
"Oneesan aku tidak tahu apa yang terjadi, sebaik nya oneesan berbicara di lantai atas saja" Midori menuntun maha pergi dari kawasan toilet diikuti oleh Oliver yang menggendong haru, haru benar benar tidak melepaskan tangannya dari leher oliver.
Oliver berjalan mengikuti maha mereka kini berada didalam kamar lantai atas yang biasanya digunakan oleh Kirei atau Midori beristirahat jika sedang berada di butik.
hanya keheningan yang ada diruang itu, apalagi sepeninggalan Midori dan Ryuzaki.
Oliver masih betah menatap Maha yang masih saja menunduk kan wajah. wanita yang ia rindukan selama lima tahun ini, wanita yang selalu ia cari keberadaan nya. Oliver sesekali menciumi kepala haru.
hingga terdengar suara nafas teratur dari haru yang tertidur di pelukan Daddy nya, dengan perlahan oliver beranjak dari duduk nya. ia menggendong haru dan meletakkan diatas tempat tidur.
Oliver berjalan mendekat kearah Maha, ia duduk bersimpuh di kaki Maha. maha berjingkat terkejut seketika ia berdiri namun Oliver menarik nya lagi hingga ia terduduk.
*******
"permisi.. apa tadi ada pria bule tampan masuk kemari??" ..... krik... krik.. krik... para pramuniaga di butik Keiko menatap wajah Hanz dengan tatapan aneh, bukan kah terasa aneh jika seorang laki laki bule tampan mencari laki laki tampan juga.
Hanz seketika awkward, 'wduh apa mereka berfikir aku belok alias gay' batin Hanz.
"maaf maaf jika pertanyaan saya terasa aneh, maksud saya, saya sedang mencari bos saya pria bule tinggi dan wajah nya tampan!"
__ADS_1
'aduh salah lagi, ada apa dengan para pramuniaga disini mereka seperti orang bodoh saja' batin Hanz
"lohh... sekertaris Hanz apa anda sedang mencari tuan oliver?" tanya Ryuzaki ketika turun dari kamar lantai dua.
"iya benar sekali tuan Ryuzaki, kebetulan anda ada disini, tuanku oliver mengejar nona ku dan seperti nya dia kemari"
"oh.. ya benar sekali sekertaris Hanz, saat ini tuan oliver ada di lantai dua bersama dengan Maha, mungkin dia yang anda maksud!!" ucap Ryuzaki.
"benar sekali bagaimana anda bisa tahu nona Maha??" , tanya Hanz ia mulai curiga
"duduk lah dulu sekertaris Hanz, ayo!!" Ryuzaki mengajak Hanz duduk di sofa yang tersedia di butik Keiko.
*******
Oliver berjalan mendekat kearah Maha, ia duduk bersimpuh di kaki Maha. maha berjingkat terkejut seketika ia berdiri namun Oliver menarik nya lagi hingga ia terduduk.
"kau.. apa maksud mu? ada apa dengan wajah ku?" maha menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.
Oliver menarik kedua tangan itu dan menggenggam dan mengecup kedua tangan itu secara bergantian.
__ADS_1
"aku benar benar merindukan mu sweetie, bagaimana bisa kamu menyembunyikan diri dan merawat nya sendiri an, hingga byboy ku sebesar itu" Oliver beralih menatap kearah anak kecil yang sedang tertidur.
"i.. by... maksud ku haru bukan anakmu" ucap Maha lagi, ia berusaha menarik kedua tangan nya. "bagaimana bisa kamu mengatakan bahwa byboy bukan anak ku, sedang kan byboy baru pertama kali bertemu ia sudah memanggil namaku?" ucap oliver yang membuat maha terdiam.
"kau mengenal kan byboy tentang ku sejak ia memahami dunia bukan?"
"kau.. kau.. terlalu percaya diri dan tidak pernah berubah" ucap Maha
"aku memang tidak pernah berubah, apalagi hatiku" ucap oliver, "mengapa malam itu kau tidak datang?" , mengingat kejadian malam itu membuat darah Amarah nya terasa mendidih.
"untuk apa aku datang hah? untuk melihat mu ber mesraan dengan wanita jahat yang begitu kau cintai itu" ucap maha dengan nada meninggi.
"apa yang kau maksud dengan ber mesraan? sweetie" , "kau kira mataku buta, kalian berpelukan ketika aku datang, bahkan wanita jahat itu mencium mu dan kau menyambut nya dengan memeluk nya. apa kamu kira aku buta hah?? kau ingin mengatakan setelah berpisah dengan ku kau akan kembali pada wanita jahat itu, aku sudah mengabulkan dan aku pergi, bukankah kau senang dan bahagia selama lima tahun ini. tidak perlu susah payah mencari keberadaan ku"
"astaga sweetie, kau benar benar salah paham. aku tidak mengundang nya. ia datang sendiri waktu itu.." belum sempat Oliver menjelaskan semua kejadian yang terjadi di malam terakhir mereka seharusnya bertemu. ada suara gaduh di bawah kemudian suara banyak sekali langkah kaki.
maha dan oliver berdiri secara bersamaan, "paman azura.. ada apa" ucap Maha
"nona muda kami menjemput mu atas perintah tuan Arata" ucap azura salah satu pengawal pribadi Arata.
__ADS_1
azura segera menggendong tubuh haru, yang kemudian diikuti oleh Maha, oliver juga ingin mengikuti namun sudah dihadang begitu banyak pengawal Arata.
"jangan berani anda menyentuh nona muda kami" ucap salah satu pengawal yang sigap. Oliver terdiam menatap kepergian maha dan juga haru. ia harus bisa menahan emosi nya, ia akan meminta izin kepada tuan Arata untuk menemui Maha nanti.