
Paginya Oliver bangun dari tidur nya yang nyenyak sekali badannya pun terasa segar, ia terkejut ketika mendapati Alisia tidur disebelah nya dan juga kedua tubuh mereka yang tanpa sehelai benang pun sebagai penutup hanya ada selimut yang menutupi tubuh Alisia hingga ke pinggang.
Oliver berfikir keras apa yang ia lakukan semalam, ia berusaha mengingat ingat kejadian semalam, yang ia ingat hanya kepala nya terasa pusing dan kemudian rasa kantuk nya berlebihan.
'aku rasa tidak mungkin aku berhubungan dengan alisia' batin Oliver, ia pun menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya hingga kini tampak lah ia benar benar tidak memakai apapun, ia terkejut melihat ada banyak sekali bercak noda bekas bercinta yang sudah mengeras di sprei.
'tidak ini tidak mungkin, tidak mungkin aku bercinta dengan Alisia, ini aneh sekali aku tidak merasa melakukannya tapi ini banyak sekali bekas noda ***** yang berceceran di sprei, astaga Maha.. bahkan aku tidak pulang semalam, aku baru saja akan memulai berbaikan dan minta maaf pada maha tapi mengapa malah jadi seperti ini'
oliver segera mengenakan celana nya yang berserakan dilantai, ia duduk dipinggir kasur kepalanya benar benar terasa pusing sekarang. ia merasakan pergerakan bed yang ia duduki tiba tiba dia merasa kan hangat di punggung nya. Alisia memeluk nya dari belakang.
"sayang kamu sudah bangun" ucap Alisia dengan suara khas bangun tidur, benar benar seksi andai oliver dulu tidak melihat dengan mata kepala nya sendiri bagaimana Alisia bercinta dengan Alex kakaknya. ia pasti sudah menyerang Alisia saat ini, mengajaknya untuk olah raga pagi. tapi kali ini bukan nya ingin melakukan nya ia merasa benar benar muak pada Alisia.
"apa yang terjadi semalam Alisia" , "sayang kamu tidak ingat, bukannya kita bercinta beberapa ronde semalam" , "kau jangan menipuku Alisia" , "astaga oliver kita melakukan hingga beberapa kali, lihatlah noda noda yang kamu tinggal kan di sprei bukan nya banyak sekali, bahkan itu meluber keluar dengan sendirinya, saking banyak nya milikmu, seperti nya kamu dan maha tidak pernah melakukan nya ya?" ucap Alisia sedikit mengejek Oliver, ia hanya menebak nebak saja.
Dan benar saja oliver menarik nafas panjang, benar sekali oliver tidak pernah lagi menyentuh Maha semenjak kejadian Oliver dengan paksa mengambil malam pertama Maha.
"menyingkirkan lah aku akan kembali kerumah" , "mengapa tergesa gesa bukan nya hari ini kamu libur, ayolah Oliver hari ini weekend tidak mungkin kamu bekerja bukan" , "aku ingin mengajak Maha pergi, menyingkir lah dari tubuhku" Oliver mulai meninggi kan nada suara nya.
__ADS_1
bukannya menyingkirkan tubuhnya Alisia malah makin mempererat pelukannya ia menarik kepala oliver berusaha menciumi bibir Oliver, Oliver mendorong paksa tubuh Alisia hingga terlepas dari tubuhnya, ia pun segera menggunakan pakaian nya, ia beranjak berdiri dan berjalan ke kamar mandi.
didalam kamar mandi ia berteriak frustasi, ia meninju kaca yang berada di wastafel kemudian ia keluar dari kamar mandi, meraih kunci mobil, ponsel beserta dompet nya yang entah mengapa bisa berada di atas nakas.
Alisia begitu terkejut mendengar teriakkan Oliver serta seperti ada barang yang jatuh berserakan, ia segera berdiri dan berjalan ke kamar mandi, begitu sampai pintu ia terkejut melihat Oliver yang keluar dengan tangannya yang berlumuran darah dan masih menetes.
bahkan Oliver sama sekali tidak peduli ia malah memasukkan tangannya di saku Hoodie miliknya dan berjalan keluar kamar.
"Oliver tunggu tanganmu berdarah biar aku mengobatinya dulu" teriak Alisia namun tidak dipedulikan oleh Oliver. Alisia pun tersenyum "mudah sekali membodohi mu oliver ku sayang, emosi mu mudah sekali terbaca"
flashback
Baru saja Alisia menutup sambungan teleponnya, pintu kamar nya sudah diketuk. Alisia segera membuka pintu kamar, Aefar segera masuk sebelum dipersilahkan masuk oleh Alisia. selanjutnya mereka berdua melakukan hubungan suami istri. Alisia memaksa Aefar tanpa pengaman dan dia juga membuat ****** milik Aefar berceceran disprei agar meninggalkan noda, Alisia juga menetes kannya beberapa ke boxer dan celana milik oliver. ia pun tersenyum puas, setelah mereka puas dengan permainan mereka yang entah berapa ronde itu, karena hampir jam dua pagi barulah mereka selesai.
Alisia dibantu oleh Aefar mengangkat tubuh Oliver di atas kasur. "kau boleh pergi ke kamar mu Aefar, cepatlah sebelum dia sadar" , Aefar segera pergi namun sebelum itu ia mencium bibir Alisia dengan tangan nakalnya meremas ****** Alisia. "jangan memulai lagi Aefar aku sudah lelah" , "baiklah aku kembali kekamarku"
flashback end
__ADS_1
*******
Oliver segera melajukan mobilnya, Kepalanya benar benar pusing memikirkan kejadian yang ia lakukan dengan alisia dia benar-benar tidak mengingat sama sekali tapi ada noda di sprei yang begitu banyak, tidak mungkin Alisia membohongi nya.
Oliver segera memarkir kan mobil nya dihalaman rumah ia. ia berjalan masuk kedalam rumah, ia mendengar suara tawa Maha beserta para maid dan koki di dapur. Oliver berjalan menuju dapur ia mendekati lemari pendingin lalu meraih sebotol air mineral dan membawa nya ke kamar, tanpa menatap Maha.
Maha yang melihat Oliver begitu terkejut melihat tangan oliver terluka meskipun terlihat mengering namun masih terlihat bekas darah. ia pun meminta Nora menyediakan air hangat di baskom dan meminta nya untuk membawanya ke kamar.
"nora tolong bawakan air hangat dibaskom dan juga waslap atau handuk kecil juga boleh, bawa ke kamar ya" , "baik Bu"
Maha segera mengikuti Oliver yang masuk ke kamar mereka, ia mencari Oliver yang dilihat nya sedang melepas pakaiannya nya, lalu masuk ke kamar mandi, dan seperti biasa Maha memungut pakaian oliver untuk memasukkan nya kedalam bak pakaian bekas.
Maha menatap celana oliver yang terdapat tetesan noda yang sudah mengering, ia berusaha menggosok nya namun tidak bisa hilang. ia pun menghela nafas panjang, 'apa yang kami harapkan Maha mereka saling mencintai, wajar bila mereka saling menginginkan apalagi semalam Oliver tidak pulang, mereka pasti menghabiskan malam bersama, ingat Maha kamu hanya wanita pengganti' batin Maha.
Perlahan buliran buliran bening dan hangat dimatanya yang tiba tiba saja menetes tanpa ia perintah maupun ia inginkan. 'tapi kenapa rasanya sesak sekali' batin Maha lagi. ia pun menghapus air matanya, setelah mendengar ketukan dari pintu. Maha segera membuka pintu dan meminta Nora meletakkan baskom berisi air hangat itu ke meja dekat dengan sofa. Nora mengambil bak pakaian bekas sebelum ia keluar dari kamar majikannya.
___________________________________________
__ADS_1
Jangan lupa like 👍🏻 setelah membaca 😍😍
Tekan Rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dan juga Vote mu 😘😘😘 demi kelangsungan hidup cerita Maha dan Oliver