
Oliver Pov
"honey kamu akan pergi lagi" tanyaku melihat Alisia yang sudah berjalan meninggalkan ku setelah pergulatan panas kami.
ia berjalan tanpa busana berlenggak lenggok masuk ke kamar mandi dan menggodaku sebelum masuk kedalam membuat ku langsung mengejar nya ke dalam kamar mandi. melanjutkan ritual kami yang baru saja selesai.
Dia Alisia Marshal Jasmine super model super cantik dan seksi, tubuhnya begitu proposional, memiliki dada dan bokong yang besar dengan perut yang rata. terkadang aku tidak terima bila tubuh nya di expose, aku tidak rela tubuh nya dinikmati oleh mata laki laki nakal yang seperti ingin menjamah tubuhnya.
Namun aku tidak bisa melarang nya karena itu profesinya. karena aku begitu mencintai nya apapun yang dia minta pasti akan ku kabulkan, aku selalu mendahulukan kepentingan nya dari pada kepentingan ku sendiri.
"honey berhenti lah menjadi model aku bisa memenuhi semua kebutuhan mu dan aku juga bisa memberimu uang melebihi penghasilan mu di dunia modeling", ucap oliver ia tiduran diatas kasur dengan majalah bisnis ditangan nya.
"Oliver kita sudah sering membicarakan hal ini, tunggulah beberapa saat lagi, aku masih begitu menyayangi pekerjaan ku, kelak bila aku bosan aku pasti akan keluar jadi sabarlah dulu", ucap Alisia kemudian ia sibuk mengaplikasikan make up di wajah nya.
"lalu... kapan itu?? bahkan kamu belum bersedia hamil dan memberikan ku keturunan dad and mom selalu bertanya, mereka begitu menginginkan cucu dariku", oliver meletakkan majalah bisnis dipangkuan nya dan menatap wajah Alisia dari pantulan cermin.
"hubby bukannya orang tua mu memiliki cucu dari Alex kakakmu, mengapa mereka selalu mengejar kita agar memberikan cucu, kita juga tidak menunda nya bukan, kita juga berusaha oliver, jangan menyudutkan ku terus" Alisia memandang wajah suaminya dari cermin didepan nya.
"Alisia aku lelah memberikan alasan pada mom yang selalu saja berakhir dengan pertengkaran kami, aku tidak ingin menjadi anak durhaka Alisia, bagaimana bila kita berdua periksa ke dokter" ucap oliver lagi ia beranjak dari tempat duduknya kemudian beralih duduk dipinggiran bed.
"hubby kamu tidak berfikir kan kalau aku mandul?", lirik Alisia ia telah selesai dengan makeup nya dan masih memegang lisptik sebagai riasan terakhir diwajah cantik nya.
"tidak sayang kita periksa hanya untuk konsultasi seputar anak, kita sudah dua tahun menikah itu bukanlah hitungan yang sebentar untuk rumah tangga kita" Oliver kini sudah berada dibelakang tubuh Alisia dan memeluk tubuh istrinya dari belakang.
"baiklah terserah kau saja, bertanya lah pada Aefar dan Lusia mereka akan mengatur jadwal ku, sekarang menyingkirlah dari tubuh ku aku harus segera pergi karena ada pemotretan" Alisia menyingkirkan tubuh oliver ia segera melepaskan kimono nya dan mengganti nya dengan dres berwarna merah menyala selutuh bermodel kerah V tanpa lengan yang memperlihatkan betapa besarnya dada milik nya dan betapa seksi nya tubuh Alisia.
__ADS_1
"Alisia bisakah kau sendiri yang meluangkan waktu mu, kenapa aku harus menghubungi manajer dan sekertaris mu itu, hargai aku sebagai suamimu" oliver sedikit kesal dengan tanggapan istri nya yang seperti tidak menganggap kata kata nya.
"Ayolah Oliver jangan merajuk seperti anak kecil, jadwal ku begitu padat sayang, aku juga baru selesai menandatangani kontrak pakaian dalam wanita" kini Alisia selesai dengan stocking Hitam milik nya.
"shit.. aku sudah berkali kali melarang mu menerima tawaran menjadi model pakaian dalam, batalkan kontrak nya aku akan membayar denda nya" kini oliver benar benar marah pada Alisia ia menarik kasar tangan Alisia.
"hubby hentikan umpatanmu, jangan ke kanak Kanakan aku sudah menolak tawaran kontrak bikini demi dirimu, ini hanya pakaian dalam wanita, kami memakai lingerie sayang" ia menghempaskan tangan oliver dengan kasar,
kemudian pergi keluar kamar dan pergi menuju tempat pemotretan.
"arrrggggg... hari ini aku harus kembali dan mommy pasti akan bertanya lagi tentang anak" oliver terduduk di pinggir kasur, ia menarik rambut nya dengan kasar, kepalanya benar benar terasa pecah.
******
Alisia Marshal
Namun aku belum siap aku masih ingin mengejar karir ku yang sedang cemerlang dan menjadi top supermodel saat ini, aku belum siap dengan perut melar dan beberapa bekas tanda melahirkan anak, aku tidak ingin payudara ku kendor karena menyusui anak.
Sebenarnya aku begitu mencintai nya, sosok Oliver Dalmiro pria terkaya dinegara ini dengan usia nya yang baru 27 tahun, ia mewarisi beberapa saham milik ayahnya, wajah nya yang tampan dan juga tubuh nya yang berotot dan sixpack membuat ku selalu ingin disentuh dan dimasukinya. walaupun terkadang aku belum puas bermain dengan nya. karena ia juga termasuk gila bekerja.
Ia memiliki kakak yaitu Alex Dalmiro, aku lebih suka bermainan bersama kakaknya karena lebih hebat menurut ku, kami sering bertemu dan bermain dihotel tempat nya menginap bila ia berkunjung ke negara ini. tentu saja tanpa sepengetahuan Oliver, tidak mungkin aku bercerita bila aku bercinta dengan kakak kandung nya. ini hanya menjadi rahasia ku hanya Aefar dan Lusia yang tau skandal skandal ku, bahkan aku sering tidur dengan Aefar bila hasrat *** ku sedang naik dan ingin melakukan nya sedang Oliver sibuk dengan pekerjaan nya. ku akui aku sedikit hyper***. maaf kan aku suami ku yang baik hati karena menyalah gunakan kepercayaan mu padaku.
*******
Kediaman Dalmiro
__ADS_1
"mom.. aku kembali" aku menyapa mommy yang sedang duduk di terasa belakang mansion kami di kota Hamburg Jerman.
"anak nakal baru ingat masih memiliki mommy tua disini, setelah memiliki istri cantik dan seksi yang suka meng expose tubunya dan tidak juga bisa memberikan mom cucu" ucap Mrs Dalmiro
"mom jangan bicara seperti itu, mommy ku selalu muda dan cantik, dan untuk Alisia dia super model mom jadi wajar dia berpakaian seperti itu, itu juga ia kenakan bila sedang didepan kamera dan sesuai dengan kontrak fashion yang ia kerjakan, bila bersama ku ia berpakaian yang sopan mom" oliver pun berusaha membela istri nya, walaupun selama ini Alisia selalu memakai pakaian terbuka dan mengekspos tubuh nya.
"bagaimana apa kah dia sudah hamil", tanya Mrs Dalmiro tangan nya masih sibuk dengan rangkaian bunga yang ia susun tapi dipot pot bunga.
"belum mom dia belum siap untuk hamil dia merasa masih muda" ucapku.
"kalian masih muda tapi mom and Dady mu lah yang sudah tua, mom menginginkan cucu darimu nak" Mrs Dalmiro melepaskan sarung tangan nya, ia menghadap kearah Oliver.
" mom bukankah ada Marbella cucu mommy dari kak Alex dan kak Elma istrinya"
"mom ingin cucu laki-laki sedangkan kakakmu hanya sibuk dengan para ****** nya"
"mom jangan bicara seperti itu kak Alex adalah putra mom juga"
"tidak dia anak dari salah satu ****** milik Dady mu"
Aku dan kak Alex memang berbeda ibu namun kak Alex di asuh oleh ibuku sejak bayi, Alex adalah hasil hubungan gelap Dady Dalmiro dengan sekertaris nya, namun meninggal ketika melahirkan kak Alex dan di rawat mommy karena saat itu mommy belum juga mengandung setelah menikah selama 3 tahun dan aku sendiri lahir dengan selisih 5 tahun dari kak Alex, semenjak kelahiran ku Dady sudah bertobat dan tidak pernah lagi terlibat skandal.
Dady begitu mencintai momy hanya saja sifat mereka yang egois dan tidak ingin mengalah yang membuat Dady terlibat skandal, apalagi mommy anak seorang miliader sama seperti Dady. itulah kehidupan orang kaya apapun dapat mereka miliki namun mereka tidak bisa memiliki kebahagiaan dalam keluarga.
___________________________________________
__ADS_1
lagi cari inspirasi beberapa picture untuk mereka, tapi belum sesuai keinginan dan gambaran di otakku