Baby Inseminasi

Baby Inseminasi
meninggalkan rumah 2


__ADS_3

"sekarang maha tau rasanya akan jadi seorang ibu, dan maha juga sudah siap menjadi seorang ibu, maha akan rawat anak maha ada maupun tanpa adanya oliver, ini anaka Maha, Maha tidak akan menyerahkan nya pada oliver maupun kedua orang tua Oliver"


"lalu sekarang apa keputusan mu nak, jika memang ingin pergi jauh kamu ingin perhgi kemana, mama akan menemanimu"


"tidak ma, mama tetap disini, maha akan pergi sendiri" , "tidak mama tidak akan pernah setuju" , "ma.. Maha mohon kali ini saja, Maha bisa menjaga diri baik baik, bagaimana kalau Maha tinggal di panti asuhan Jalinan Kasih yang dikelola ibu Maryam" (ini panti asuhan tempat tinggal Jaka masih ingat dengan Jaka dan Vava, di novel ku yang berjudul Ibu Guru Cantik I Love you, baca ya!!)


"itu terlalu jauh dari kota nak, bagaimana nanti bila kamu akan melahirkan atau ada apa apa ketika kamu akan melahirkan, panti asuhan itu terlalu jauh dari rumah sakit, dan letaknya juga terlalu di pedesaan"


panti asuhan Jalinan Kasih didirikan di tanah milik Papa Arata, dan di kelola oleh ibu Maryam sahabat Mama Maharani, sampai sekarang Maharani masih menjadi donatur tetap disana.


"Tapi Maha suka disana ma suasana nya begitu asri dan sejuk, disana banyak anak kecil maha pasti betah ma, bila sudah tiba waktunya melahirkan Maha akan kabarin mama secepatnya"


"ya sudahlah nak jika itu keinginan mu, mama mendoakan yang terbaik untuk mu, tapi bagaimana caranya kamu menghindari bodyguard mertua mu??" , "mudah sekali ma, kita akan pergi bersama, nanti ditengah jalan kita berhenti di market dan maha akan memesan taksi, mama bisa kirim kan koper maha, atau mama mengutus salah satu karyawan mama mengantarkan barang Maha"


"ya sudah mama akan telepon maryam, agar membersihkan kamar mama yang ada di sana, semoga belum ada yang menempatinya"


drttt... drttt...

__ADS_1


suara ponsel Maha berbunyi lagi, my love husband calling.


"ma... mama yang angkat ya, bilang aja maha lagi dikamar mandi" ucap maha, ia menyerahkan ponsel nya kepada sang Mama.


selesai menerima panggilan telepon Maha segera me non aktif kan ponselnya, ia membuka dan mengambil chip card ponselnya, lalu menyerahkan nya pada sang mama.


"nanti mampir dulu ke toko ponsel maha mau beli kartu perdana, yang ini mama simpan siapa tahu maha membutuhkan nya kelak untuk mencari no telepon penting lainnya"


"baik nak, mama benar benar belum ikhlas melepas kan mu nak" ucap Maharani ia memeluk anaknya dan mangusap pundak anak semata wayangnya.


*******


setelah tiga puluh menit kepergian Maha, kebetulan sekali ada ibu ibu yang juga sedang hamil mengantri di kasir. "Tuhan memberkati mu nak, semoga kamu selamat dalam perjalanan" Maharani menunggu wanita hamil tersebut hingga ke parkiran yang entah ditakdirkan untuk Maha, wanita itu parkir dekat dengan mobil Maharani, sehingga memudahkan Maharani mengecoh para bodyguard keluarga oliver.


Maharani sesekali melihat ke arah spion dimana para bodyguard mangikuti mobil Maharani. 'syukurlah mereka tidak mengetahui maha pergi dengan taksi"


*******

__ADS_1


Pagi hari nya Maharani menghubungi nomor ponsel maha yang baru, maha saat itu baru saja tiba dipanti asuhan. setelah itu Maharani menitipkan putri nya kepada Maryam sahabat nya. Maharani hanya menceritakan secara garis besar Putri nya sementara tinggal di sana.


Sedangkan di tempat lain, oliver yang sedang dalam perjalanan pulang tampak sangat bahagia seharusnya besok ia kembali namun dia mempercepat segalanya agar dapat pulang hari ini, ia sudah begitu merindukan wajah cantik istri nya.


Sore hari barulah oliver tiba dirumah, setelah mampir ke toko bunga membeli buket mawar merah dan putih kesukaan istrinya, ia bergegas masuk ke dalam rumah. ia berjalan mengendap-endap mengitari rumah mencari keberadaan istrinya, namun tidak dia temukan juga akhirnya oliver menuju kamar hanya tempat itu yang belum ia datangi.


perlahan Oliver membuka pintu namun tetap saja tidak menemukan keberadaan Maha, ia membuka kamar mandi, ruang kerjanya juga tidak dapat menemukan Maha, akhirnya ia duduk ditepi ranjang melepaskan sepatu, jas serta dasi nya, dan mem buang nya secara sembarangan.


"apa dia masih dirumah Mama" oliver segera mengambil ponsel yang ia masukkan ke dalam saku jas, ia berdiri dan berjalan ke arah sofa, ia menatap kertas diatas meja sofa serta cincin pernikahan milik Maha.


Oliver meraih kertas tersebut ia sungguh terkejut melihat surat perjanjian pernikahan mereka dan juga surat cerai yang sudah di tanda tangani oleh maha.


"apa apaan ini, Maha.. Maha..." Oliver berteriak sekencang kencangnya memanggil Maha berharap wanita itu datang dan memberikan penjelasan.


Oliver segera keluar kamar, ia masih berteriak memanggil Maha, se isi rumah terkejut melihat tuannya yang sudah berada di rumah dan berteriak memanggil nyonya yang sudah meninggal kan rumah dari kemarin sore.


"tu.. tuann.. anda sudah kembali" ,tanya Nora, bukannya mendapat Jawaban yang mengenakan, justru makian dari oliver yang ia dapatkan "apa matamu buta, tidak melihat ku disini, dan masih bertanya aku sudah kembali atau belum" jawab oliver.

__ADS_1


__ADS_2