminasi

Baby Inseminasi
Dangerous


__ADS_3

"mbak.." ucap Ilham nafasnya naik turun tidak beraturan, ia ngos ngosan berlari mencari ruang ICCU. "mas Ilham mama mas, padahal tadi baik baik saja, waktu maha masuk mama sudah pingsan" ucap Maha ia menangis sesenggukan.


*******


"sayang, apa yang terjadi pada mama" ucap suara bariton, siapa lagi kalau bukan oliver. ia masuk ruang Maharani namun tidak menemukan siapa siapa, ia bertanya pada perawat jaga dan mengantakan bahwa Maharani ada di ruang ICCU.


"Oliver Mama" oliver segera memeluk tubuh Maha "mama drop dan pingsan, padahal tadi waktu aku tinggal untuk mengurus administrasi nya, mama baik baik saja, tapi ketika aku masuk kamar mama sudah pingsan" maha menangis sejadi-jadinya.


Oliver mengusap usap rambut Maha, "kita berdoa supaya tidak terjadi apa-apa pada Mama, supaya mama diberikan kesembuhan" maha masih saja menangis, hingga tubuh nya terkulai lemas.


"Maha.. maha.. maha... sayang bangun" oliver menepuk nepuk pipi maha berusaha membuat nya bangun, oliver pun segera menggendong tubuh Maha ia masuk ke dalam ruang IGD dan menidurkan nya di salah satu brankar, "apa yang terjadi tuan" tanya salah satu dokter jaga, para perawat dengan sigap sudah berada di dekat Maha memberikan pertolongan kepada maha berusaha untuk membuat nya sadar.


"istri anda kelelahan dan kurang beristirahat, kapan waktu perkiraan lahir nya"


"seharusnya sudah tiga hari yang lalu Dokter, kami sudah melakukan USG juga, tapi masih belum ada tanda tanda akan melahirkan"


"ada baiknya anda melakukan USG lagi bila belum ada tanda tanda lebih baik dilahirkan dengan Operasi sesar"

__ADS_1


"baik dokter terima kasih sarannya" oliver mendekati Maha yang sudah sadar.


"Oliver kepalaku pusing sekali, apa yang terjadi" , "tidak apa-apa semua baik baik saja" , "bagaimana mama" , "mama masih di ruang ICCU, sabar ya" , "ini pasti berat untuk Mama" , "kamu jangan terlalu banyak berfikir, sekarang kamu harus mengutamakan anak kita"


maha mengusap usap perutnya, "bagaimana kalau kita lakukan USG lagi?" , "Oliver bukannya baru tiga hari yang lalu aku melakukan USG" , "iya aku tau sayang, hanya saja aku khawatir dengan kalian berdua, kamu kelelahan merawat mama, lihat sendiri kan sudah lebih dari tiga hari dari perkiraan lahir nya!!"


Oliver membelai rambut Maha, ia menyingkirkan anak rambut yang menutupi kening Maha, "bagaimana kalau dilahirkan Secara sesar" ucap oliver lagi, dengan hati hati, ia takut menyinggung perasaan Maha,


"kalau memang diharuskan sesar aku bersedia" ucap Maha.


setelah melewati beberapa prosedur akhirnya maha dan oliver menuju ke ruang periksa kehamilan. "Oliver aku ingin ke kamar mandi" , "baiklah ayo" , "tidak usah kamu duduk disini saja toilet nya hanya di ujung sana, aku sendiri bisa"


"kepala mu sudah tidak pusing??" , "tidak Oliver aku sudah merasa baikan" , "baiklah aku menunggu mu disini" oliver pun duduk kembali di ruang tunggu, ia menatap punggung wanita hamil yang berjalan meninggalkan nya "aku mencintaimu maha, akan selalu mencintaimu" ucap oliver dalam hati.


*******


setelah keluar dari dalam toilet maha mencuci tangan nya di wastafel memandang wajah nya yang terdapat lingkaran hitam di matanya, ia memang kesulitan tidur akhir akhir ini. perutnya yang membesar membuat nya kesulitan untuk mencari posisi nyaman, ia juga tidur di rumah sakit menunggu Maharani, dan oliver yang selalu saja lembur akhir akhir ini.

__ADS_1


sebenarnya bila ia tidur dengan ada oliver disampingnya ia bisa dengan mudah nya tertidur. ia pun mencuci mukanya, betapa terkejutnya ia ketika melihat cermin ada wajah Alisia dibelakang nya. maha membalikkan badannya menghadap ke arah Alisia.


"kau.. apa yang kamu lakukan disini?" tanya Maha, "tentu saja aku buang air kecil memang nya apalagi" , jawab Alisia ia bersidekap bersandar di dinding kamar mandi.


"permisi aku mau keluar" ucap Maha, ia berlaku namun ketika melewati Alisia tubuh nya ditarik secara kasar oleh Alisia, membuat nya berjalan mundur kembali.


"auuuwww... apa yang kamu lakukan" ucap Maha, Alisia mendorong nya hingga membentur tembok, maha mengaduh kesakitan ditambah lagi dengan kepalanya yang belum masih nyut nyutan.


"kamu kira aku akan membiarkan kamu bahagia diatas penderitaan ku" , Alisia menjambak rambut Maha, "apa maksud mu" ucap Maha, ia berusaha untuk melepaskan rambut nya yang ditarik Alisia.


kamu tau gara gara suami palsu mu itu aku harus kehilangan anakku, ia mengambil begitu banyak plasenta dari bayiku untuk tes DNA, laki laki biadap itu secara tidak langsung sudah membunuh anakku, aku keguguran" , "itu salah mu kamu telah menipu nya" , "kalian berdua lah yang telah menipu ku, kau juga penyebab dia menceraikan ku"


"mengapa kamu menyalahkan ku, aku juga korban disini" teriak Maha, "korban kamu bilang, kamu bahagia kan bisa menikmati harta oliver, ingatlah nyawa di bayar dengan nyawa" Alisia mendorong keras tubuh maha hingga maha jatuh tersungkur dengan perutnya yang lebih dulu membentur lantai, seketika darah merembes dari paha nya.


"hahahaha..." Alisia tertawa terbahak-bahak, "anakmu akan segera menyusul anakku, dan semoga saja ibu mu juga segera menyusul, aku tidak ingin melihat mu bahagia" hahaha... sekali lagi alisia tertawa terbahak-bahak ia berjalan meninggalkan Maha yang mengaduh kesakitan.


Alisia keluar dari kamar mandi ia menutup pintu kamar mandi dan menempatkan papan plat bertuliskan sedang dibersihkan. ia berjalan cepat keluar rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2