
Alisia keluar dari kamar mandi ia menutup pintu kamar mandi dan menempatkan papan plat bertuliskan sedang dibersihkan. ia berjalan cepat keluar rumah sakit.
*******
sementara itu Oliver menunggu maha di kursi tunggu, ia begitu lelah sama halnya dengan maha ia kurang tidur, banyak sekali proyek bari yang ia kerjakan, sehingga ia sering sekali pulang malam dan lembut, bahkan tak jarang ia tidur di kantor karena lelah sekali untuk perjalanan pulang.
ia ketiduran di kursi tunggu hingga seseorang membangun kannya, "tuan maaf giliran nyonya Mahabbah" ucap asisten dokter kandungan tersebut. "maafkan saya suster saya ketiduran, dimana istri saya" Oliver mengusap wajahnya ia mencari keberadaan Maha.
"dari tadi hanya anda yang ada disini bahkan pasien lainnya sudah kembali, kami berulang kali memanggil nama nyonya Mahabbah" ucap asisten dokter kandungan itu.
"dia tadi pamit ke kamar mandi, sebentar saya akan menyusul" oliver berjalan kearah kamar mandi, namun terdapat tulisan sedang dibersihkan, ia pun berlalu mencari ke kamar mandi lainnya, ia berputar putar mencari ke kamar mandi yang ada di lantai bawah rumah sakit namun tidak menemukan Maha, akhirnya dia kembali lagi ke ruang periksa, hatinya terasa was was, ia begitu ketakutan memikirkan Maha.
__ADS_1
Apa yang terjadi, kenapa hatiku cemas sekali memikirkan Maha, batin Oliver. hingga terdengar suara teriakan dari kamar mandi "tolong ada orang hamil pingsan, tolong......" teriakkan itu terdengar menggema, para perawat berlarian ke arah suara, Oliver yang mendengar suara teriakan menyebutkan kata hamil ia segera berlari masuk ke kamar mandi, ia menerobos beberapa perawat yang akan mengangkat nya.
"mahaaaa.... sayang bangun" tanpa aba aba Oliver langsung menggendong tubuh Maha, "tuan Lansung bawa ke IGD" teriak salah satu perawat, sedang kan perawat yang sedang menarik brankar hanya melongo saat melihat Oliver menggendong tubuh pasien itu. ia pun ikut mengejar seperti reakn rekannya dan meninggalkan brankar yang ia bawa.
dokter kandungan yang akan memeriksa Maha sudah tiba "tuan istri anda harus segera di operasi" , "lakukan yang terbaik dokter selamat kan istri dan anak saya, yang terpenting adalah istri saya" ucap oliver.
dua jam lamanya Oliver menunggu maha di operasi hingga lampu merah menjadi padam, keluar dokter beserta tim yang mengoperasi Maha keluar dari ruang operasi.
Oliver Lansung berdiri dan berjalan mendekati dokter tersebut.
"sekali lagi maaf kan kami, nyonya Mahabbah juga kehilangan banyak darah dan beliau koma tapi keadaan nya sudah stabil" ucap dokter tersebut lagi. keluar lah seorang perawat dengan membawa tubuh mungil ditutupi kain putih.
__ADS_1
bayi laki laki itu adalah anak dari oliver dan Maha, bayi putih, bersih, pucat dan tidak bergerak. namun sudah bersih karena dibersihkan oleh perawat terlebih dahulu kemudian diserahkan kepada Oliver.
Oliver menerima tubuh mungil itu dengan tangan gemetar, Hanz dan juga mr.mrs Dalmiro yang baru saja tiba di rumah sakit begitu terkejut mendapati kenyataan bahwa cucunya sudah meninggal saat dilahirkan sedang kan menantunya masih dalam keadaan koma.
"oh.. Tuhan apa kesalahan ku hingga aku tidak bisa menimang cucu yang aku harap kan selama ini, tangis Mrs. Dalmiro memenuhi ruang tunggu operasi, Mr. Dalmiro yang juga menitikkan air mata nya memeluk erat tubuh istrinya.
sedangkan oliver ia sudah terduduk dilantai dengan mendekap tubuh mungil bayi nya. ia benar benar tidak sanggup menghadapi kenyataan ini, bagaimana dengan Maha bila ia sadar ternyata bayi nya sudah meninggal, bagaimana ia akan menjelaskan kepada wanita itu nanti. ibu mertua nya juga masih belum sadar dan masih koma, kini istri nya juga sama hal nya.
"Hanz siap kan pemakaman" ucap Mr. Dalmiro. hanya Mr. Dalmiro yang terlihat tabah dan tidak kalut. "nak kita harus segera mengubur jasad bayi mu, kita tidak bisa menunggu hingga istri mu sadar" ucap Mr. Dalmiro ia meraih jasad bayi mungil itu dan mengambil alih di dekapan nya.
Mrs Dalmiro kemudian mengambil alih jasad bayi mungil itu dari tangan Mr Dalmiro, ia menciumi pipi dingin itu dengan kasih sayang "cucu ku yang malang, tenang lah engkau di alam sana sayang kami semua menyayangi dan mencintai mu nak" ucap Mrs Dalmiro.
__ADS_1
ia pun menyerah kan nya kembali kepada oliver yang saat itu sudah berdiri dan mendekati nya.
sama halnya dengan oliver ia pun menciumi seluruh wajah bayi mungil itu dan kasih sayang "Dady and momy menyayangi mu nak" ia pun segera membawa nya ke pemakaman yang disiapkan oleh sekertaris Hanz.