
Oliver menatap ke arah ranjang dimana sebelumnya ada byboy tidur disana namun sekarang anak laki laki itu sudah tidak ada.
Oliver bergegas menggunakan pakaian putih polos yang mencetak bentuk tubuh nya. serta celana pendek berbahan denim.
ia segera turun kebawah mencari keberadaan byboy, "boy.. where are you?" , "daddd... i'am here". Oliver mencari asal suara yang berada di ruang keluarga, dilihat nya byboy tengah menonton film kartun ditemani Hanz.
"ini jam delapan malam sayang Kenapa kamu tidak tidur" , "daddy and mom melewati makan malam, apa mom masih tidur?" , Oliver menatap Hanz yang pura pura serius melihat acara televisi yang dipastikan ia juga tidak paham dengan apa yang ia lihat.
"yah.. mommy kelelahan ia masih tidur" , "bangun kan mom dad, dia tidak boleh melewatkan makan malam nya, nanti perut mom sakit, by tidak mau melihat mom disuntik lagi tangannya, dan by tidak mau mom tidur di rumah sakit" ucap byboy kini ia sudah beralih duduk dipangkuan Oliver.
"baiklah boy, daddy akan membawakan makan malam untuk mom ke kamar" , ucap oliver ia menurun kan byboy dari pangkuan nya. "tuan.. para pengawal utusan tuan Arata masih didepan" , "biarkan saja, beri mereka makan malam, perintah kan para maid menyiapkan nya di samping taman" ucap oliver.
"maaf tuan saya lancang, saya sudah melakukan perintah anda satu jam yang lalu. mungkin sekarang mereka bergiliran untuk makan dan berjaga jaga" ucap Hanz.
"tidak masalah Hanz, terima kasih" , "dan kau boy Waktu mu hanya sampai jam 9 malam, setelah daddy selesai memberi makan mommy mu, daddy akan menemani mu tidur"
__ADS_1
"Daddy besok aku libur mom memberikan ku waktu hingga jam sepuluh malam jika itu hari libur" ucap byboy ia protes.
"tidak bila bersama daddy, tidak bagus untuk anak anak tidur larut malam sayang" Oliver beranjak berdiri ia menuju dapur dimana para maid dan pekerja rumah tangga membawa tumpukan piring piring kotor dari halaman samping. Oliver melirik bekas piring piring tersebut. mungkin ada sekitar dua puluhan bahkan lebih.
istri dan anaknya adalah anak dan cucu dari orang orang yang berpengaruh di negeri ini, tidak heran jika begitu banyak pengawalan untuk mereka berdua.
"tuan saya sudah siapkan makanan untuk anda" ucap salah satu pelayan. Oliver mendekati meja makan ia mengambil beberapa makanan dan menyimpan nya diatas nampang. ia juga membuat segelas coklat panas kesukaan istrinya.
maha terbiasa tidur dengan meminum coklat panas, ia akan merasa lebih rileks pagi hari nya.
Oliver segera masuk kedalam kamar yang di ikuti oleh pelayan yang membawa nampan berisi makanan. ia mengambil alih nampan setelah masuk kamar dan melewati pintu.
Maha masih pulas dengan tidur nya, bahkan ia menikmati usapan tangan oliver dipipi nya dan kembali menggesek pipinya ditangan oliver membuat oliver tersenyum. 'lihat lah harimau galak ini berubah menjadi kucing imut' batin Oliver.
seringai jahil muncul dikepala Oliver, ia merebahkan tubuhnya disamping maha, kini tangan nya beralih masuk ke dalam selimut dan meremas benda kenyal yang tetutup selimut, Oliver mencium bibir Maha. hingga mata maha kemudian terbuka.
__ADS_1
maha melotot mendelik kan matanya, saat melihat wajah Oliver yang kini tersenyum senyum menatap wajah Maha.
"apa yang kau lakukan" maha berusaha menyingkir kan tangan nakal oliver.
"baiklah aku tidak akan mengganggu mu lagi" ucap oliver, ia kemudian duduk dan meraih nampan berisi makanan.
"makan lah dulu, boy mengkhawatirkan mu" ucap oliver, "Byboy.." maha ingin duduk namun badannya terasa remuk menjadi dua belas. Oliver benar benar menghabiskan tenaga nya, wajah cantik Maha kini memerah mengingat adegan dua satu plus yang mereka berdua lakukan.
maha menatap ke arah jam diatas nakas, yang menunjuk pukul delapan malam lebih. "Astaga.. mama pasti akan khawatir" ucap Maha, "mama dan papa mertua tahu kau disini, papa mu mengirimkan begitu banyak pengawal" ucap oliver.
"azura juga disini??" tanya Maha, "mengapa kamu mencari nya?" tangan oliver sibuk menyuapi maha dan mulutnya secara bergantian. "dia pengawal setia papa dan selalu bersamaku jika papa tidak sedang berada diluar"
"ya. ya.. dia ada disini" , "aku sudah kenyang oliver" maha mendorong sendok yang berisi makanan yang Oliver suapkan padanya.
"kau harus makan yang banyak" ucap oliver.
__ADS_1
"aku kenyang, sekarang aku akan pulang sebelum papa mencariku dan mengirim lebih banyak pengawal lagi" , "tidak kau dan byboy tidur disini" , "kau tidak bisa se enak nya sendiri mengambil keputusan" ucap Maha "jangan membuat papa marah, ia masih belum menerima mu" ucap maha lagi.
"lalu apakah kamu sudah menerimaku" ucap oliver, ia menaik turunkan alisnya, "jangan bermimpi" , "bukan kah kau dengan suka rela melayani ku" , "kau.. yang memaksaku" , "hei.. bukankah kau yang paling menikmati nya" , Oliver makin menggila menggoda Maha, yang memalingkan wajahnya ke arah lain.