Baby Inseminasi

Baby Inseminasi
Pindah Rumah


__ADS_3

"maha kamu anak kuliahan loh, dan sebentar lagi akan menyandang gelar sarjana masa sih kamu tidak tau apa itu adegan 21+" , masih dengan wajah polos nya yang penasaran.


karena jarak wajah kami yang begitu dekat perlahan kudekatkan wajah ku lebih dekat lagi aku ingin mencium bibir nya yang menggodaku itu, namun belum sampai men ciumannya ada kain yang menghalangi bibir ku yang ingin mengecup bibir nya.


Handuk dari maha "pakai lah handuknya dulu untuk menutupi yang ada dibawah ku" ucapnya, ia pun berdiri dengan menyangga bahuku. 'dasar handuk sialan' teriakku dalam hati, akupun tidur terlentang kembali dengan handuk yang menutupi wajahku bukannya menutup bagian bawahku yang berdiri tegak.


*********


"sayang kamu sakit nak" ucap mama Maharani, "eh.. enggak ma, kenapa??" , "wajah kamu kok merah gitu" mama pun mendekati ku kan meraba dahiku, "gak panas tapi kok merah banget nak, kalau gak enak badan bilang mama atau suami kamu ya nak, jaga kesehatan mu, bukan cuma kamu aja sekarang yang perlu kamu pikir kan tapi anak dalam perut mu juga"


"iya ma, maha gak apa-apa kok ma" sungguh malu rasanya mengingat kejadian dikamar, bukan maksud ku jadi wanita mesum. kulihat Oliver yang sudah duduk disebelah ku, aku tidak berani menatap wajah nya 'tapi kok dia santai gitu sih, kok jadi jengkel sendiri ya''


"Oliver kamu mau makan pake apa? biar aku ambilkan" , "ambilkan semua akan aku makan" , "hah.. kamu yakin doyan makan, maksud ku suka semuanya" , "sure... masakan mama pasti enak" , "sayuran itu istri kamu yang masak Lo, meski cuma masakan rumahan maha pandai sekali memasak gak kalah sama para koki dirumah kamu"


"iiihhhh... mama apa apaan sih, mana bisa maha disamakan sama para koki dirumah Oliver, mereka itu lulusan sekolah boga terbaik ma, dan mereka juga koki dari hotel bintang lima Lo ma, memangnya maha koki kaki lima"


"hahahaha... ternyata kamu cerewet juga sweetie, tahu gak ma kalau lagi berdua sama Oliver, maha kayak orang gagu ditanya cuma iya iya aja" , "eh.. gak gitu ya"


"maha memang seperti itu Oliver dia cerewet nya kalau sama mama, sama teman-teman kampus nya terkenal dingin dan cuek, cuma sama Sarah dan Lily aja dia cerewet"


"benar kah ma, Oliver penasaran pengen naklukin anak mama satu ini" , "udah gak usah berisik jadi pada makan gak sih, maha udah lapar lo!!"


"maaf kan Dady baby, kamu pasti sudah lapar ya" , "yaaa... Dady so don't be noisy" balas maha meniru suara anak kecil, membuat Oliver dan Maharani tertawa.


"ma Minggu depan kita akan pindah kerumah dad and mom diperumahan dekat kampus Maha" , "tidak masalah Oliver yang penting jaga anak dan calon cucu mama" , "pasti ma, Oliver akan menjaga istri dan calon anak Oliver" , "mama akan sering sering mengunjungi kalian" , "iya ma terima kasih"

__ADS_1


**********


seminggu setelah renovasi rumah itu selesai kami pun pindah, Oliver merenovasi dua kamar termasuk kamar utama ia membuat pintu samping menuju kamar disebelahnya yang akan dipakai Oliver sebagai ruang kerjanya bila dirumah.


"bagaimana kamu suka kamar nya" , "suka" , "baju bajumu sudah dimasukkan kedalam lemari, disamping lemari ku ada pintu menuju kamar sebelah yang akan aku gunakan sebagai ruang kerjaku, kemungkinan besar waktuku dirumah lebih banyak diruang kerja, aku juga sudah menaruh single bed disana, jadi kita tidak akan tidur bersama seperti keinginan mu"


"oh.. ok" , "dan untuk sebelahnya ada kamar Alisia bila ia menginap nantinya" , "ya.. terserah kalian, aku akan membuat makan siang" , "tidak usah aku sudah membawa Nora kemari seperti yang kamu inginkan, biarkan Nora dan para maid yang bekerja, kami istirahat lah, sini tidur lah aku tidak ingin baby ku kecapekan"


"Oliver aku baik baik saja dan jangan menyuruhku jadi wanita hamil yang pemalas itu tidak bagus untuk ibu hamil, kami harus banyak gerak" , "benarkah, kenapa dokter Hannah tidak pernah bilang" , "karena kamu tidak bertanya kan" , "tidak boleh kamu duduk dan tidur saja disini, kalau aku sudah bicara pada dokter Hannah baru aku percaya"


"astaga Oliver jangan gila, kita baru kemarin yang lalu berkonsultasi" , "tidak apa-apa kita konsultasi lagi besok" , "tidak, itu pemborosan kamu bisa telpon dan menanyakan nya Oliver!!" , "uangku tidak akan habis hanya untuk mengajak mu ke dokter kandungan setiap hari" , "dasar sombong, kena azab baru tau rasa" , "azab??? apa azab"


"ya itu azab yang sering ada di tv yang ada gambar ikan terbang *laki laki kaya jatuh miskin akibat sombong* sombong lah terus"


"kamu mendoakan suami mu miskin" , "hah.. minggir lah aku mau masak bantu Nora" aku beranjak berdiri dari duduk ku dikursi meja rias belum sampai pintu tubuhku sudah di gendong ala bridal style.


"aku hanya menyuruh mu untuk beristirahat, bukan ngajakin berantem lo" , "tapi aku tidak mengantuk Oliver, aku mau keluar"


Oliver hanya menghela nafas panjang,


'di perusahaan dengan mudahnya aku memerintahkan beribu ribu karyawan untuk melakukan ini dan itu, sedang kan sekarang hanya memerintahkan satu orang wanita udah gitu hamil juga kok sulit ya' batin Oliver


aku turun kebawah mendengar suara cekikikan di dapur, kulihat maha, Nora dan beberapa maid sedang memasak, entah apa yang mereka bicarakan sampai membuat dapur begitu ramai.


gadis seperti apa yang ku nikahi saat ini, ia begitu mudah bergaul dengan siapapun tapi kenapa hanya dengan ku dia terlihat canggung dan tidak bisa tertawa lepas seperti itu, apa aku menakutkan. aku senang Ketika mendengar suara tawanya ada perasaan hangat dan bahagia melihat wajah cantik dan ceria nya.

__ADS_1


'astaga' aku tersentak ketika suara ponsel ku berbunyi menyadarkan ku akan lamunanku.


Alisia calling


*halo sayang ada apa?*


*......*


*ya aku dirumah dad and mom, kamu tau kan dulu aku pernah mengajakmu kemari sebelum kita menikah*


*.......*


*ok.. sayang aku tunggu ya, love you to*


"Maha.. Alisia akan kemari dan makan siang bersama kita, bolehkan?"


"terserah padamu, makan siang nya sudah hampir selesai, tunggu saja"


********


"hai.. maha apa kabar mu beb, perutmu sudah terlihat membuncit bolehkan aku menyentuh nya?"


"maaf Alisia aku seperti nya ingin mandi dulu lengket badanku habis mandi berasa gerah banget, kalian makan dulu deh nanti aku nyusul ok"


"come on honey kita makan dulu" ucap Alisia mengajak Oliver makan, ia sengaja mengeras kan suara nya agar maha mendengar, seolah memperjelas bahwasannya Oliver miliknya. sedangkan maha sendiri masa bodoh ia melanjutkan menaiki tangga menuju kamar nya untuk mandi.

__ADS_1


___________________________________________


Ada 2 episode yang masih direview episode 10 (diantara dua pilihan) dan episode 11 (Alisia Marshal) mungkin cerita nya jadi agak gak nyambung karena langsung lompat dari episode 9 (kesalahan pahaman) langsing lompat dua episode ke 12 (kedatangan Mr and Mrs Dalmiro). Semoga sudah bisa segera rilis 2 Episode nya.


__ADS_2