Baby Inseminasi

Baby Inseminasi
ICCU


__ADS_3

"mama jangan difikirkan semua oliver yang urus, mama fokus dengan kesembuhan mama, karena sebentar lagi cucu mama akan lahir" ucap oliver.


Maharani tersenyum ia menatap Maha putri satu-satunya, air matanya mengalir membasahi pipinya, dengan penuh kasih sayang maha menghapus air mata itu.


"percaya kan semua nya pada oliver ya ma, mama pasti tahu oliver seperti apa, bahkan jika maha menginginkan ia membangun seribu candi pasti akan dia lakukan, tapi untung saja ini maha bukan Roro Jonggrang" ucap Maha, Maharani pun tertawa.


"kamu memang anak mama yang paling pintar membuat mama tertawa" , "Ben apa kau tidak kembali ke cafe" tanya Maharani kepada sahabat nya itu.


"tidak aku sudah menyerahkan nya pada mereka, aku akan menemanimu disini" ucap uncle Ben. "terima kasih Ben, maha kamu pulang ya nak, jangan tinggal di rumah sakit lama lama tidak baik untuk mu dan juga cucu mama"


"maha ingin menemani mama disini" , "oliver bawa pulang istri keras kepala mu ini" ucap Maharani, "baiklah ma oliver akan membawa istri Oliver pulang"


"maaaa... "ucap maha merajuk, akhirnya ia pun berpamitan kepada Maharani, Ben, dan juga Ilham.

__ADS_1


"loh sekertaris Hanz masih ada disini?" tanya maha ia begitu terkejut melihat sekertaris suaminya masih di rumah sakit dan sedang duduk di kursi tunggu, belum selesai maha berucap ia dikejutkan dengan kedatangan Diandra yang baru saja habis dari kamar mandi, maha mengecek ponselnya waktu menunjukkan pukul satu malam.


"astaga Diandra kamu juga mengapa ada disini?" tanya Maha, "maaf Bu tadi kami sedang lembur saat mendengar kabar duka ini, saya meminta sekertaris Hanz untuk ikut dengan nya, ke pabrik mebel kemudian ke rumah sakit ini, sebenarnya saya ingin menjenguk ibu Maharani tapi tadi diruangan terlalu banyak orang"


"ya ampun Diandra maaf kan aku karena merepotkan mu, mama sudah jauh lebih baik, sebaiknya kalian pulang juga, mau bersama dengan kami" ucap maha ia menawarkan tumpangan pada Diandra.


"tidak perlu rumah Diandra berlawanan dengan rumah kita sayang, biar Hanz yang mengantar kan nya pulang"


"oh.. aku tidak tau, baiklah kalau begitu, Hanz antar nona Diandra sampai rumah, kamu juga istirahat lah yang benar, sekali lagi maaf kan saya menyusahkan kalian berdua" mata Maha berkaca kaca, ia begitu bersyukur ternyata suaminya dikelilingi oleh orang orang yang setia mendampingi nya..


hari ini adalah hari ke sepuluh dimana Maharani diijinkan untuk kembali setelah tekanan darah nya normal.


maha berjalan ke arah administrasi setelah selesai mengurus administrasi nya, maha segera kembali.

__ADS_1


"auuuwww.." maha mengaduh ketika badannya bersenggolan dengan seorang wanita yang mengenakan kacamata dan msker sedangkan rambut nya ia tutupi Dengan pasmina, untung saja dia tidak terjatuh karena ada seseorang yang menahan tubuh nya.


bukannya meminta maaf, wanita itu malah berjalan semakin cepat. "anda tidak apa apa nyonya?" , maha segera membalikkan badannya, "oh... dokter Andrew, terima kasih sudah menolong, berkat anda saya baik baik saja" , "kalau begitu saya permisi nyonya" , "iya dokter silahkan sekali lagi terima kasih" maha pun mengikuti langkah kaki dokter Andrew dokter yang menangani Mama Maharani dokter muda spesialis jantung dan bedah vaskuler.


"mama.. kita bi... ma.. ma.. mama.. mamaaaaa...." maha berusaha membangun kan Maharani, ia kira Maharani hanya tertidur namun setelah melihat nafas Maharani yang tidak beraturan dan terkadang berhenti barulah maha sadar. ia segey menekan tombol darurat.


dokter Andrew dan juga perawat dibelakang nya sudah datang, untung saja dokter Andrew mendengar suara teriakan Maha, saat ia keluar dari ruangan sebelah. ia pun segera bergegas masuk ke ruangan Maharani.


"dokter mama, tolong dokter, apa yang terjadi, tadi mama baik baik saja waktu saya tinggal" , Andrew segera memeriksa keadaan Maharani, "suster bawa pasien ke ICCU" perawat tersebut langsung menekan tombol darurat setelah beberapa perawat lain datang, brankar mama didorong ke arah ICCU, maha mengikuti langkah dokter Andrew.


Ia memegang lengan dokter Andrew, "dokter... " banyak sekali pertanyaan yang ingin ia lontarkan namun hanya berhenti di tenggorokan saja, Andrew memegang tangan Maha, "nyonya tenang saja, saya akan berusaha sekuat tenaga untuk menangani nyonya Maharani, maha menitikan air matanya. Andrew memegang bahu Maha "berdoa lah untuk nyonya Maharani" ucap nya lagi kemudian ia masuk ke dalam ruang ICCU (Intensive Coronary Care Unit) ruangan khusus perawatan pasien kardiovaskular.


Maha menghubungi Ilham karena tadi ia bersama Ilham menjaga Maharani, ia mengurus administrasi sedang kan Ilham membawa barang bawaan ke dalam mobil diparkiran. jadilah mama tidak ada yang menemani.

__ADS_1


*halo mbak Maha, ibu dimana ya?* itulah kata pertama yang di lontarkan Ilham ketika menerima panggilan telepon dari Maha. *mas Ilham ke ruang ICCU, mama tiba tiba pingsan dan drop* , *astaghfirullah.. baik mbak saya segera kesana*.. Tut..Tut.. Tut ... suara panggilan telepon diputus sepihak oleh Ilham.


"mbak.." ucap Ilham nafasnya naik turun tidak beraturan, ia ngos ngosan berlari mencari ruang ICCU. "mas Ilham mama mas, padahal tadi baik baik saja, waktu maha masuk mama sudah pingsan" ucap Maha ia menangis sesenggukan.


__ADS_2