Baby Inseminasi

Baby Inseminasi
Wanita Pengganti


__ADS_3

Baru saja memulai untuk makan mata maha melihat dua orang yang dia kenal masuk ke dalam Restoran 'ada hubungan apa antara mereka berdua' batin Maha


"eh...eh... lihat siapa yang datang?" ucap Sarah, Lily ikut menoleh ke belakang karena memang hanya Lily yang duduk nya membelakangi pintu "bukannya itu Alisia ya mantan istri suami kamu" ucap Lily.


"itu cowok bukannya kakak ipar Lo Ma" tanya Sarah, Lily pun memicingkan mata nya "bukannya Oliver anak tunggal ya" ucap Lily.


"sembarangan dia punya kakak namanya Alex Dalmiro, mereka satu ayah cuma beda ibu, dan Alex itu sudah dirawat oleh ibunya Oliver sejak baru lahir karena ibunya Alex meninggal dunia saat melahirkan Alex, dan wanita itu sekertaris dari ayahnya Oliver dan dia adalah selingkuh an ayahnya Oliver"


"Busyet deh, dari mana loe tau" tanya Lily, "Sarah gitu lohhh..." , "idihhhh..." ucap Lily , "memang benar ya MaChan" tanya Lily lagi.


"Ya kurang lebih nya seperti yang dikatakan Sarah" jawabku


"ssstttt... jangan berisik kita pura pura gak tahu aja ya" ucapku, aku hanya takut mereka merasa kikuk dan sungkan bila melihat ku.


"Maha.. makan disini juga" sapa Alex, 'yah.. mau hindarin malah nyamperin" batin Maha.


"Hai kak, hai Alisia" sapaku,"iya kak habis sidang skripsi kami merayakan nya dengan makan disini" , "wahh.. selamat ya bentar lagi jadi sarjana" , "iya kak Alex, terima kasih mau gabung ayo silahkan duduk" tawarku berusaha se ramah mungkin.


"hai maha... Oliver tidak ikut" , "tidak Alisia dia masih sibuk" , "oh.. kalian berdua sudah berbaikan ya??" tanya Alisia lagi.


"berbaikan untuk apa? kami baik baik saja kok" , "oh... tapi kenapa dia tidak ikut merayakan kelulusan mu"


"tapi kayaknya gak mungkin ya soalnya, semalam Oliver cerita kalau kalian bertengkar, makanya jadi wanita jangan sok jual mahal Maha, kamu hanya wanita pengganti sementara jadi gak usah sok sok an marah hanya untuk mencari perhatian Oliver" ucap Alisia dengan sombongnya.


"Alisia kamu ngomong apaan sih" ucap Alex ia berusaha menarik tangan Alisia, "tunggu dulu aku belum selesai bicara dengan dia" ucap Alisia kekeh tidak ingin bergerak dari tempat dia berdiri. "Ingat ya Maha sampai kapan pun aku tetap wanita yang paling dicintai Oliver dan kami akan menikah lagi setelah anak yang kamu kandung itu lahir, sebenarnya aku tidak yakin kalau anak itu hasil inseminasi ****** Oliver, wanita seperti kalian ini paling tidur dengan banyak laki laki tapi meng kambing hitam kan Oliver"


"heh dasar wanita sombong... jaga ucapan mu, maha wanita baik baik tidak seperti mu" , teriak Sarah ia sudah berdiri dari duduknya dan menunjuk Alisia dengan jari telunjuk nya


"OMG ternyata ada Sarah ya si modeling gak laku" ucap Alisia ia tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"mending gue gak laku tapi setiap ada kontrak itu berdasarkan kemampuan gue, dari pada ****** kayak Lo yang cuma bisa ngandelin tidur dengan laki-laki supaya bisa dapat kontrak" balas Sarah tak mau kalah.


"Sarah.. udah Sarah sabar yah, lihat kita jadi tontonan banyak orang malu kan" ucapku.


"udah deh maha kamu terlalu baik hati ngadepin ****** kayak dia" , "loe tuh yang ******" teriak Alisia.


"stop... stop.. stopppppp... ya ampun kalian gak malu ya jadi tontonan, kalian tu bakalan jadi sasaran empuk paparazi loh" ucapku berusaha menengahi


"Sarah udah ya, gue gak apa apa, memang benar yang dikatakan Alisia kalau aku hanya istri pengganti sementara, Kak Alex aku mohon bawa pergi wanita yang bersama kakak" ucapku dengan menelangkup kan kedua tangan ku "pleasee"


"Maaf Maha, Ayoo..."Alex pun menarik tangan Alisia ia setengah memaksa Alisia, "kalau kamu gak mau ikut aku silahkan lanjutkan akua mau pergi" ucap Alex kemudian disertai emosi nya.


"pergi sana dasar wanita ****** gangguin orang makan aja" teriak Sarah, "ya ampun Sarah udah deh" kali ini Lily yang bicara, ia menarik tangan Sarah agar kembali duduk ditempat nya.


"kauuu" tunjuk Alisia namun ia lebih dulu ditarik olieh Alex.


aku dan Lily hanya tertawa cekikikan, "kelakuan loe gak beda ma tuh Mak lampir, tau orang syirik loe tanggepin" ucap Lily ia melanjutkan makan nya yang tertunda.


Maha menahan rasa mualnya, melihat kelakuan Alisia benar benar membuat perut nya seperti diaduk aduk. kenapa juga dia masih ngurusi urusan rumah tangga nya dengan oliver, kok gak sabar banget nunggu sampai lahiran paling cuma nunggu berapa bulan sih, gak nyampe empat bulan juga.


Maha hanya menghela nafas panjang, sekarang saja Oliver menjauh dari nya, sungguh malang nasibmu nak, baru di dalam kandungan aja ayahmu tidak peduli apalagi nanti kamu sudah lahir. seharusnya dari awal memang lebih baik ikut mom and dad sang mertua yang begitu baik dan sayang padaku.


"Udahan yuk balik" ucapku, "belanja dulu yukksss, gue pengen beliin Lo baju hamil sebagai hadiah" ucap Sarah.


"ah... benar juga Lo pasti gak punya baju hamil kan" ucap Lily menimpali ucapan Sarah.


"siapa bilang gue punya banyak banget daster " , "hahahhahaaaa... gak gaul banget sih mbok" , "besok besok aja ya, gue capek perut gue gak nyaman banget nih" , "ahhh... ponakan Tante jangan rewel dong.. jalan jalan ma Tante dulu yukksss" ucap Sarah sambil mengusap perut Maha.


"nanti sore gue ada jadwal kontrol kehamilan, gue pengen tidur an dulu, okkk... besok aja ya" ucapku menawar.

__ADS_1


"Ya udah deh bumil yang menang" ucap Sarah pasrah, Lily hanya mengusap usap kepala Sarah "sabar ya nak" ucap Lily. hahahaha.. kami bertiga pun tertawa bersama.


*******


"bagaimana dokter, baby nya baik baik saja kan" , "tentu saja maha baby mu sehat sekali, lihat dia aktif sekali" ucap dokter Hannah.


"apa maha bisa melihat jenis kelamin nya Dok" tanya Maha


"Sebenarnya sudah bisa diketahui pada usia 18-20 Minggu tapi lihat aja tuh, kayaknya baby nya malu tuh ditutupin" ucap dokter Hannah, Maha tersenyum melihat pantulan dari hasil USG diperut nya.


"my baby, baby inseminasi" ucap Maha, "maaf kan kesalahan kami ya Maha, kamu harus dipaksa jadi seorang ibu" , "tidak masalah dokter maha bahagia waktu melihat perkembangan baby saat di USG seperti ini.


Dokter Hannah lalu memberikan resep beberapa vitamin yang harus dibeli oleh Maha. Maha segera pamit ia akhirnya mengantri di apotik.


"hai... jumpa lagi" , "loh kak Alex ada disini" , "iya maha aku beli vitamin, dunia berasa sempit ya dimana pun aku berasa bisa bertemu dengan mu, seperti jodoh" ucap Alex.


"iya kak kebetulan sekali" , "oliver dimana" , "ohh.. oliver masih kerja kak" , "mau aku antara pulang" tawar Alex , "gak perlu kak ada sopir kok" , "biar sopir nya pulang sendiri, bagaimana kalau kita makan malam dulu sebagai pengganti makan siangmu yang terganggu oleh Alisia tadi.


perut maha mulai terasa mual, entah lah sejak kejadian tadi siang perutnya terasa mual bila mengingat nya.


"ayolah maha hanya kali ini saja, aku merasa bersalah padamu" , "ya udah deh, aku suruh sopir nya pulang dulu ya" maha segera mengambil ponsel nya, iya meng hubungi sopirnya agar pulang terlebih dahulu.


___________________________________________


Jangan lupa like 👍🏻 setelah membaca 😍😍


dan juga tekan Rate ⭐⭐⭐⭐⭐


mari beramal dengan Vote mu 😘😘😘 yang banyakkkk 😅😅😅

__ADS_1


__ADS_2