
Oliver tersenyum menatap wajah Maha, "aku merindukan mu" , "tidak dengan ku, singkirkan tanganmu?" ucap Maha, ia mencubit tubuh oliver yang bisa ia jangkau.
"kau ingin Byboy bangun dan melihat kita?" ucap oliver seketika membuat Maha berhenti mencubiti tubuh oliver.
Oliver beranjak dari tidur nya hingga mau tidak mau membuat tubuh maha juga terangkat dan duduk dipangkuan nya.
Maha berusaha untuk melepaskan diri dari kukungan Oliver. Oliver segera mengangkat tubuh Maha. "apa yang kau lakukan, turunkan aku" ucap Maha, Oliver menurun kan Maha ketika sampai di pintu, oliver menarik kenop pintu dan menarik tangan maha agar keluar dari kamar utama.
"aku ingin menjemput byboy pulang, lepaskan aku" maha berusaha menarik tangan nya yang ditarik oleh oliver.
hingga mereka berhenti disebuah kamar yang terletak agak jauh dari kamar utama.
Oliver mendorong tubuh Maha memasuki kamar tersebut, dan mendorong tubuh maha hingga jatuh di atas tempat tidur.
"apa yang kau lakukan?" teriak maha, ia benar benar kesal dengan tindakan arogan Oliver.
"aku menginginkan mu" ucap oliver tatapan mata teduh Milik laki laki yang ia cintai masih sama seperti dulu, ketika dia menginginkan penyatuan tubuh mereka.
"kau bukan lagi suami ku, dan aku tidak memiliki kewajiban untuk melayani mu" ucap maha, "berarti jika aku masih suamimu kamu akan melayani ku" ucap oliver tersenyum.
__ADS_1
"kau... " Oliver menciumi bibir Maha, sebelum maha menyelesaikan ucapannya.
"kau masih istri ku hingga saat ini, aku belum menandatangani surat cerai itu" , "pernikahan kita masih tercatat dicatatan sipil di Jerman"
"kau selalu ingin bercerai sebab itu lah aku mengabulkan keinginan mu" , "malam itu aku menunggumu..." , belum selesai dengan penjelasan nya ucapan Oliver sudah lebih dulu di potong oleh maha
"kamu menunggu ku untuk memperlihatkan kemesraan kalian berdua, untuk mengatakan bahwa wanita jahat itu yang akan menggantikan ku" teriak Maha.
"dengar kan aku, dengarkan penjelasan ku" , "maha..." ,
"aku tidak mau mendengar apapun darimu, Karena aku benar benar membenci mu, aku ingin memiliki kehidupan ku sendiri, jadi jangan pernah mengganggu ku ataupun byboy" , "kau bisa memiliki anakmu sendiri dengan wanita jahat itu, jadi jangan pernah berfikir untuk menggangu kami berdua"
"aku tidak akan pernah bisa melepaskan mu, kecuali jika aku mati" ucap oliver, ia menarik kedua tangan maha ke atas dengan tangan kirinya, sedang kan tangan satunya kini sudah bergerilya ke semua bagian area sensitif milik maha.
"hentikan... aku tidak mau melayani mu" ucap Maha, lain dimulut lain juga dengan tubuh nya. mulut nya berulang kali mengatakan lepas kan, namun tubuh itu tidak dapat dipungkiri, tubuh yang menginginkan hubungan penyatuan.
Apalagi ia wanita dewasa yang sudah lebih dari lima tahun ini tidak pernah disentuh oleh laki laki manapun, gairah dan tubuhnya memanas menginginkan lebih sekedar belaian, sentuhan, serta kecupan. tubuhnya menginginkan penyatuan, penyatuan gairah yang telah lama tidak tersalurkan.
hingga lengguhan dan teriakan nama Oliver berkali kali ia sebutkan. lahar panas milik oliver beberapa kali ia semburkan ke dalam rahim maha, mereka berhenti setelah kelelahan. maha baru ingat ini adalah masa subur nya.
__ADS_1
Betapa bodoh dan naif nya dia, hanya dengan sentuhan lembut bibir oliver mampu meluluhkan semua pertahanan yang ia bangun selama ini. ia merutuki kebodohan nya, berkali kali ia memukuli Kepalanya. bagaimana dia bisa seceroboh itu. lagi lagi ia akan kembali ke rasa sakit itu lagi.
Oliver menarik tangan maha yang memukuli Kepalanya sendiri "apa yang kamu lakukan sweetie, berharap melupakan kejadian ini!!! hmmm..." , "kau.." kini maha hanya menangis sesenggukan, oliver memeluk erat tubuh maha yang terguncang.
"aku menitipkan banyak generasi Dalmiro disini" ucap oliver ia mengusap perut Maha, "dan kali ini aku tidak akan melepaskan mu lagi, kau tidak bisa pergi dariku, ketahuilah kau masih sah istri ku"
tubuh maha menegang ia malu mengakui bahwa ia masih menginginkan laki laki yang sedang mendekapnya. dan benar saja oliver sudah bergerak ke atas tubuh wanita itu, ia menginginkan lagi, seperti sebelumnya ia tidak akan berhenti hingga wanita yang ia cintai itu kelelahan dan tertidur pulas di pelukan nya.
*******
perlahan oliver bangun ia, ia beranjak dari tempat tidur nya, ia menatap jam diatas nakas menunjukkan pukul delapan malam. mereka melewatkan makan malam, "astaga Byboy" oliver turun dari ranjang sebelum nya ia mencium dahi wanita yang tertidur pulas dan menyelimuti tubuh polos itu.
Oliver menuju kamar mandi dan segera membersihkan tubuh nya. dengan menggunakan kimono ia berjalan keluar kamar menuju kamar utama untuk berganti pakaian.
Oliver menatap ke arah ranjang dimana sebelumnya ada byboy tidur disana namun sekarang anak laki laki itu sudah tidak ada.
Oliver bergegas menggunakan pakaian putih polos yang mencetak bentuk tubuh nya. serta celana pendek berbahan denim.
ia segera turun kebawah mencari keberadaan byboy, "boy.. where are you?" , "daddd... i'am here". Oliver mencari asal suara yang berada di ruang keluarga, dilihat nya byboy tengah menonton film kartun ditemani Hanz.
__ADS_1
"ini jam delapan malam sayang Kenapa kamu tidak tidur" , "daddy and mom melewati makan malam, apa mom masih tidur?" , Oliver menatap Hanz yang pura pura serius melihat acara televisi yang dipastikan ia juga tidak paham dengan apa yang ia lihat.